Ketua GNPF: Kasus Pembakaran Bendera Sudah Selesai Tidak Perlu Ada Reuni Apalagi Pengerahan Massa

Jatimaktual.com, Jakarta - Kasus pembakaran bendera yang menimbulkan multitafsir mendorong Ketua GNPF ustadz Yusup Martak, untuk turun tangan meredam permasalahan tersebut agar tidak semakin melebar.

"Saya juga senang sekali bila permasalahan pembakaran bendera tauhid itu tidak terlalu diperpanjang dan bisa segera diakhiri namun masih ada perbedaan persepsi yang mungkin ingin segera dituntaskan," kata ustadz Yusup Martak dalam diskusi publik Kaukus Muda Indonesia (KMI) bertajuk "Mengakhiri Polemik Politisasi Bendera" di Hotel Alia Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (23/11).

Lebih lanjut, Ustadz Martak juga menegaskan bahwa polemik pembakaran bendera berlambang tauhid tersebut tidak dipolitisasi, apalagi menjelang Pilpres ini. Karena saya tidak berharap mempunyai kepentingan apa pun di antara pasangan Capres-Cawapres bila nanti terpilih menjadi pemimpin di negara Indonesia ini.

"Kasus ini sebaiknya jangan dipolitisasi, mungkin karena menjelang Pilpres sehingga menimbulkan multitafsir, dan saya tegaskan tidak berkepentingan dengan semua pasangsn Capres- Cawapres siapa pun yang terpilih memimpin Indonesia nanti," tegas Martak

Ditambahkan, ia juga menegaskan bahwa sebenarnya tidak terlalu urgen reuni alumni 212 apalagi menggerahkan massa dari berbagai daerah karena kasus pembakaran bendera ini sudah selesai dan sudah diproses oleh aparat penegak hukum.

"Reuni itu biasanya diselenggarakan bulannya beda, tahunnya beda apa sama? Ya sudah nasib sudah. Kebetulan tanggal 2 bulan 12 nanti sekian bulan sebelum Pilpres. Tapi masih jauh lah, masih April," ujarnya (ft)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment