Ketua Ombursman Kalsel, Penahanan Syahiduddin Merupakan Tindakan Berlebihan

Jatimaktual.com - Banyak yg bertanya soal penahanan Syahiduddin oleh Kejaksaan kepada saya. Mungkin krn saya dianggap tahu masalah tsb atau dianggap putra daerah yg selalu mengikuti perkembangan dinamika politik di kabupaten Kotabaru. Sabtu (24/2)

Menurut Keterangan Noorhalis Majid,
Ketua Ombursman Kalsel, "  Saya hanya mendengar sepintas soal syahiduddin atau Iid yg dilaporkan KNPI Kotabaru krn membuat pernyataan di medsos, bahwa lomba bagarakan sahur perbuatan sia-sia ". jelasnya. 

Ditambahkan Noorhalis, Semula ketika mendengar kasus ini ditangani kejaksaan, saya tertawa. Karena saya pikir,  ini pasti guyon. Tidak mungkin perkara sepele ini ditangani Aparat Penegak Hukum dan  beresiko hukum badan. Tapi setelah mendengar kabar Iid ditahan kejaksaan, dan ditetapkan sbg tersangka, maka menurut saya ini berlebihan.

Kalau hal seperti ini diseret sebagai perkara hukum, maka berarti sudah tidak ada lagi kebebasan bersuara. Kebebasan menyampaikan pendapat dan pemikiran. Kasus spt ini akan jadi preseden buruk utk kasus lainnya yg pasti sangat banyak.

Terakhir Noorhalis menutup mengatakan, Menurut saya, boleh saja org lain mengatakan lomba bagarakan sahur itu perbuatan sia-sia. Tidak ada yg salah. Hak org berpendapat. Apalagi kalau lomba tsb menggunakan dana APBD dan dilaksanakan oleh organisasi yg terbuka spt KNPI. Dan lomba tersebut dilakukan di ruang publik. Maka tidak ada yg salah dengan kritik Iid. Karena itu, ketika masalah tsb menjadi masalah hukum, saya sangat menyayangkan. Menurut saya itu sangat berlebihan. Seharusnya cukup didamaikan, saling memafkan di antara para pihak.

Karena itu, saya menyarankan agar diselesaikan secara adat saja. Saling bermaafkan. Jadikan ini pelajaran bagi semua pihak. Saya kira belum terlambat. Aparat dapat menjadi penengah. Kalau itu bisa dilakukan, maka semua pihak akan sangat terhormat, termasuk  aparat penegak hukum. Kalau aparat kesulitan jadi penengah, panggil para tetuha yg arif dan bijaksana, pasti mereka mampu mendamaikannya. Saya sangat berharap dan menunggu perkara sepele spt ini diselesaikan dg cara yg lebih terhormat, yaitu dg dialog, mediasi dan islah, berdamai secara adat. (MI)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment