Guna Memaksimalkan Program KB, Pengurus Balai KB kecamatan Sukosari Gelar FGD bersama KKN STAI At Taqwa

JATIMAKTUAL, BONDOWOSO- Tingginya angka pernikahan dini di Bondowoso masih menjadi bahan perbincangan serius. Sesuai data, Bondowoso masuk urutan ke dua tertinggi pernikahan dini setelah kabupaten Probolinggo.

Maka, Mahasiswa KKN STAI At Taqwa Bondowoso kecamatan Sukosari (Nogosari dan Sukosari Lor) terlibat Focus Group Discusion (FGD) bersama Pengurus balai Keluarga Berencana (KB) kecamatan Sukosari. FGD tersebut bertempat di ruang rapat balai KB Kecamatan Sukosari. (23/07/18)

Hal tersebut dibenarkan oleh Bapak Wida Rusminardi selaku koordinator KB kecamatan Sukosari menyampaikan bahwa, pernikahan usia dini masih menjadi pekerjaan rumah besar kita bersama.

"Pendewasaan Usia Pernikahan (PUP) harus terus kita sosialisasikan secara serius dan merata kepada masyarakat." Jelas Pak Rusminardi dalam sambutannya.

Kata Bapak Rusminardi, faktor ekonomi yang kurang baik dan lemahnya Sumber Daya Manusia (SDM) adalah merupakan salah satu penyebab utamanya. 

"Lemahnya kondisi ekonomi, sehingga orang tua menginginkan lepas tanggung jawab. Termasuk minimnya wawasan masyarakat mengenai PUP." Ujar Rusminardi.

Maka, dalam menekekan tingginya angka pernikahan dini tersebut, pihaknya berharap hal tersebut harus dibikin kegiatan yang serius dan melibatkan seluruh pihak.

"Kami berharap, mahasiswa KKN harus terlibat berkontribusi dan bekerjasama dengan kami dalam berbagai kegiatan." Kata Pak Rusminardi.

Pak Rusminardi menambahkan, perlu diketahui, program unggulan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah Kampung KB.

"Kampung KB merupakan satuan tingkat dusun/RW yang dijadikan representasi kelemahan dalam aspek ekonomi dan sumber daya manusia untuk terus di edukasi secara intensif. Untuk kecamatan Sukosari, terletak di Desa Pecalongan dan desa Kerang" Tambah Rusminardi.

Adapun FGD dipimpin langsung oleh bapak Herman selaku penanggung jawab balai KB desa Sukosari Lor dan Nogosari.

Pak Herman berharap, pihaknya bisa dilibatkan dalam berbagai kegiatan apapun.

"Kami siap dilibatkan dalam berbagai kegiatan apapun, dan kami berharap, mahasiswa KKN bisa menyampaikan pentingnya PUP kepada masyarakat dalam berbagai kegiatan." Pungkas Herman.

Kepada seluruh peserta FGD, Pak Herman berpesan, agar memaksimalkan waktu KKN (41 hari) agar bermanfaat untuk masyarakat.

"Selama melaksanakan KKN di desa Nogosari dan Sukosari Kidul ini, ayo maksimalkan untuk bermanfaat dan memberdayakan masyarakat." Tutup Pak Herman

Penulis      : Afif
Publisher : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment