Pengalihan Besar diatas Hal Besar (Pengeboman sebagai pengalihan perpindahan kedubes AS untuk Israel di Yerussalem) Benarkah?

Penulis : Dita Resti

    Minggu (13/05/18) tiga gereja di kota Surabaya dikacaukan dengan bom bunuh diri oleh satu keluarga yang menjadi tersangkanya. Namun, kejadian naas tersebut sudah pasti ada dalangnya, otak dari para teroris yang menjadi tersangka. Mereka yang menggerakkan boneka melalui para teroris dengan berdalih melaksanakan jihad melalui paham agama yang salah dan sesat. Teroris bom bunuh diri tersebut telah disesatkan dan pikiran mereka dicuci dengan paham radikal.

Mereka menyebut dirinya ISIS, siapa yang tak tahu kedok ISIS, kelompok paham radikal yang lahir dari negeri paman sam Amerika. Ketika seluruh masyarakat Indonesia dibuat lengah. Amerika memanfaatkan kesempatan tersebut.

     Belum surut dari kabar duka yang terjadi di beberapa gereja di Surabaya, yang menyisakan isak tangis dan luka trauma mendalam bagi para korban dan masyarakatnya. Kini isu panas tengah datang dari negeri paman sam, yang memindahkan kedubes atas Israel ke Yerussalem. Selasa (15/05/2018), kedubes Amerika atas Israel berhasil mangambil alih tanah Palestina yang  bertahun-tahun lamanya dipertahankan oleh penduduk asli Palestina dengan pertumpahan darah. Tak sedikit dari mereka gugur menjadi pahlawan, bukan gugur menjadi korban. Karena, mereka menyatukan kekuatan untuk melindungi tanah airnya, orang tua, wanita, bahkan anak-anak rela berperang demi mempertahankan apa yang sudah menjadi hak nya. Namun faktanya, AS yang memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke Yerussalem justru membuat perjuangan rakyat Palestina yang gigih dalam mempertahankan semua itu sirna seketika.

     Keputusan Amerika yang  sepihak tersebut membuat anggota DPR RI dari Fraksi PKS Abdul Kharis Almasyhari, mengutuk dan mengecam mereka. Menurut beliau, Amerika seperti tidak menganggap ada 128 negara yang menentang Amerika Serikat untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, termasuk Indonesia.

     Dilansir dari laman teropongsenayan.com “Saya mengutuk dan mengecam langkah Amerika Serikat yang tidak menghormati putusan Sidang Darurat Majelis Umum PBB, bagaimana kami akan menghormati langkah Anda jika Anda tidak menjalankan dan menerima keputusan seakan kami 128 negara tidak ada,” tegas anggota DPR RI dari Fraksi PKS ini.

     Bagaimana bisa Amerika menerobos masuk melalui wilayah Timur Tengah yang jelas hal itu seperti telah mendeklarasikan perang dan bisa saja menghancurkan perdamaian bagi negaranya sendiri. Jelas saja Kharis tidak akan semena-mena menerima keputusan sepihak AS yang memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke Yerussalem ini. Karena Indonesia dan 127 negara ada bersama rakyat Palestina untuk mempertahankan negara yang seharusnya merdeka, serta Indonesia akan berjuang pula dalam menegakkan toleransi perdamaian antar umat beragama di Indonesia dari serangan paham radikal.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment