MENIKMATI DIAM BUKAN TAMPA MAKNA

Oleh : Arief Hidayatullah

Jatimaktual.com, Opini,- Diam bukan berarti tidak berdaya. Diam memiliki banyak arti. Diam juga bisa mengutarakan beribu rasa yang tengah menggelora. Ketika marah,ia diam. Ketika benci, ia diam. Ketika dimaki, ia diam, bahkan ketika ia mengerti, ia pun diam. Diam tak selalu berarti mengabaikan suatu, tapi terkadang diam adalah suatu bentuk kepedulian yang besar.
Diam bukanlah suara tampa makna. Diam tak selalu mengkiaskan sifat pengecut. Dalam diam tersimpan beribu jawaban dan beribu tanya, apakah itu buruk ataukah baik. Ia hanya melukiskan sebuah bentuk kehati-hatian. Karena ia tahu ketika ia mengatakan apa yang ada dalam pikirannya maka akan ada yang terluka oleh lisannya. Diam berarti berpikir keras, karena ia tahu bahwa kesia-siaan akan muncul ketika lisan tak mampu mengucap suatu kata tampa pemikiran matang. Diam juga berarti menunggu, menunggu saat yang tepat ketika akan mengutarakan tanya dan jawaban. Diam terkadang dibutuhkan dalam segala hal karena dengan diam kedaan dapat kembali tenang.
Memang  berbicara adalah sesuatu aktivitas yang paling sering kita lakukan karena dianggap sebagai jembatan sosial yang menghubungkan berbagai pihak. Ada banyak hal yang perlu kita sampaikan, dikusikan dan utarakan. Komunikasi yang menurut beberapa para ahli membuat manusia dapat saling memahami, dapat saling menghargai dan berkerja sama dalam lingkup sosialnya. Begitu banyak definisi- definisi mengenai berbicara, dengan itu penulis mengertikan maksud berbicara ekspresi verbal dari pikiran dan hati.
Seperti halnya sekelompok orang yang mau mengisi kekosongan dan mengisi sepi dengan saling berbicara, mengobrol hingga suatu macam elokan, hinaan dan gunjingan yang berbasis canda di lontarkan untuk menambah riuh suasana. apakah sepeti itu benar?
Namun tak semua yang kita rasakan dan pikirkan dapat kita luapkan melalui lisan, kebanyakan dari mereka yang tidak mampu mendefisikan memilih diam sebagai pelampiasan atas ketidak mengertiannya tentang lisan yang tak mampu menguap.
Tetapi diam tak selamanya merupakan suatu wujud yang lemah, bahkan bisa jadi dan sering kali ia adalah wujud dari kekuatan yang besar. seperti kita lihat air di tengah sungai yang kelihatannya seperti diam tak bergerak sedikitpun, namun sebenarnya didalam sungai itu mengalir sangat deras tapi ia mampu mengkondisikan agar permukaannya tetap tenang dan tak terusik.
Diam jauh lebih berguna dari pada berkoar meluapkan aprisiasi yang entah tidak tau tujuannya dan ditunjukkan kepada siapa. hanya yang diam yang dapat dengan cermat menelaah sesuatu dari berbagai sudut pandang. diamlah yang membuat pikiran kembali berjalan lancar dan mencari solusi dari masalah yang terjadi.
jika bicara sudah tak berguna
Jika hanya keluh resah yang tersisa
Ketika itulah diam yang sepantasnya berada
Jika suara tak lagi mampu berucap kebaikan
Jika berkata hanya bisa meresahkan suasana
Ketika itulah diam yang mampu meredakan

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment