Sorgum, Potensi Pakan Berkelanjutan

Jatimaktual.com, Artikel,- Peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat dewasa ini menyebabkan semakin meningkat pula tuntukan pemenuhan kebutuhan pangan terutama sumber protein hewani. Protein hewani dapat  diperoleh dari unggas seperti ayam dan bebek sedangkan dari non unggas berasal dari ikan baik tawar maupun laut serta daging merah yang terdiri dari daging kambing dan daging sapi. Menurut data  dari Departemen perdagangan, konsumsi sumber protein hewani terbesar adalah daging sapi.  Olahan daging sapi yang fleksible untuk dibuat berbagai macam masakan turunan membuat daging ini populer diperdagangkan dan dikisaran harga yang relatif tinggi. Oleh karena itu banyak petani rumahan menjadikan sapi sebagai alternatif sampingan ternak selain bercocok tanam. 

Faktor utama keberhasilan dalam usaha peternakan sapi adalah ketersediaan pasokan pakan yang stabil secara berkelanjutan baik kualitas maupun kuantitas.  Pada kenyataannya petani masih sering mengalami kesulitan mencari pakan ternak terutama pada musim  kemarau. Pada musim kemarau rerumputan seolah sirna nyaris tidak ada bekas sama sekali. Padahal hewan ternak tetap membutuhkan pakan hijauan.  Strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan penanaman jenis tanaman yang dapat tetap tumbuh dengan baik dan optimal dalam kondisi kering serta tanah yang marginal, tanah asam serta kandungan fosfor tinggi, sehingga penanaman dapat dilakukan pada lahan lahan non produktif sehingga tidak berkompetisi dengan komoditi tanaman ekonomi yang lain.  

Sorgum atau yang memiliki nama latin Sorghum bicolor L. Merupakan salah satu tanaman serealia yang memiliki adaptasi tumbuh yang luas. Dapat tumbuh baik pada lahan marginal, tahan terhadap kondisi kekeringan maupun genangan air serta relatif resisten terhadap serangan hama dan penyakit tanaman. Masa vegetatif yang singkat sekitar 30 hari menjadikan sorgum dipilih sebagai substitusi batang dan daun jagung sebagai pakan. Dibeberapa daerah secara tradisional petani telah melakukan penanaman tanaman sorgum, untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya, namun masih dalam skala kecil dan terbatas. Sebagai contoh di daerah Wonosari, Gunung Kidul, sorgum telah lama diandalkan sebagai pakan ternak terutama pada saat musim kemarau. Di daerah tersebut tanaman sorgum terkenal dengan sebutan tebon cantel. Tebon cantel sendiri memiliki beberapa jenis yaitu tebon cantel taun, tebon cantel lutung, tebon cantel kempul dan tebon cantel mrico, mereka memberikan perbedaan nama didasarkan pada bentuk malai bunga, ukuran dan warna bijinya. Dilihat dari beragamnya jenis sorgum yang dapat tumbuh disana, kondisi Agroklimat daerah tersebut sangat sesuai untuk budidaya tanaman Sorgum sehingga dimungkinkan sorgum berpotensi dapat dikembangkan dalam skala yang besar. 

Kandungan nutrisi daun sorgum setara dengan rumput gajah dan pucuk tebu. Sebagai perbandingan dengan tanaman jagung yang juga sering digunakan sebagai pakan ternak, Jagung mengandung 9% protein, 71% karbohidrat, 14,2 % Mj/ Kg energi metabolisme sedangkan pada sorgum 9,5 % protein, 68% Karbohidrat, 13,4 mj/Kg protein metabolisme. Sebagai pakan ternak daun sorgum harus dilayukan dulu sekitar 2 – 3 jam sebelum diberikan ke ternak. Selain diberikan dalam bentuk segar, daun sorgum dapat juga dibuat menjadi silase. Silase adalah hasil fermentasi alami dari daun sorgum. Silase dapat meningkatkan nafsu makan ternak, silase yang ditambahkan pada campuran pakan ternak majemuk membuat aroma lebih wangi dan manis. 

Dengan demikian tanaman sorgum dapat diharapkan sebagai pakan ternak yang berkelanjutan dimana dapat memenuhi kebutuhan pakan ternak di sepanjang tahun tanpa terkendala keterbatasan air dan dapat ditanam di lahan kritis marginal. Dengan stabilnya pasokan pakan akan stabil juga produktivitas daging sapi di pasaran tentunya dengan kualitas tinggi dan kuantitas melimpah. 

Penulis. Ika Nugraheni.
Program Doktor Ilmu Biologi 
Program Pasca Sarjana Fakultas Biologi UGM.

Publisher. Muhri Andika.

Respon Pembaca.

2 comments:

Elvara Norma said...

Menarik dan sangat bermanfaat.. Terimakasih atas ilmunya, ibu Ika 🙏

waskito rokhmatulloh said...

Mantab itu

Post a Comment