Bentengi Pesantren dan Masyarakat dari Paham Radikal dan Intoleransi


(23/07/18) JEMBER- Mengantisipasi maraknya paham radikal, intoleransi, dan Hoax, Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kalisat mengadakan diskusi publik dengan tema Membentengi Pesantren dan Masyarakat dari sikap Intoleransi, Hoax dan Paham Radikal. Acara tersebut berlangsung di halaman pondok pesantren Miftahul Ulum Taman Baru Kalisat Jember. Hadir sebagai narasumber, Hodri Arief, Muhammad Gufron Wahid, Muhammad Muslim, dan Zainul Arifin.

Acara tersebut dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan masyarakat, mahasiswa, dan santri. Dialog ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa radikalisme dan Intoleransi adalah paham yang harus ditolak dan tidak terbantahkan lagi.

Ahmad Badrus Solihin selaku ketua panitia mengatakan. "Kondisi masyarakat di Kalisat menunjukkan ancaman nyata dari golongan-golongan radikal dan intoleran. Maka perlu dilakukan langkah-langkah nyata untuk mengatasi problem tersebut termasuk melalui diskusi publik ini.

Ia berharap diskusi ini tidak berhenti disini, tetapi ada tindak lanjut untuk terjun ke masyarakat. "Ada tindak lanjut dan kesinambungan upaya membentengi pesantren dan masyarakat dari ancaman radikalisme dan hoax. Diskusi ini hanya pemantik atau permulaan saja. Setelah ini semoga ada langkah-langkah nyata, misalkan penguatan ekonomi ummat, penguatan masjid, dll". Pungkasnya.

Ada banyak faktor kenapa agama kehilangan nilainya di masyarakat. Hodri Arif mengatakan "Agama akan terjadi pembusukan ketika dikawinkan dengan politik. Banyaknya tokoh politik yang mengatasnamakan agama untuk kekuasaan adalah faktor rusaknya pemahaman agama di kalangan masyarakat. Dan pesantren menjadi soko guru dalam menjaga keutuhan NKRI."

Acara diskusi publik ini berlangsung antusias dan diakhiri dengan diskusi dengan peserta. (azz)



Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment