DUVAC, Alat ekstraksi Minyak Atsiri untuk Tingkatkan kualitas dan Kuantitas Minyak Atsiri

Jatimaktual.com, Malang - Jeruk merupakan salah satu komoditi buah yang banyak di produksi di Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dirjen Holtikultura, dalam kurun waktu 2015-2019, setidaknya Indonesia diproyeksikan mampu memproduksi total jeruk sebesar 2.138.458 ton dengan total peningkatan mencapai 3,83% pertahun (Kementrian Pertanian, 2016). Salah satu sentra produksi jeruk di Jawa Timur adalah agrowisata CV. Wisata Jeruk Selorejo yang terletak di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Dalam setiap minggunya terdapat 100 wisatawan yang berkunjung yang menghasilkan limbah berupa kulit jeruk. Selain itu terdapat beberapa jeruk rontok sebelum masa panen. Limbah kulit jeruk ini hanya di biarkan begitu saja hingga menghasilkan bau busuk dan mengganggu. Padahal limbah kulit jeruk ini dapat di manfaatkan menjadi minyak atsiri yang bernilai jual tinggi.

Minyak atsiri banyak di butuhkan dalam  berbagai bidang seperti di bidang kosmetik, farmasi, makanan dan minuman. Pasar untuk minyak atsiri ini meningkat sebesar 10 % pertahunya dengan total nilai mencapai USD 0.16 milyar pada tahun 2011. Dilansir dari data kementrian perdagangan,(2010 ) kebutuhan Minyak atsiri yang paling banyak di butuhkan adalah minyak atsiri dari jeruk dengan total  mencapai 26.000 ton dengan nilai mencapai US$ 58,5 juta pada tahun 2010 dimana produsen utamanya adalah Amerika dan Brazil. Padahal potensi minyak atsiri di Indonesia cukup besar, karena Indonesia menghasilkan 40–50 jenis tanaman penghasil minyak atsiri dari 80 jenis minyak atsiri yang diperdagangkan di dunia dan baru sebagian dari jenis minyak atsiri tersebut yang memasuki pasar dunia, diantaranya nilam, sereh wangi, gaharu, cengkeh, melati, kenanga, kayu putih, cendana, dan akar wangi.

Untuk itu tim yang terdiri dari Nabillah Putri Aryaanti, Faisal Ramadhan, Muhammad Aliy Akbar dan Widya Nur Habiba ini telah menciptakan alat yang bernama DUVAC ( Distilation under Vacuum) yang merupakan alat distilasi minyak atsiri dalam kondisi vacum dengan metode refluks  yang membuat ekstraksi minyak atsiri berjalan lebih cepat (75% lebih cepat), hemat energi, dengan kualitas dan kuantitas minyak atsiri yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan dengan metode ekstraksi lain seperti menggunkan soxhlet serta memiliki efisiensi sebesar 90%.

Minyak atsiri yang dihasilkan ini dapat dijual dengan harga 800.00/kg nya sehigga dapat menambah pendapatan mitra.  Menurut Nabilla, selaku ketua tim menyatakan. Alat ini merupakan inovasi baru yang harapanya dapat dimanfaatkan untuk para petani dan pelaku usaha minyak atsiri di Indonesia sehingga dalam perkembangannya Indonesia menjadi negara pengekspor minyak atsiri terbaik di Dunia dilihat dari banyaknya Sumber Daya Alam yang Dimiliki.

Respon Pembaca.

1 comments:

Unknown said...

untuk informasi pemesanan alat maupun produk minyak atsiri kulit jeruk dapat menghubungi +6285607792106 atas nama Nabila putri

Post a Comment