KOMAD Soroti Kinerja Polres Pamekasan Dalam Kasus Pemerkosaan Anak Dibawah Umur

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Tiga tersangka kasus pemerkosaan anak dibawah umur yang menimpa warga Dusun Bajur, Desa Tolonto Rajeh, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, terkesan dibiarkan begitu saja, Senin (16/04/2018).

Zaini Wer Wer, Katua Lembaga Swadayan Masyarakat Komonitas Monitoring dan Advokasi (LSM KOMAD), menilai kinejra Polres Pamekasan lamban dan terkesan tak serius menangani kasus tersebut.

"Saya mendesak pihak Polres Pamekasan agar segera menangkap para pelaku pemerkosaan yang terjadi di Kecamatan Pasean. Karena perbuatan amural itu sangat mencederai kota Gerbang Salam ini, dan juga menistakan ajaran agama Islam," ucak Wer Wer.

Pihaknya akan tetap memperjuangkan kasus pemerkosaan anak dibawah umur itu, lantaran pihak korban harus menanggung beban yang berat.

"Kasihan pihak korban, dia harus menanggung beban berat aib dan tekanan secara psikologisnya. Jadi berharap Ormas lainnya bersama-sama membela yang lemah dan memperjuangkan keadilan," ungkapnya.

Wer Wer menambahkan, agar kasus tersebut segera ditangani, jika tidak pihaknya akan melakukan gerakan.

"Berharap Polres Pamekasan betul-betul serius dalam menangani kasus tersebut. Jika tetap dibiarkan, kami akan melakukan audiensi," tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP. Hari Siswo Suwarno mengatakan, bahwa 1 tersangka dari 4 tersangka sudah diamankan, sedangkan yang 3 masih dalam proses DPO (Daftar Pencarian Orang)

"Yang jelas, 3 tersangka dalam proses hukum (DPO). Informasi yang kami dapat, ketiga DPO itu melarikan diri keluar daerah," ungkap Hari.

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment