KEMISKINAN MENGANTARKAN KESUKSESAN

Oleh : moh. Ali Musa
Mahasiswa PBA IAIN Madura

Orang miskin kalau dipandang dari sisi depan, akan terlihat hina, seakan-akan tidak mempunyai kemampuan dalam berbuat apa, dan kadang kala ia akan dicaci maki oleh orang lain, bahkan kadangkala diolok-olok oleh orang menganggap dirinya kaya. Padahal pada hakikatnya orang tersebut, kalau disisi Allah SWT sangat mulia, apalagi orang ahli ibadah, yang tak pernah lalai dalam melaksanakan perintah Allah SWT, yang hidupnya takpernah memikirkan dunia, walaupun hidup sangat sederhana sekali.

Apalagi zaman yang sekarang ini, kehidupan serba nyaman, semua kebutuhan mudah didapatkan, dan kemajuan globalisasi tambah pesat. Namun hal itu tidak akan menjadi daya tarik bagi dia untuk hidup kaya, yang penting hidup selalu mengerjakan kebaikan, dan sering menolong sesamanya. Orang miskin itu kalau menolong sesamanya tidak pernah menyerah, karena dilubuk hatinya itu tersimpan kasih sayang,  yang kasih sayang itu tidak bisa diukur dengan apapun sehingga dia itu sangat senang sekali kalau menolong sesamanya.

Itulah yang mengantarkan kesuksekan, karena ada pepatah mengatan” jika seseorang berbuat baik, maka suatu saat kebaikan itu, akan kembali pada dirinya” hal itu biasa hanya orang-orang miskin yang senang berbuat baik, dan tak pernah minta pambri kepada siapapun. Dan pekerjaan inilah yang banyak mengantarkan kesuksesan dalam hidupnya. Karena pada hakikatnya, orang yang sukses itu, kadang kala lewat dari sesamanya, bahkan ada juga orang yang sukses itu lewat dari orang yang pernah dia tolong.

Maka tidak asing lagi bagi yang senang menolong orang, suatu saat pasti akan ditolong oleh orang. Hanya saja kita tidak menyadari dan tidak yakin dengan hal itu, padahal kalau kita yakin pasti oleh yang maha kuasa akan dibalas yang setimpal denagan apa yang dikerjakan atau yang ditolong. Untuk itu, kita sebagai makhluk sosial tidak asing lagi dalam membantu sesamanya.

Bahkan hal yang sepele itu, yang mengantarkan kita kesuksesan dan tercapainya semua cita-cita kita. Seperti artikel yang ditulis oleh Aref Maulana, yaitu goerge Charles boldt, yang mendapatkan sebuah hadiah dari seorang peria yang bernama William Waldorf Astor (peria tua). Yang dulunya pernah ditolong oleh Charles pada saat Waldorf beserta istrinya yang ingin menginap disebuah hotel, ternya hotelnya sangat sempit sekali dan tidak layak untuk ditempati dua orang. Maka pada waktu itulah ketemu dengan Charles yang pekerjanya sebagai resepseonis yang telah sudi untuk menolong kedua orang tersebut.

 Setelah dua tahun kemuan Charles Boldt dibeliin tiket untuk jalan-jalan ke New York dan meminta anak muda tersebut untuk berkenan menjadi tamu pasangan tua terssebut. Setelah sampai di New York peria tua tersebut mengajak anak muda itu ke sudut jalan antara Fifth Avenue Thirty Fourth Street. Ia menunjukkan sebuah bangunan baru yang luar biasa megah dan mengatakan, “Itulah hotel yang saya bangun untuk kamu kelola.

Pada sejak itulah Charles Boldt (anak muda) mengelola hotel yang sangat megah dan itu merupakan hadiyah yang dulunya pernah menolong orang tua tersebut, dengan sebab itulah anak muda tersebut menpunyai yang skarang menjadi hotel yang terkenal di New Yort.

Dari kisah tersebut, kita dapat mengambil hikmah, karena disamping dia hanya bekerja di hotel yang hidupnya sangat sederhana, dia secara tiba-tiba bisa mendapatkan hotel yang sangat megah, Dengan hasil perbutan yang tidah begitu berharga menurut dia, padahal yang itu sangat berharga bagi orang lain, sehingga mendapatkan balasan yang tidak terduga oleh kita.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment