Sewindu Haul Gusdur: Ketika Masyarakat Bondowoso Meridukan Sosok Gusdur.

JATIMAKTUAL,- Dalam rangka maulid nabi Muhammad SAW dan Haul Gusdur ke-8, pengurus Persaudaraan Antar Guru Ngaji (PERSADA AGUNG) dan Temu Kangen Alumni Santri dan Akademisi (TK ASA) Bondowoso melaksanakan kegiatan Doa bersama untuk  kemaslahatan bangsa dan negara. (31/12/17)

Hadir dalam acara tersebut, bupati Bondowoso, (Drs. H. Amin Said Husni), Kapolres Bondowoso, (AKBP Taufik Herdiansyah Zaenardi S.I.K, SH.), Komandan Kodim (DANDIM) 0822 (Letkol Inf Tarmuji, S.Ag), Ketua DPRD Bondowoso (H. Ahmad Dhafir), beberapa pengasuh pondok pesantren, pimpinan ormas, OKP, dan beberapa pimpinan partai se-Bondowoso.

Acara yang dilaksanakan di alun-alun, tepatnya di belakang stasiun radio Mahardika tersebut dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia raya yang dipimpin oleh Kasat intel polres Bondowoso, Iptu Slamet Hariyanto.

M. Iqbal Afif selaku panitia pelaksana menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setiap akhir tahun sekaligus dalam rangka menyambut tahun baru nasional.

"Saya bangga ketika penyambutan malam tahun baru nasional bisa melaksanakan dua acara keagamaan dan hiburan secara bersamaan di sekitar alun-alun Raden Bagus Asra (RBA) Bondowoso." ujar Afif.

Terlihat di paseban alun-alun juga dilaksanakan penyambutan tahun baru oleh Pemerintah Daerah (PEMDA) Bondowoso.

Sementara KH. Ayyub Syaifur Ridjal selaku ketua umun PERSADA AGUNG yang juga merupakan penasehat TK ASA menjelaskan bahwa, bangsa sebesar dan semajemuk Indonesia ini, harus selalu dijaga dan didoakan.

"Saya ingat pesan KH. Ahmad Shiddiq, beliau mengatakan, dipundak kita lah tugas mendoakan bangsa, meskipun pemimpinan-pemimpinnya dholim." kata Gus Saif, sapaan akrabnya.

Gus Saif mengajak hadirin untuk mengkaji diri dari lirik lagu Indonesia Raya (Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia raya)

"Kita ini lahir untuk Indonesia, bukan Indonesia yang untuk kita. Dan ingatlah, sadarlah bahwa hidup ini adalah berjuang, dan perjuangan harus dengan pengorbanan." Ujar Gus Saif.

"Teladani Gusdur. Jangan hanya memberi untuk kelompok kita sendiri, tapi berilah juga kelompok lain." Tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Drs H. Amin Said Husni selaku bupati Bondowoso mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya. 

"Sebenarnya tidak cukup mengenang Gusdur setahun sekali. Sebab meskipun jasadnya telah kembali, tetapi semangat dan jasanya tetap hidup dan harus terus kita dihidupkan."ujar Amin.

Amin menambahkan, rasanya tak pernah habis untuk mengenang kiprah, jasa, dan perjuangannya.

"Bagi saya, andai dicontohkan, beliau adalah sebuah lilin yang badannya rela dilelehkan untuk menerangi sekitar. Ia dicaci, dimaki, dihina, bahkan dianggap sebagai yang liberal. Padahal sejatinya beliau adalah yang sangat 'alim ('allamah) dan behkan ada sebagian ulama yang menyatakan bahwa beliau adalah sebagian dari waliyullah." Tambah Amin.

Sebelum menjadi bupati, Amin menceritakan perjalanannya ketika masih di DPR RI dan merasakan langsung kejadian-kejadian yang merupakan hasil keputusan dan kebijakan Gusdur saat menjabat sebagai presiden republik Indonesia.

Kata Amin, Ia (Gusdur) manusia unik dengan berbagai kebijakan-kebijakan mendadaknya. Bagaimana tidak, ketika Gusdur ditanya soal kebijakan-kebijakan mendadaknya tersebut, sontak ia menjawab dengan santainya, "Sebab jika tidak dengan kebijakan seperti itu, negara ini hancur, biarlah saya yang dihina dan dicaci maki." Jelas Amin, meniru jawaban Gusdur.

Sementara H. Ahmad Dhofir selaku ketua DPRD Bondowoso mengatakan, Gusdur lah orang yang sangat berjasa bagi Indonesia.

"Andai tidak ada sosok Gusdur, mungkin saya tidak akan menjadi ketua DPRD, mungkin saja Indonesia akan rusak dalam pertempuran." Kata Dhofir.

Pihaknya berharap, kegiatan tersebut bisa dilaksanakan secara terus menerus.

"Kegiatan-kegiatan semacam ini, harus kita rawat dan kita jaga. Semoga tahun depan bisa kita laksanakan dengan lebih meriah lagi." Tutup Dhofir.

Penulis: Afif Muhammad
Publisher : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment