HEDONISME, PELUANG KESUKSESAN

Oleh: Baitiyah
Mahasiswi IAIN Madura

Jatumaktual.com, Opini,- Hedonisme mahasiswa merupakan gaya hidup atau pandangan mahasiswa yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup. Mengapa demikian? Kita sering mendapati hedonisme sebagai hambatan dan sesuatu yang harus dijauhi dalam buku-buku atau karya ilmiah yang lainnya. Karena hedonisme akan membuat mahasiswa terlena dengan kesenangan lalu lupa akan kewajibannya sebagai mahasiswa akademisi ataupun mahasiswa organisatoris.

Banyak sekali orang yang beranggapan bahwa hedonisme sangat tidak memiliki nilai kemahasiswaan yang baik. Mahasiswa yang memiliki pandangan seperti itu akan dianggap sebagai mahasiswa yang tidak mempunyai kedewasaan,  dan rancangan berpikir tentang masa depan yang baik.

Namun faktanya, tidak sedikit pula mahasiswa yang tetap menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup.

Jika demikian, mengapa tidak merubah cara pandang kita pada hedonism itu sendiri? Seakan-akan menyetujui namun memiliki batasan-batasan tertentu. Materi bisa kita jadikan tujuan hidup namun harus di pikirkan pula ke arah mana materi kita akan bermuara. Maksudnya adalah jika kita bisa mencapai kelimpahan materi pada masa muda maka itu merupakan salah satu bentuk kesuksesan kita, atau tentang kesenangan hidup, dalam melakukan sesuatu yang menyenangkan kita bisa mengambil peluang kesuksesan disana.

Menjadikannya sebuah bisnis yang diambil atau diaplikasikan dari hobi kita sendiri. Misalkan, jika kita sangat menyukai trip maka kita bisa mengambil peluang kesuksesan disana. Menjadi dokumentasi setiap perjalanan kita sehingga dapat menjadi buku catatan perjalanan.

Mahasiswa yang memiliki pandangan hedonisme, tidaklah seharusnya kita menghakiminya. Melainkan memberikan pemahaman lebih tentang peluang kesuksesan yang berada disetiap kesempatan, termasuk bagi mahasiswa hedonisme yang sangat menyukai gaya hidup yang bersenang-senang. Dengan kata lain, pandangan hidup tidak bisa ditentukan oleh orang lain. Namun,  bisa dipengaruhi lewat perkataan, perbuatan, maupun usaha usaha lainnya.

Karena ketika kita tenggelam dalam gaya hidup yang demikian maka disitu pula kita harus berusaha bangkit dari zona nyaman menuju zona yang sangat keras namun menuai hasil yang baik.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment