Kopri PC PMII Banyuwangi Sayangkan Tontonan Tak Senonoh Di Gedung PEMDA.

JATIMAKTUAL, BANYUANGI,- Banyuwangi yang dikenal dengan kota pariwisata dengan kearifan lokalnya yang kental dan kuat, tiba-tiba ramai dan tercoreng di publik. Hal tersebut terjadi disebabkan adanya Tarian Erotis pada ajang pameran mobil modifikasi di Gedung Wanita milik Pemerintah Daerah (PEMDA) Banyuwangi. (01/04/18)

Fina Mawadah yang merupakan salah satu aktivis perempuan di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banyuwangi menyayangkan dengan terselenggaranya penampilan yang diluar batas tersebut. Menurutnya hal tersebut berlebihan dan murni kesalahan PEMDA. Menurutnya, PEMDA sebagai pemilik tempat harusnya memberikan standarisasi saat proses peminjaman.

"Tarian striptis yang terjadi bukan kecolongan tapi kesalahan PEMDA Banyuwangi, sebab peminjaman tempat publik tentunya harus ada standarisasinya, bukan dibiarkan begitu saja." Tegas Fina selaku ketua Korp PMII Puteri (KOPRI) PC PMII Banyuwangi.

Fina menambahkan, dengan terselenggaranya acara yang kurang pantas di Gedung Wanita Jl. R.A Kartini tersebut jelas mencoreng nama baik Banyuwangi yang dikenal dengan kota pariwisata berbasis kebudayaan lokal.

Fina mengaku kaget dan miris saat mendengar informasi tentang tari erotis perempuan dengan membuka aurat. Hal tersebut tak pantas diselenggarakan di gedung Wanita.

"Berliuk-liuk memperlihatkan kemolekan tubuhnya. hal tersebut sangat tidak pantas terjadi di gedung milik Pemda." Tambah Mahasiswi Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 Banyuwangi, tersebut.

Belum lagi, Kata Fina, bulan April merupakan hari lahirnya pahlawan perempuan, RA Kartini. Sangat tak wajar jika diwarnai dengan kegiatan yang tak senonoh semacam tari erotis tersebut.

"Bulan April adalah bulan kelahiran R.A Kartini. yang merupakan sosok pahlawan perempuan, kok malah diwarnai kegiatan yang dibumbui dengan tari erotis. mirisnya lagi dilaksanakan di Gedung Wanita." Tegas perempuan kelahiran Lampung tersebut.

Pihaknya berharap, ada tindakan dan langkah tegas dari pemda kepada penyelenggara.

"Pemda harus bertindak tegas dan mengambil langkah yang jelas dalam menyikapi masalah ini, sebab ini jelas mencoreng nama baik Banyuwangi dan menciderai moral kebangsaan dalam menghargai jasa pahlawan." Tutup Fina.

Penulis: AM
Publisher : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment