Tak Memikirkan Nasib Mahasiswanya, Mahasiswa STAIN Pamekasan Tulis Surat Terbuka

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Dengan adanya perubahan pembayaran registrasi uang kampus STAIN Pamekasan, yang awalnya membayar ke Bank BRI, kini STAIN Pamekasan memilih beralih ke Bank BRI Syari'ah demi keuntungan yang melimpah, tanpa memikirkan mahasiswa/i nya yang kesulitan untuk membayar registrasi tersebut.

Menanggapi persoalan itu, salah satu mahasiswa STAIN Pamekasan menuliskan surat terbuka kepada Pimpinan STAIN Pamekasan dan Pimpinan BRI Syari'ah.

====================================

SURAT TERBUKA

Kepada Yth Pimpinan STAIN dan Pimpinan Bank BRIS Pameksan

Assalamualaikum Wr. Wb.

Selamat siang bapak, ijinkan saya menyampaikan keluh kesah mewakili para mahasiswa STAIN Pamekasan. Mohon maaf saya menulis surat terbuka ini karena atas dasar keluhan mahasiswa  STAIN Pamekasan, agar kedua pimpinan lebih Transparansi kepada mahasiswa.

Bapak pimpinan yang baik, para mahasiswa mengeluhkan program kerjasama BRIS dengan pihak Kampus STAIN, sebab di nilai tidak ada kesiapan, Mohon maaf bukan kami ingin melawan kebijakan bapak rektor atau pimpinan BRIS tapi mohon ditinjau ulang kerjasama yang di sepakati.

Kami sangat setuju dengan kerjasana ini. Oleh karena itu sebelum bapak menyelenggarakan, ini sebetulnya ada beberapa hal yang harus di sosialisasikan kepada mahasiswa, agar kerjasama yang di bangun sama-sama merasakan manfaatnya.

Kenapa kami memilih membuat surat terbuka, karna ini menuai cibiran para mahasiswa STAIN Pamekasan.

Pertanyaan kami sederhana bapak: Apa dasarnya kerjasama dengan Bank BRIS?, apa kelebihannya Bank BRIS ini sehingga bisa menjalin kerja sama?, padahal mahasiswa di kampus STAIN banyak yang dari luar kota Pamekasan, ada yang dari Sampang, kemudian dari Sumenep, bahkan ada yang dari luar Madura. Dan ada sekitar delapan ribu mahasiswa, bahkan lebih.

Namun bukan semata-mata kampus dan Bank BRIS ini bukan milik pribadi saja. Kami merasa berat dengan kerjasama ini.

Berdasarkan temuan dilapangan:

  1. Mahasiswa untuk melakukan pembayaran UKT/SPP harus mengantri di luar kantor atau di depan Kantor BRI-S.
  2. Pelayanan yang diberikan tidak maksimal.
  3. Terlihat beberapa Mahasiswa duduk diatas sepeda motor dan trotoar untuk menunggu panggilan dari pihak Bank. Untuk bayar ke teler. Harus nunggu panggilan diluar Kantor.
  4. Untuk melakukan pembayaran. Mahasiswa terlebih dahulu harus di panggil oleh satpam yang menjaga. Kalo sudah dipanggil sama satpam. Iya masuk kedalam.
  5. Dari keluhan beberapa mahasiswa tersebut bukan malah mempermudah mahasiswa, justru malah sebaliknya, ketimbang tahun sebelumya.

Maka kami bertanya, bagaimana kok bisa ada kerjasama dengan kedua belah pihak tersebut? Kemudian bagaimana dengan mekanisme terkait UKT/SPP kok jauh beda seperti sebelumnya.

Beberapa hal tersebut, jujur saja, membuat kami gelisah dan resah. Apakah bapak tahu bahwa sebagian besar mahasiswa Stain ini berasal dari pamekasan?.  Tidak bapak. Mahasiswi STAIN justru banyak yang dari luar kab. Pamekasan.

Demikian bapak pimpinan. Mohon kiranya bapak rektor dan pimpinan bank BRIS meninjau ulang kerjasama yang di nilai sangat tidak berpihak kepada mahasiswa ini. Kami paham bahwa bapak rektor dan pimpianan BRIS ingin menjalin kerjasama yang baik, namun kami kira jangan dengan cara mempersulit mahasiswa.

Terakhir, mungkin dari surat terbuka ini akan menuaikan beberapa pendapat dari mahasiswa maupun pihak kampus STAIN Pamekasan yang mungkin sepakat atas kerjasama ini, namun juga perlu di pertimbangkan dengan mahasiswa yang sudah nyaman dengan pembayaran UKT sebelumnya.

Demikian bapak, mohon maaf kalau ada tutur kata yang tidak berkenan.
Terimakasih
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Ttd

Basri
MPI_6

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment