Aksi Tolak UKT Ricuh, Pimpinan Adu Cekcok dengan Mahasiswa -->
Cari Berita

Aksi Tolak UKT Ricuh, Pimpinan Adu Cekcok dengan Mahasiswa

Wednesday, May 23, 2018

Jatimaktual.com, Jember, - (23/05/18) Ratusan mahasiswa IAIN Jember menolak kenaikan UKT dengan Aksi turun jalan di depan akademik IAIN Jember. Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Peduli Kampus (GPK) menyuarakan aspirasi mahasiswa baru 2018 yang mendapat UKT mahal. Aksi tersebut berlangsung sejak jam 08.00 sampai jam 12.00

 Aksi long march dimulai  dari samping Gedung GKT sampai ke depan akademik. Peserta kemudian melakukan teatrikal, orasi, hingga bakar ban. Setelah sekitar satu jam aksi dimulai, pimpinan datang untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa. Mereka adalah Nur Solikin Warek I, Ahmad Mutohar Warek II, dan Sukarno Warek III.

Disaat Penyampaian aspirasi oleh mahasiswa, dan direspon oleh pimpinan, disitu terjadi debat dan saling bentak antara mahasiswa dan pimpinan. Emosi meluap karena pimpinan enggan menandatangani kesepakatan yang dibuat oleh mahasiswa.

Sumaidi selaku korlap mengungkapkan "kami tidak takut dengan siapapun, presiden saja mampu diturunkan oleh mahasiswa apalagi cuma pimpinan kampus. Jika pimpinan tidak mau tanda tangan, maka akademik akan kami segel dan kampus akan di vakumkan". Menanggapi hal itu Warek I Nur Solikin emosi dan mengajak mahasiswa untuk adu pukul. "Ayo pukul saya kalau berani. Kalau kalian menyegel akademik akan berhadapan dengan saya". Ungkapnya.

Setelah lama bersitegang, kemudian pimpinan mengajak perwakilan mahasiswa untuk bernegosiasi di ruang madya. Dari hasil negosiasi, pimpinan akan memenuhi tuntutan mahasiswa dan akan menambah kuota UKT golongan I yang berjumlah 0-400.000. Namun, kesepakatan itu tetap menunggu kedatangan Rektor IAIN Jember yang saat itu masih ada di Samarinda.

"Jangankan hanya lima persen, kami tidak akan membatasi mahasiswa yang mengajukan keringanan UKT asalkan persyaratan nya dilengkapi". Ungkap Rektor IAIN Jember melalui telpon di saat forum negosiasi.

Akhirnya, peserta aksi turun dan membubarkan barisan sembari menunggu keputusan Rektor untuk memenuhi tuntutan mahasiswa yang diantaranya, memperjelas informasi pengajuan keringanan UKT, memperpanjang masa pengajuan, memperbaiki sistem informasi, dan menambah kuota penerima UKT golongan satu.

Mahasiswa akan turun jalan lagi besok untuk menagih janji rektor, dan apabila tetap tidak dipenuhi, maka kampus akan di vakumkan. (azz)