Tak Sesuai Komitmen, 4 Tempat Hiburan Karaoke Akan Kembali Dibuka -->
Cari Berita

Tak Sesuai Komitmen, 4 Tempat Hiburan Karaoke Akan Kembali Dibuka

Tuesday, January 30, 2018

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Usai Laskar Pembela Islam (LPI), Front Pembela Islam (FPI) dan Aliansi Ulama' Madura (AUMA) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, terkait adanya tempat hiburan karaoke yang akhirnya berhasil menutup beberapa tempat karaoke, Senin (22/01).

Namun, keberhasilan dengan ditutupnya tempat hiburan karaoke di Pamekasan ini menimbulkan pro dan kontra dari masyarakat sekitar, khususnya Ketua Paguyuban Pengusaha Hiburan yang sangat kontra dengan penutupan itu.

Ketua Paguyuban Pengusaha Hiburan, Agus Sujarwadi, menyampaikan, bahwa dirinya telah dikhiyanati oleh Pemkab Pamekasan dengan adanya penutupan tempat hiburan karaoke itu, lantaran tak sesuai dengan komitmen. Komitmen Pemkab yang tertulis itu yang disaksikan oleh banyak elemen, bahwa tempat hiburan karaoke yang berizin akan ditutup sementara, namun nyatanya mengatakan bahwa tempat hiburan karaoke itu ditutup permanen.

"Pemkab harusnya memahami prosedur yang ada, kita sudah berizin dan sesuai aturan. Sedangkan kesepakatannya adalah menutup tempat hiburan yang tidak berizin, bukannya yang sudah berizin," ucapnya.

Ketua DPC Partai Gerindra Pamekasan itu menjelaskan, bahwa dirinya bukan anti agama Islam, melainkan apa yang telah ia lakukan selama membuka tempat hiburan karaoke sudah sesuai, dan juga memberikan aturan-aturan yang ada bagi seseorang yang mau menyanyi.

"Saya bukan tidak setuju dengan slogan Gerbang Salam, tapi tentu caranya tidak seperti itu. Jika kami dinilai melanggar perda dan perbub mana buktinya?," tutur Agus.

Lebih lanjut, Agus menyampaikan, bahwa tindakan yang dilakukan Pemkab itu sangatlah tidak etis, dan malah justru memberangus semua tempat hiburan tanpa melakukan verifikasi.

"Seharusnya Pemkab menghanguskan tikus-tikus, bukan malah memberanguskan tempat hiburan," pungkasnya.

Seharusnya Pemkab melakukan tabayyun terlabih dahulu, bukan malah melakukan tindakan semena-mena seperti itu atas dasar desakan dari Ormas. Saya saja sebelum seperti ini juga melakukan tabayyun.

"Kalau pun semisal teknisnya yang keliru silahkan sampaikan, kami akan menaati dan kami siap bertanggung jawab," jelasnya.

"Kalau nanti kami tetap membuka, bukan kami yang salah, tapi Pemkab yang telah melupakan isi kesepakatan awal saat pertemuan 19 Januari lalu".

Pihaknya pun menyampaikan, bahwa pihaknya siap jika pihak dari Ormas ikut mengawasinya, serta pihaknya pada malam Minggu ini akan membukan kembali tempat hiburan karaoke.

"kalau ingin ikut mengawasi silahkan kami memperbolehkan. Kami akan membukan kembali 4 tempat hiburan karaoke itu malam Minggu nanti," tutup Agus.

Sementara itu, Yusuf Wibiseno, Kasi Penyelidikan menyampaikan, bahwa dirinya tidak tau benau terkait adanya surat komitmen yang disaksikan oleh Kapolres, Dandim, Sekda dan Pemilik Tempat Usaha itu, melaikan yang mengetahui semuanya Sekda Pamekasan.

"Kalok mengenai itu ke Sekda, artinya satu pintu, karena itu langsung kebijakan dari muspida kabupaten," ucapnya saat dihubungi melalui via telepon seluler.

Pewarta : Isol Crew JA