Kasus Vaksin Difteri Lanjut ke Komisi IV DPRD Pamekasan

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Forum Lembaga Masyarakat Swadaya Masyarakat (LSM) Pamekasan melakukan audiensi pada komisi IV tekait Insiden terjadinya korban Vaksin Difteri di Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang terjadi pada (11 Februari 2018) lalu.

Hadir di acara tersebut, Komisi IV DPRD pamekasan, Kepala Dinas kesehatan, Beberapa kepala dinas dan Kepala UPT. Pukesmas serta peserta Forum LSM Pamekasan.Kamis, (01/03/18).

Ribut Baidi Selaku Ketua Forum LSM Menyapaikan Dalam tuntutan tersebut,  yang di sampaikan di depan  Komisi IV DPRD Pamekasan dan kepala Dinas kesehatan diantaranya:

  1. Meminta DPRD Komisi IV pro aktif memonitor kejadian suntik  vaksin Difteri di Kecamatan Kadur dengan turun ke lokasi kejadian bersama Dinas Kesehatan dan melibatkan semua pihak, baik dari unsur Kepolisian Resort Polres Pamekasan juga Forum LSM Pamekasan.
  2. Meminta Dinas Kesehatan bertanggung jawab penuh terhadap korban atas kerugian materi Biaya perawatan, baik di rumah sakit maupun di rumah korban;
  3. Meminta Dinas Kesehatan menta maaf secara langsung dan terbuka kepada pihak yang di rugikan (Pemilik lembaga dan orang tua korban) melalui media dalam minggu ini;
  4. Menghentikan sementara program suntik vaksin difteri secara keseluruhan di kabupaten Pamekasan sampai ada kejelasan hasil akhir  dari vaksin yang diteliti di BPPOM Surabaya, apakah Vaksin tetsebut bener- bener steril dan tidak berbahaya.
  5. Meminta Polres Pamekasan Pro aktif menyampaikan kepada Masyarakat hasil penyelidikanDengan kejadian korban vaksin difteri.

Dalam sesi wawancara dengan ketua LSM Pamekasan Ribut Subaidi Menjelaskan, 
"Kalo memang Vaksin tidak bermasalah kenapa kita harus tolak, Kalo vaksin ini bermasalah alangkah lebih baik program ini di berhentikan sementara, bukan rangka menghalang-halangi pemerintah tidak, ditimbang ada korban banyak maka perlu ada evaluasi dari kejadian tersebut, dari pihak-pihak terkait Pemerintah Pamekasan," harap ketua LSM di depan awak media.

Subaidi menambahkan dengan adanya permintaan pertanggung jawabkan kepada pihak terkait, ini salah satu bentuk tanggung Jawal LSM pada masyarakat.

"Ini salah satu bentuk tanggung jawab LSM pada masyarakat untuk menyampaikan kepada pihak-pihak terkait tentang kejadian, kerugian baik dari materi maupun bukan materi, alhamdulillah Respon Komisi IV Cukup baik," jelasnya Subaidi.

Kepala bidang  Kesahatan Pencegahan pengendalian Penyakit Propensi Jawa Timur (P2PJawa Timur), Ansarul Mahruda menjelaskan terkait dugaan Korban Vaksim Difteri dalam sesi wawancaranya.

"Pada prinsipnya kami selaku Dinas Kesahatan  Propinsi Jawa Timur mengikuti terus terkait dengan kejadian yang minggu itu, termasuk hal- hal yang lebih konsen dari kami apakah betul ini akibat dampak langsung dari kejadian imunisasi, klo ini terbukti ada dampak langsung pasti ada kebijakan nasional yang akan bertindak," jelasnya Ansarul selaku kepala bidang.

Dia juga menjelaskan terkait pemeriksaan Obat Vaksin, tempat penyimpanannya bahwa semua tidak ada masalah, semuanya baik.

"Saya lihat Vaksinya tidak ada masalah. Saya lihat penyimpanannya tidak ada masalah, tinggal kita membuktikannya biar BBPOM saja yang jelaskannya," imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak BBPOM masih belum menjelaskannya. (Dur/Isol)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment