Jihad apa Jahat ?

Oleh : Moh Husnul Huluq

Jatimaktual.com, Opini,- Kejadian pengeboman kemaren di Gereja Santa Maria Surabaya dan beberapa Tempat lainnya sampai sekarang mungkin masih Terngiang ditelinga kita. Muncul rasa cemas, takut, khawatir hal itu akan terjadi di daerah kita. Dalam benak kita pasti terdapat pertanyaan besar, siapakah pelaku dari teror tersebut ? Untuk apa mereka melakukan teror seperti itu, yang bahkan rela mengorbankan nyawa. Untuk menjawab semua pertanyaan itu, kita perlu memahami dua istilah, Islam dan Jihad.
Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. Yang kata Islam itu sendiri berasal dari kata aslama yuslimu islaaman maknanya adalah Damai. Jadi, islam itu adalah agama Damai, hal apapun yang berdampak pada hilangnya kedamain tidak dibenarkan dalam Islam. Seperti Pencurian, perampokan, pemerkosaan dan Pembunuhan itu dilarang di Islam. Selanjutnya yang perlu kita fahami adalah apa itu Jihad. Jihad (Arab: جهاد‎) menurut syariat Islam  adalah berjuang dengan sungguh-sungguh. Jihad dilaksanakan untuk menjalankan misi utama manusia yaitu menegakkan Diin (atau bisa diartikan sebagai agama) Allah atau menjaga Diin tetap tegak, dengan cara-cara sesuai dengan garis perjuangan Rasulullah  dan Al-Quran. Jihad yang dilaksanakan Rasulullah adalah berdakwah agar manusia meninggalkan kemusyrikan dan kembali kepada aturan Allah, menyucikan qalbu, memberikan pengajaran kepada ummat  dan mendidik manusia agar sesuai dengan tujuan penciptaan mereka yaitu menjadi khalifah Allah di bumi dengan damai dan saling mengasihi. Namun dalam berjihad, Islam melarang pemaksaan dan kekerasan, termasuk membunuh warga sipil yang tidak ikut berperang, seperti wanita, anak-anak, hingga manula. Lalu Pertanyaan nya apakah pengeboman terhadap gereja-gereja dan aksi Teror yang meresahkan semua kalangan masayarakat dapat dikategorikan sebagai Jihad ? Kalau kejadian nya seperti itu, namanya "bukan Jihad tapi Jahat". Jihad dalam bentuk perang harus jelas pihak-pihak mana saja yang terlibat dalam peperangan, seperti halnya perang yang dilakukan Nabi Muhammad yang mewakili Madinah melawan Makkah dan sekutu-sekutunya. Alasan perang tersebut terutama dipicu oleh kedzaliman kaum Quraisy yang melanggar hak hidup kaum Muslimin yang berada di Makkah (termasuk perampasan harta kekayaan kaum Muslimin serta pengusiran). Oleh karena itu kita sebagai umat Islam, kita lawan segala bentuk radikalisme dan terorisme. Kita tunjukkan bahwa Islam itu Agama welas bukan agama keras, islam itu merangkul bukan memukul, dan Islam itu menyayangi bukan membunuhi. Semoga kita menjadi umat islam yang menjalankan Islam Rahmatan lil'alamin.
.
Penulis adalah Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Semester 6 IAIN Madura

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment