Ramadhan Penuh Berkah

Oleh. Ummi Maulidatussyarifah
Mahasiswi IAIN Madura


Bulan Ramadhan merupakan bulan yang suci dan mulia yang dinanti-nantikan dan dirindukan kedatangannya. Bulan yang membawa berkh yang berlimpah ruah. Pahala, Rahmat , hidayah, dan ampunan Allah Ta’ala diturunkan bertubi-tubi  di bulan ini. Semua pahala amalan ibadah dilipat gandakan. Terutama pahala yang diberikan untuk orang yang menjalankan ibadah puasa. Pahalanya berlimpah dan tidak terbatas, tidak dapat dihitung dan tidak dapat diperkirakan.

Di bulan Ramadhan Al-Qur’an diturunkan, sehingga di bulan ini dinamakan juga syahrul Qur’an. Bulan ramadhan dengan segala keberkahannya merupakan rahmat dari Allah SWT. Karunia Allah dan segala Rahmat-Nya leih baik dari segala perhiasan dunia.
Meraih keberkahan dalam amalan ibadah dibulan suci Ramadhan merupakan hal yang ingin diperoleh dan didapatkan oleh tiap muslim yang menjalankan kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan.
Kaum muslimin yang aktif dan produktif dalam rangka mengisi Ramadhan dengan amalan-amalan kebaikan, telah di janjikan oleh Allah Ta’ala limpahan kebaikan dan pahala yang berlipat ganda. Dalam sebuah hadits, rasulullah SAW, bersabda : “ Telah datang kepadamu Ramadhan, Bulan yang dipenuhi berkah. Allah Azza Wa Jalla mewajibkan kamu berpuasa padanya. Pintu-pintu langit dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup, dan selama Ramadhan itu para setan di belenggu. Allah memiliki satu malam dalam malam bulan ramadhan yang nilainya lebih baik dari 1000 bulan. Siapa yang dihalangi kebaikannya, sungguh ia tidak akan mendapatkan apa-apa."

Imam Al-Ghazali menjelaskan, puasa adalah setengah dari kesabaran sedang pahalanya melampaui batas dan hitungan. Sebagaimana sabda nabi Muhammad megenai keistimewaan puasa, “ Demi dia yang ditangan-Nya, terletak hidupku, napas orang yang sedang berpuasa tercium lebih segar dan lebih menyenangkan dihadapan Allah SWT dari pda keharuman misk(kasturi)."

Puasa berarti amalan bathiniah yang dilakukan dengan kesabaran. Ibadah ini merupakan metode terbaik memagemen diri dan syahwat. Puasa merupakan alat untuk memerangi musuh Allah. Musuh itu adalah ego manusia yang bekerja lewat nafsu dan amarah yang tidak semestinya. Nafsu dan amarah ini akan menjadi semakin kuat dengan makan dan minum. Sebagaimana sabda nabi Muhammad : “Sesungguhnya setan itu memengaruhi anak Adam dengan merasuki aliran darah mereka. Maka sumbatlah jalan-jalannya itu dengan lapar.”

Banyak keutamaan dan kemuliaan di bulan Ramadhan bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Allah mengirimkan beribu rahmat, menghapus dosa-dosa. Dosa setaun lalu dan dosa yang akan datang. Kita sebagai umat islam berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan. Akan tetapi kita tidak pernah tau apakah amal ibadah kita diterima oleh allah atau tidak selama bulan Ramadhan. Sudah menjadi keniscayaan bahwa sebagai umat muslim kita harus berdoa kepada allah Ta’ala.

Kebanyakan diantara kita merasa  bahagia di bulan Ramadhan, maka beda halnya dengan para sahabat dan salafus shalih. Mereka sedih bukan main memanjatkan doa agar diterima amal kebaikannya dan diberi keistiqomahan dalam menjalankan ibadahnya.

Kita tidak tau pasti apakah kita masih menjumpai Ramadhan pada tahun berikutnya. Kita hanya bisa berharap dalam doa agar amalan ibadah kita di ijabah oleh Allah sWT dan konsisten beramal sepanjang waktu hingga diperjumpakan dengan Ramadhan Tahun depan. Amin.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment