Cadarku Bukan Teroris

Jatimaktual.com, Opini,- Sebagaimana fenomena pengeboman di surabaya pekan lalu, dimana diduga pengeboman tersebut merupakan bom bunuh diri, dan beritanya keluarga tersebut merupakan keluarga yang berniqab (bercadar) maka timbul lah asumsi bahwa wanita bercadar merupakan teroris.  Selang waktu pengeboman tersebut dalam jangka waktu yang tidak lama, terjadilah fenomena dikeluarkannya sepasang suami istri yang berniqab dari salah satu bus di  tulungagung, karena mereka menganggap bahwa mereka yang berniqab merupakan bagian dari teroris, dan dikhawatirkan terjadi pengeboman tak terduga dalam bus tersebut. Sebelum kita memasuki pada inti pembicaraan, kita harus mengetahui dahulu, apa ati teroris dan niqab (cadar) sebelumnya, kita spesifikkan pada pengertian teroris dan niqab menurut pandangan islam, apa itu teroris dalam pandangan islam? Dan apa itu niqab dalam kaca mata islam? Kita mulai dari teroris.

Teroris dalam pandangan islam tindakan yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan, dalam usaha untuk mencapai suatu tujuan (terutama tujuan politik).  Teror adalah perbuatan sewenang-wenang, kejam, bengis, dalam usaha menciptakan ketakutan, kengerian oleh seseorang atau golongan. Sesuai dengan pengertian tersebut, sesungguhnya telah jauh dari konsep islam sebenarnya yang tidak memperbolehkan kekerasan dan kejahatan dalam bentuk apapun, sesuai dengan HR. Ahmad Juz 7, hal. 410, no 20874 : kejahatan dan perbuatan jahat, keduanya sama sekali bukan ajaran islam. Dan orang yang paling baik akhlaqnya. (HR. Ahmad Juz 7, hal. 410, no. 20874).

Setelah kita mengetahui makna teroris dalalm pandnagan islam, tentunya kita juga harus mengetahui apa itu niqab (cadar) dalam pandangan islam? Niqab, niqab dalam bahasa arab berarti cadar,  niqab juga berarti satir atau penutup, sebagaimana telah kita ketahui bahwasanya dalam islam ada kalanya wanita muslimah memakai niqab tersebut dengan tujuan menjalankakn syari’at islam, tentunya tidak semua wanita muslimah mengenakan yang namanya niqab, karena كل رأس رأي  tidak semua orang mempunyai pemahaman dan pandangan yang sama tentang niqab, karena dalam islam ada empat madzhab yang ke empat-empatnya tersebut beda dalam hukum dan pandangan, ada yang mewajibkan ada pula yang mensunnahkan untuk mengenakan niqab. Baik, kita buang dulu tentang madzhab-madzhab tersebeut, kita bahasa hukum niqab secara umum saja. Setelah kita mengetahui arti atau makna dari cadar dan teroris dalam pandangan islam, pastinya kita mengetahui bahwasanya orang yang bercadar atau berniqab tersebut tidak lantas semua yang berniqab itu disebut teroris dan dilecehkan sebagaimana fakta sekarang. Dimana fakta menguak tentang seorang wanita bercadar dipasikan teroris, hanya karena satu fenomena yang terjadi di pekan lalu, fenomena bom bunuh diri, yang keluarga tersebut mengenakakn cadar/ niqab, lantas, apakah dengan fenomena tersebut orang yang berniqab pantas dikatakan seorang teroris? Bukankah agama islam itu agama yang damai, tenang dan tentram? 

Akhwat fillah, tentunya kita sebagai ummat islam kita tidak bisa semena-mena menghakii orang lain dengan mengatakan bahwa wanita yang berniqab itu teroris, sekarang, jika pandangan masyarakat tentang niqab itu menyebabkan pikiran mereka berpikir bahwa itu teroris, maka pertanyaan nya apakah orang yang tidak mengenakan jilbab atau mengenakan baju terbuka itu bisa dikatakan pelacur? Tentuya tidak, kita tidak bisa menetapkan orang yang bercadar itu teroris, dan orang yang memakai pakaian terbuka itu pelacur. Karena boleh saja mereka berbeda dalam pandangan, boleh saja mereka beda paham dan aliran bukankah begitu? Tentunya seperti ya ikhwan fillah.

Wanita muslimah dalam islam dianjurkan untuk menjulurkan hijabnya untuk menutupi auratnya dan menunddukkan pandangan laki-laki darinya, sebagaimana yang difirmankan allah dalam kitabnya “  وقل للمؤمنات يغضضن من أبصارهن ويحفظن فروجهن ولا يبدين زينتهن إلا ما ظهر منها وليضربن بخمرهن على جيوبهن ولا يبدين زينتهن إلا لبعولتهن أو أبائهن أو أباء بعولتهن آلخ....."  (QS. An-nur ayat:31). Dalam ayat tersebut telah dijelaskan bagi wanita muslimah harus menutup auratnya dengan kerudung, setelah membaca ayat tersebut, tentunya kita tau mengapa alas an wanita muslimah mengenakakn hijab, dan masalah cadar, dalam islam ada yang mengatakan bahwa cadar itu bagian dari hijab, karena dengan mengunakan hijab dengan disertai cadar atau niqab,  maka diyakini akan mengurangi dan akan menundukkan pandangan laki-laki ajnabi dari dirinya. 

Jadi dapat disimpulkan bahwasanya cadarnya seorang muslimah tidak bisa kita katakana sebagai teroris karena apa? Karena wanita muslimah tersebut mempunya niat untuk menjaga auratnya dan pandangannya maupun pandangan laki-laki ajnabi dari dirinya, karena wanita sholehah dalam alquran adalah wanita yang taat kepada allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena allah telah memelihara mereka dalam ayatnya surat an-nissa’ ayat:34 فالصالحات قانتات حافظات للغيب بما حفظ الله dalam ayat tersebut sudah dijelaskan tentang definisi waita sholehah dalam firman-Nya, dimana dapat dikatakan bahwa wanita yang berusaha menjalankakn syari’at allah itu berusaha untuk menjadi wanita sholehah sesuai dengan kriteria alqur’an, jadi jangan pernah dikatakan lagi bahwa cadar seorang muslimah itu adalah bagian dari teroris, karena dalam islam tidak diajarkan teror meneror. Sekian terimakasih semoga bermanfaat.

Oleh. Lailatus Sholihah.
IAIN MADURA

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment