Sarabhien vs plotanan & kaitannya dengan lailatul qadr

Oleh: Firdatur Rif’ah
(Mahasiswi PBA IAIN Madura)

Jatim aktual.com, Opini,- Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam di bulan Ramadhan yang sangat dinantikan oleh seluruh umat muslim tidak hanya di Indonesia saja, tapi juga umat muslim di seluruh dunia. Mengapa demikian umat muslim sangat menanti-nantikan malam tersebut? Berikut beberapa fakta menarik seputar malam Lailatul Qadar. Malam yang lebih baik dari seribu bulan. 

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa. Istimewa karena didalamnya terdapat kemuliaan dan keberkahan yang sungguh melimpahnya. Bahkan begitu mulianya, malam tersebut hingga dianggap lebih baik dari seribu bulan. Malam diturunkannya Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Qur’an Surah Al Qadar ayat 97, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan bagi siapapun yang beribadah di malam diturunkannya Al-Qur’an ini maka pahalanya akan dilipatgandakan lebih dari 29.500 lipat. Yang sama artinya dengan terus menerus beribadah lebih dari seribu bulan atau selama 83 tahun.

 Malam turunnya malaikat. Pada malam ini juga turun malaikat-malaikat yang membawa rahmat ke bumi termasuk juga malaikat Jibril dengan izin Allah SWT untuk mengatur segala urusan. Inilah alasan malam Lailatul Qadar juga merupakan malam penuh keberkahan dan kesejahteraan hingga terbitnya fajar. Ampunan bagi orang yang menghidupkan malam Lailatul Qadar. Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa melaksanakan pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya akan diampuni,.”Malam dicatatnya takdir tahunan. Takdir tahunan pun dicatat pada malam Lailatul Qadar. Allah SWT berfirman dalam Qur’an Surah Ad Dukhan, “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” Karena malam Lailatul Qadar begitu istimewa, malam ini dijadikan rahasia oleh Allah SWT. Kita tidak akan pernah tahu kapan pastinya malam Lailatul Qadar akan datang. 

Namun demikian, para ulama menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar terdapat pada salah satu malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan. Seperti penjelasan dalam salah satu hadis, yaitu “Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu-waktu lainnya.

Di daerah tertentu, pada malam ke-21 ada tradisi yang disebut sarabhien (red:serabi) dan pada malam ke-25/27 ada plotanan (red:ketan). Ini di latar belakangi oleh karena adanya lailatul qadr, masyarakat beranggapan pada malam ganjil 10 malam terakhir bulan ramadhan harus memperbanyak sedekah barangkali dapat keberkahan dari malam lailatul qadr, mereka menyebutnya dengan pembuka pintu syurga.

 Kenapa harus sarabhi & plotan?
Ada fakta unik dibalik sarabhi ini, diceritakan bahwasanya dahulu ada sepasang suami istri, sang istri sangat baik sementara sang suami sifatnya kurang baik. Pada suatu ketika sang istri membuat sarabhi untuk diantarkan ke masjid namun sang suami memakannya dan menyisakan hanya satu sarabhi, dan satu sarabhi itu yang disedekahkan. 

Disisi lain, setelah sang suami memakan sarabhi tadi, ia tertidur dan bermimpi akan dipukul oleh malaikat dan yang menghalangi pukulan malaikat itu adalah sarabhi yang tinggal satu tadi. Sedangkan plotan, latar belakang dipilihnya plotan karena seperti yang kita tahu, ketan saat dimasak akan lengket, maka itu yang dijadikan simbol untuk merekatkan amalan yang dilakukan selama bulan ramadhan. Itulah sebab-sebab yang melatar belakangi tradisi sarabhien & plotanan.(redpel)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment