Tolak Tambak Udang, Petani Berem Bersama Aktivis PMII Cabang Jember menggelar Isthighosah di Desa Sumberejo

JATIMAKTUAL, JEMBER,- PT. Seafer Sumber Rejeki lakukan perebutan lahan petani secara membabi buta, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Jember gelar istighosah bersama petani Desa Sumberejo Kabupaten Jember, Sabtu,(6/1/2018).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar perjuangan PC PMII Kabupaten Jember serta petani berem Desa Sumberejo dimudahkan, serta membukakan mata hati PT Seafer Sumber Rejeki yang melakukan perebutan lahan pertanian untuk dijadikan Tambak Udang.

Hal ini di benarkan oleh Ketua Umum PC PMII Jember, Adil Satria, "Istighosah malam ini ialah permohonan kepada Allah SWT agar perjuangan sahabat2 petani Berem dimudahkan," ujarnya.


"Kaberharap dapat membuka mata hati para pemodal besar yang ada di PT tersebut untuk melihat  secara seksama betapa mederitanya petani jika satu-satunya ladang pencarian hidupnya dirampas," tambahnya.


Sementara itu, Muhammad Al-Fayyadl, Kordinator Nasional Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) yang juga ikut hadir dalam acara tersebut berpesan untuk selalu memperjuangkan lahan yang dirampas.


"Kepada seluruh petani Berem yang saat ini mengalami kasus permasalahan dimana ruang lingkup kehidupannya di rampas harus kita perjuangkan, sebab tanah juga menjadi bagian kebutuhan dasar manusia untuk hidup," ujarnya.


"Saat ini tanah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan dasar manusia, dari sanalah mereka mendapat makanan dan juga air. Ketika tanahnya hilang, akan kehilangan juga sumber dasar kehidupannya", tuturnya.


"Acara isthigosah ini perlu kita istiqomahkan selain meminta pertolongan kepada Allah,  karena doanya orang yang di Dholimi yang berada di dalam jalan yang benar insyaallah akan diterima," tutupnya.


Acara ini juga dihadiri oleh Ketua MWC NU Kec. Ambulu dan sekitar 150 petani Berem serta kader PMII se-Kabupaten Jember.


Pewarta : (Red) bahar
Editor : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment