Cinta yang sebenarnya

Oleh: Andia Rizka Maulina
Mahasiswi IAIN MADURA

cinta adalah perasaan, perasaan yang saling memiliki, memenuhi dan saling pengertian yang diberikan oleh Allah SWT kepada makhluknya. Ibnu qoyyim rohimahullah mengatakan. “orang yang saling jatuh cinta tidak ada kenikmatan bagi hatinya yang melebihi nikmatnya mendengarkan perkataan orang yang dicintainya. Oleh karena itu bagi mereka yang mencintai Allah tak ada kelezatan melebihi lezatnya mendengarkan lantunan Alqur’anul karim.

Cinta akan meminta semuanya dari dirimu, pikiranmu, perhatianmu, bahkan disaat lelapmu. Dengan cinta hidup akan lebih bermakna, namun bila salah dalam mengartikannya, cinta itu sendiri akan berubah menjadi nestapa. Cinta yang mulia akan membawa seseorang pada kehidupan yang lebih baik. Karena cinta manusia jadi terhormat, dan karena cinta pulalah  manusia menjadi nista dan terhina.

Berbicara tentang cinta bukan saja tentang perasaan antara dua sejoli, akan tetapi banyak sekali disini jenis cinta, diantaranya adalah cinta teman, orang tua, dan lain sebagainya. Cinta juga dapat terbagi menjadi dua cinta karena Allah SWT atau yang biasa disebut dengan cinta hakiki (cinta yang sebenar-benarnya cinta), dan cinta karena selain Allah yaitu cinta hawa nafsu atau bisa dikatakan sebagai cinta palsu.

Cinta karena Allah dilandasi oleh aqidah dan disalurkan dengan cara yang benar dan Ridhoi Allah SWT yaitu dengan cara menikah. Sebaliknya cinta yang bukan karena Allah hanya akan dilampiaskan untuk memenuhi hawa nafsunya. Cinta terhadap lawan jenis adalah ayat dari ayat-ayat Allah. Maka janganlah kecintaan kita terhadap sesuatu membuat kit lalai terhadap perintahNYA, karena hakikat cinta yang sesungguhnya adalah menjaga dari hal hal yang membuatNYA murka.

Karena sesungguhnya kebahagian sejati adalah ketika kita bisa mendapatkan cintaNYa. Allah SWT telah memberikan petunjuk kepada kita seorang hamba bagaimana  cara mendapatkan kecintaanNya. Allah SWT berfirman : “katakanlah, jika kamu (benar-benar) mencintain Allah, ikutilah aku, nisca Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah maha pengampun lagi maha penyayang.” (Qs. Ali-imran: 31).

Cinta bukan sekedar bab munakahat, tapi juga bab keimanan, cinta bukan sekedar aku dan kamu, tapi aku, kamu dan Dia, cinta itu diam-diam mendoakan, seperti Fatimah yang diam-diam mendoakan Ali. Cinta itu ikhlas, seperti salman yang merelakan seseorang yang dicintai menikah dengan sahabatnya. Dan cinta tertinngi adalah kecintaan seorang hamba terhadap RabbNya.

Dan soal cinta, bebicara tentang mereka yang menjaga, bukan siapa cepat dia dapat atau siapa cepat dia hebat atau siapa dapat dia hebat, tetapi berbicara tentang siapa kuat dalam taat. Dan soal cinta, pasti tentang jodoh. Bukan siapa yang baik untuk mu tapi seberapa baik dirimu. Karen cinta itu menjaga, hanya untuk mereka yang terjaga maka dari itu teruslah menjaga untuk selalu menjadi baik, karena yang baik hanya untuk yang baik. Teruslah menjaga untuk waktu yang tepat, karena cinta yang tepat hanya ada pada waktu yang tepat.

Sebagaimana firman Allah yang telah dicantumkan didalam ayat alqur’an yang artinya:”wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji pula. Dan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yng baik pula.” (Qs. An nur: 26)

Nama :andia rizka maulina
Tetala :pamekasan 07 April 1997
Alamat : DSN Pos Tlanakan
Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab
Institute Agama Islam Negri Pamekasan

Respon Pembaca.

1 comments:

Alfian Roby said...

cintai ususmu

Post a Comment