TEKA TEKI MALAM LAILUT QADAR

Jatimaktual.com ,- Seiring berjalannya waktu tak terasa kaum muslimin telah di pertemukan kembali dengan bulan suci romadhan, dan itu merupakan suatu nikmat yang besar bagi kita selaku umat islam. Bulan romadhon selalu di sambut dengan antusiasme suka cita oleh orang kaum muslimin karena bulan romadhan merupakan awal dari hari hari raya bagi mereka. Namun dalam setiap bulan suci romadhon sering kita dengar tentang malam lailatul qadar baik melalui orang-orang di sekitar kita ataupun melalui media televisi, radio, koran dan bahkan media online yang masih saja penasaran kapan sih lailatul qadar itu sebenarnya???
Sebelum kita membahas kapan sebenarnya malam lailatul qadar itu, marilah kita ungkit kembali pengertian dari malam lailatu qadar. Lailatul qadar merupakan malam ketetapan atau bisa dikatakan satu malam yang sangat penting yang hanya terjadi pada bulan ramadhan.

Dalam al-qur’an surat al qadar ayat ke 97 disebutkan" ليلة القدر خير من الف شهر"  bahwa lailatul qadar merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan. Untuk lebih jelasnya seandainya kita melakukan ibadah yang bertepatan dengan malam lailatul qodar, maka ibadah tersebut di samakan dengan ibadah seribu bulan (berarti delapan puluh tahun empat bulan). Alangkah berungtungnya kita seandainya kita bisa melakukan ibadah bertepatan dengan malam lailatul qodar. Masyaallah !!!

Malam lailatul qadar sendiri juga bisa  diartikan sebagai suatu malam yang pelimpahan dan keutamaan yang telah dijanjikan oleh allah SWT kepada kita sebagai umat beragama islam yang dihendakinya karena tidak semua umat muslim mendapatkan atau mengalami keistimewaan lailatul qadar dan hanya orang-orang tertentu yang bisa mengetahui malam lailatul qadar di bulan ramadhan tersebut. Maka dari itu di anjurkan untuk memperbanyak ibadah, baca al-qur’an, baca istiqfar, baca sholawat dan memperbanyak shodaqoh.

Selain itu sebagian tanda-tanda malam lailatul qadar bisa di ketahui melalui:
di malam itu hujan tidak turun.
panasnya mata hari pada hari ke esokannya agak kurang.

panasnya mata hari pada hari ke esokannya jernih dan mendung.
perasaan pada saat itu dalam keadaan tenang dan tentram.

Dan masih banyak tanda-tanda  malam lailatul qodar yang di mukakan oleh para ulama’ dalam kitab-kitab klasik. Dan hal ini tentu semakin membuat kaum muslim semakin penasaran atas semua hal yang terkandung dalam malam lailatul qodar. Karena setiap kaum muslimin berkeinginan untuk menemukan dan merasakan indahnya malam lailatul qodar.
Lalu pertanyaannya kapan malam lailatul qodar itu terjadi???

Dalam kitab ihya ulumudin, imam al-ghazali menyebut. ada lima hal yang bisa dijadikan patokan untuk mengetahui keberadaan malam lailatul qadar. Yaitu:
Jika hari pertama ramadhan jatuh pada malam ahad atau rabu, maka lailatul qadar jatuh pada malam 29 ramadhan.
Jika malam pertama jatuh pada malam senin, maka lailatul qadar jatuh pada malam 21 ramadhan.

Jika malam pertama ramadhan jatuh pada malam kamis, maka lailatul qadar jatuh pada malam 25 ramadhan.
Jika malam ramadhan jatuh pada malam sabtu, maka lailatul qadar jatuh pada malam 23 ramadhan.

Jika malam pertama ramadhan jatuh pada malam selasa atau jumat, maka lailatul qadar jatuh pada malam 27 ramadhan.
Adapun menurut golongan imam syafi’i lailatul qadar lebih dekat jatuh pada tanggal 21 dan tanggal 23. Sebagian ulama’ berpendapat juga lailatul qadar jatuh pada tanggal 27.

Memang, tidak ada kepastian mengenai kapan datangnya malam lailatul qadar. Namun, patokan tersebut, teruji mampu menjawab rasa penasaran dan teka teki lailatul qadar karena pendapat tesebut  merupakan kebiasaan-kebiasaan (fakta) para tokoh ulama’ yang menemukan lailatul qadar sehingga diceritakan oleh imam al-ghazali, imam syafi’i dan ulama’ lainnya. Maka dari itu, bagi para kaum muslimin yang ingin menemukan dan merasakan indahnya  malam lailatul qadar setidaknya tanggal ganjil (21, 23, 25, 27, 29) menjadi  patokan dalam menemukan malam lailatul qadar. Semoga kaum mislimin di kehendaki merasakan keistemewaan malam lailatul qadar seperti yang di uraiakan di atas sehingga dapat memperbaiki amal ibadah kepada allah SWT. Ameinnn.

Oleh Ach. Fauzan
IAIN MADURA

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment