Dari Temu Media dan Humas Pendidikan Jawa Timur Jurnalis Asyik Belajar Matematika

Jatimaktual.com, Sidoarjo,- Endang Kusniati, Guru SDN Gelam 2 Sidoarjo membawa botol air mineral bekas yang dipasang di sebuah papan, dengan wadah penampung kelereng yang dipasang dibawahnya. Dengan media yang sederhana ini, ternyata Endang mampu mengajarkan Matematika yang menyenangkan pada siswanya di kelas awal (kelas 1, 2, 3).

“Botol mineral ini pada bagian bawahnya saya lubangi dan dipasang menggantung di papan. Selanjutnya dengan memasukkan kelereng ke botol, siswa bisa mengerjakan soal Matematika secara mudah. Misalnya 5 x 2 maka siswa menyiapkan dua botol kosong dan memasukkan 5 kelereng ke masing-masing botol sehingga turun ke wadah dibawah botol. Hasilnya, siswa dapat menghitung jumlah kelereng yakni 10 kelereng untuk menjawab soal perkailan 5 x 2 = 10,” terangnya.

Temuan media sederhana yang luar biasa ini keluar dari kegelisahan Endang karena mengajarkan Matematika kepada siswa kelas awal ternyata tidak mudah. Dengan konteks lokal, yakni mengamati barang bekas disekitarnya yang tidak terpakai, Endang kemudian memiliki solusi dengan memanfaatkan barang bekas tersebut menjadi media pembelajaran Matematika yang sederhana tetapi menyenangkan untuk siswa.

“Bahkan saat jam istirahat, siswa yang masih penasaran memainkan media-media pembelajaran Matematika ini untuk mengisi jam istirahat tiba,” terangnya. Jelas Endang saat hadir dalam kegiatan Media Briefing Peningkatan Mutu Pendidikan di Jawa Timur yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Program INOVASI Jawa Timur, kemarin.

Pendekatan inilah yang digunakan oleh Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) untuk mendampingi kabupaten/kota pilot, yaitu memetakan masalah pendidikan dan menemukan solusi dengan konteks lokal.

Media pembelajaran yang dibuat Endang ini, membuat decak kagum peserta yang terdiri dari jurnalis dan humas dari lembaga dan instansi terkait pendidikan di Jawa Timur. Beberapa diantaranya mencoba media pembelajaran ini.

“Ini ide yang sangat menarik dan luar biasa, saya bisa menirunya untuk anak-anak saya di rumah,” terang Nani Mashita, Jurnalis online dari Jawa Timurnet yang asyik mencoba media pembelajaran Matematika.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Saiful Rahman mengungkapkan, menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat kami dukung dalam rangka membangun hubungan yang positif antara media, Dinas Pendidikan, dan INOVASI. Kami berharap dengan adanya forum ini, terbangun komunikasi dan informasi yang positif dan saling melengkapi. Apalagi keterbukaan informasi saat ini, justru dibutuhkan komunikasi yang intens supaya informasi yang disampaikan valid dan benar,” terang Saiful.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Ramliyanto mengungkapkan, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur saat ini telah berkembang lebih maju dari sisi informasi, salah satunya dengan membuat aplikasi Sistim Informasi Sekolah yang dapat diakses oleh siapa saja secara mudah. Sistim Infomasi Sekolah ini berisi inovasi-inovasi pendidikan yang telah dihasilkan oleh pendidik/sekolah.

Hadirnya media dan Program INOVASI ini dapat mendukung tersampaikannya inovasi-inovasi pendidikan ini kepada khalayak. “INOVASI yang fokus pada pendidikan dasar dapat membantu kami untuk menggali inovasi-inovasi pendidikan di tingkat sekolah, media mampu menjadi alat penyampai inovasi tadi kepada masyarakat. Kami yang akan mendokumentasikan inovasi-inovasi pendidikan di Jawa Timur dan menyimpannya sebagai kekayaan informasi,” jelasnya.

Kegiatan yang diselenggarakan di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dihadiri oleh puluhan media cetak, online dan televisi dari Surabaya dan sekitarnya. Melalui kegiatan ini, Silvana Erlina selaku Provincial Manager Program INOVASI Jawa Timur mengungkapkan, media, humas dan tim INOVASI dapat bersinergi untuk membangun komunikasi yang baik dan saling bertukar informasi positif terkait pendidikan, sehingga inovasi pendidikan di daerah dapat tersampaikan pada masyarakat dan mampu menginspirasi yang lain.

Dalam kesempatan ini, peserta juga diberikan pendalaman tentang cara berpikir yang berkembang / growth mindset sehingga mengubah pola pikir mereka ke arah yang lebih baik dan membangun.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment