PC PMII Bondowoso Kirimkan 2 Kader Sebagai Relawan Ke Palu Sulawesi Tengah

JatimAktual.com, Bondowoso,- Gempa mengguncang Sulawesi Tengah pada 28 September 2018. Gempa bermagnitudo 7,4 yang tertinggi memicu tsunami dan likuefaksi. Akibatnya, 2.045 korban meninggal dunia, 671 orang hilang dan 10.679 jiwa luka berat.

Selain itu, sebanyak 67.310 rumah, 2.736 sekolah rusak, 20 fasilitas kesehatan dan 12 titik jalan rusak berat. Sebanyak 82.775 warga mengungsi di sejumlah titik di Palu, Donggala, dan Sigi.

Itu menggugah Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Bondowoso untuk mengirimkan 2 kadernya sebagai relawan di sana.

Hal itu dibenarkan oleh M.Nanang Sholeh, Ketua Umum PC PMII Bondowoso saat ditemui oleh tim redaksi di lokasi Konfrensi Kooordinator Cabang XXIII, Surabaya. (Sabtu, 27 Oktober 2018)

"Benar, bahwa PC PMII Bondowoso telah mengirim 2 kader ke Palu. Hal itu kami lakukan sebagai bentuk aksi nyata dalam membantu meringankan beban sodara kita di Palu." Tegas Tum Nanang.

2 kader tersebut tak hanya menjadi relawan, tetapi juga menjadi jembatan saat PC PMII akan menyalurkan bantuan kemanusiaan yang telah dikumpulkan oleh PC PMII Bondowoso   dengan melalui galang dana 1-4 Oktober kemaren.

"Kami juga melaksanakan penggalangan dana dan pengumpulan baju layak pakai untuk disalurkan kepada korban gempa, dan kami akan kirim kepada kader kami yang menjadi relawan di sana." Kata Nanang.

2 kader PMII Bondowoso yang sangat antusias sekali dalam menjadi relawan di Palu.

"2 kader PMII Bondowoso yang menjadi relawan di Palu adalah Musawer dan Taufiq Hidayah, mereka membuktikan bahwa jiwa sosial kader PMII harus dengan bukti kongkrit." Tegas Nanang.

Direncanakan 2 kader tersebut akan menetap sampai 2 bulan kedepan untuk membantu meringankan beban para korban gempa di Palu.
Dari hasil pantauan PC PMII kepada 2 kader twraebut melalui telepon, mereka menyampaikan bahwa tidak hanya membantu korban dari segi fisik tapi juga dari sisi psikis, utamanya para anak kecil yang menjadi korban gempa bumi dan sunami yang telah meluluh lantahkan rumah dan sekolah mereka.

"Kami di sini juga mengajari baca tulis dan menyanyi anak-anak korban bencana, kami yakin hal itu bisa mengurangi beban pikiran mereka karena bencana gempa bumi dan sunami. Mereka harus tetap tersenyum walaupun sudah kehilangan keluarga, rumah dan sekolah mereka." Kata Musawer (kader PC PMII Bondowoso yang dikirim sebagai relawan di palu).

M.Nanang Sholeh juga menambahkan bahwa saat ini perhatian rakyat Indonesia tersita oleh tragedi pembakaran bendera HTI yang ada tulisan kalimat tauhidnya, sampai lupa bahwa sodaranya di Palu masih menderita.

"Saya sangat menyesalkan, saat ini masyarakat lebih sibuk mengurusi bendera yang dibakar oleh banser karena dianggap sebagai bendera salah satu ormas yang telah dilarang pemerintah, tapi lupa kepada sodaranya di Palu yang masih menderita." Pungkas Nanang. (Arif)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment