Asal Tuding, Vinsensius Awey Menilai Panwaslu Surabaya Kurang Profesional

Jatimaktual.com, Surabaya,- Terkait kegiatan paslon Cagub Jatim nomor satu Khofifah Indar Paranwansa saat hadir dilingkungan Gereja Mawar Saron, menuai pro-kontra antara Panwaslu Kota Surabaya dengan Panwascam Sukomanunggal.

Komisioner Panwaslu Kota Surabaya Divisi Hukum dan Penangganan Pelanggaran, Novli Thyssen menilai kegiatan tersebut berpotensi melanggar larangan kampanye dalam pelaksanaan pilkada.

"Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 tentang pemilukada pasal 69 huruf i secara tegas melarang setiap pasangan calon untuk berkampanye di tempat ibadah. Hasil pengawasan yang kami temukan telah cukup bukti dan akan kami proses secara hukum," kata Novli dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (1/3/2018).

Namun hal tersebut spontan mendapat bantahan dari Robert Panwascam Sukomanunggal, menurutnya kegiatan itu tidak ada jenis pelanggaran apapun.
"Bu Khofifah datang kemarin itu murni kunjungan silaturrahmi, untuk mempererat masyarakat Jatim dilintas agama, jadi bukan dalam rangka kampanye," ucapnya, Jumat (2/3/2018).

Robert juga menegaskan bahwa acara kunjungan Khofifah tidak ada acara pemaparan visi dan misi sebagai Cagub Jatim, dan juga tidak ada alat peraga kampanye.

"Karena saya juga sempat klarifikasi langsung, dan saya dipersilahkan masuk, jadi tidak benar kalau dikatakan tertutup," tegasnya.

Kategori kampanye itu sambungnya, dibarengi dengan pengumpulan massa, pemasangan alat peraga kampanye dan lain-lain.

"Kemarin itu disana tidak ada semua, makanya saya sudah membuat laporan berita acara resmi ke Bawaslu yang diterima langsung oleh Ketua yakni bapak Hadi Margono, yang isinya tidak ditemukan pelanggaran di kegiatan tersebut," sambung Robert.

Tidak hanya itu, ia juga menuturkan jika pernyataan Novli Thyssen terkesan terburu-buru bahkan subyektif, pasalnya tidak bertanya terlebih dahulu kepada jajaran dibawahnya (Panwascam) yang kala itu juga berada dilokasi acara.

"Dia (Novli Thyssen-red) berkomentar itu kan tanpa konfirmasi ke kita, kalau dikatakan acara digelar ditempat ibadah itu juga keliru, karena acara silaturrahmi berlangsung di ruang kantor sekretariatan Sinode, bukan didalam Gereja, apalagi dia itu datang pada saat kegiatan sudah selesai, jadi tidak tahu yang sebenarnya," bantahnya.

Sementara terpisah, kejadian itu direspon tegas oleh politisi partai Nasdem Surabaya Vinsensius Awey yang pada saat itu turut mendampingi Khofifah yang berkunjung ke kantor Kesekretariatan Sinode Gereja Mawar Sharon, dikawasan ruko Sukomanunggal Town Square Surabaya. Ia menilai bahwa Panwaslu asal tuding dan bekerja kurang profesional.

"Saya hadir dan berada disana saat ada komplain dari Panwaslu, karena saya memang mendampingi ibu Khofifah sowan ke pengurus Sinode Gereja Mawar Sharon, tetapi saya lebih baik mendengarkan ketimbang harus berdebat kusir," tandasnya.

Menurut anggota Komisi C DPRD Surabaya yang dikenal kritis itu, acara silaturahmi Khofifah tersebut tidak dalam suasana Ibadah dan bukan bertemu didalam rumah ibadah Gereja melainkan dikantor kesekretariatan sinode Gereja Mawar Sharon, di ruko sukomanunggal town square.

"Dan juga tidak melakukan pertemuan tertutup, karena terakhir juga hadir di ruang itu dua panwascam yang dipersilahkan masuk kedalam. Namun media memang tidak diperbolehkan masuk dan meliput karena tuan rumah merasa tidak terbiasa berbicara ditengah bidikan kamera, dan ada kekhawatiran oleh tuan rumah terkait isi pemberitaannya" pungkas Awey. (ATH)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment