Soal Bentrok dilokasi Penangkapan Pelaku Sek Komirsil, Berikut Komentar PANGDA LPI Madura. -->
Cari Berita

Soal Bentrok dilokasi Penangkapan Pelaku Sek Komirsil, Berikut Komentar PANGDA LPI Madura.

Saturday, January 20, 2018

Jatimaktual.com, Pamekasan,- Menyikapi Kasus Bentrok Pada saat Masyarakat melakukan Penangkapan terhadap para pelaku Sek Komirsil di Desa Poteh Kecamatan Larangan Pamekasan, Madura Jawa Timur, jumat (19/01/2018). PANGDA Laskar Pembela Islam (LPI) Madura. KH. Abd Aziz Moh Syahid angkat bicara.

Berikuat Komentar PANGDA LPI Madura. 

"Kejadian tadi siang menjadi pelajaran bagi kita terutama pihak pemerintah dan pihak aparat berwewenang. Dalam Hal ini Pemkab Pamekasan agar kedepannya bertindak tegas sesuai tuntutan masyarakat. 

Kejadian tadi siang merupakan respon dari masyarakat dimana setiap pelaporan, keluhan keresahan yang dialami masyarakat ternyata tidak ada ketegasan dari pihak berwewenang. Dimana masyarakat melaporkan beberapakali, sangat sering sekali disertai dengan barang bukti, ternyata tetap tidak ada respon dan tindakan tegas. bahkan terkesan dibiarkan. 

Maka masyarakat mengambil inisiatif sendiri untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku atau pekerja sek komirsil. ditempat-tempat tersebut, kemudian diserahkan kepada pihak berwewenang sebagai barang bukti. 

Pada waktu penangkapan atau menciduk dari salah satu pelaku komirsil, disaat itulah masyarakat sekitar yang mendukung keberadaan tempat itu,  begitu juga pada preman-preman yang diduga dibayar untuk melakukan penyerangan terhadap masyarakat yang datang pada tempat itu.

Sehingga banyak sekali dari masyarakat yang terluka, diantaranya ada yang cidera di kepala, ada yang patah gigi ada yang patah lengan dan semacamnya, bahkan menurut informasi tadi yang divisum dirumah sakit kurang lebih ada enam orang, ada juga yang dipulangkan kerumah masing-masing untuk pengubatan rawat jalan dirumah. 

Dan Alhamdulillah Bapak Kapolres dan juga Bapak Wakil Bupati/Plt Bupati Pamekasan, Ust Kholil Asyari menegaskan bahwa tempat-tempat hiburan yang ditengerai ada kemaksiatan akan ditutup semuanya, seluruh pamekasan, ditindak tegas. 

Maka kami menunggu komitmen Pemerintah selanjutnya. apakah ini bener-bener akan ditutup? apabila tidak ditutup. maka ini akan berakibat fatal dan sangat fatal sekali. karena masyarakat akan marah. Dan insyaallah, mungkin kejadian-kejadian yang tidak di inginkan akan terjadi lagi, dan untuk para pelaku penganiayaan dan pengrusakan termasuk masyarakat ataupun preman yang diduga dibayar yang menyerang masyarakat sehingga menjadi korban. 

Kami minta agar supaya Kepolisian bertindak secara tegas dan menghukum para pelaku-pelaku, dan Insyaallah hari senin. selain dari pada aksi, kita ingin mengantarkan korban pengeniayaan dan Pengrusakan ini untuk melaporkan kepada pihak Polres Pamekasan." Tegas KH. Abd Aziz pasca mengadakan pertemuan bersama para tokoh dikediamannya. 

Sekedar diketahui bahwa Pada Hari Senin, Laskar LPI madura bersama masyarakat akan melakukan Aksi Ke Pemkab Pamekasan.