Resensi Novel : Kubah

Karya : Ahmad Tohari
Oleh   : Rizky priandana


SINOPSIP

Disuatu desa (Pegatan) namanya, hidup seorang lelaki paruh baya, sebut saja Karman. ia dikenal sebagai seorang lelaki yang giat bekerja keras, karena sejak kecil ayahnya meninggal dunia. Kini ia hidup hanya berdua dengan ibunya, oleh sebab itulah ia bekerja keras untuk mencukupi makanan dan kehidupan sehari-hari bersama ibunya, karman bekerja sebagai pengurus di kebun pak  Haji Bakir, selain bekerja dikebun tersebut ia juga sangat rajin beribadah, kesehariannya ia habiskan dengan membantu Haji Bakir dan beribadah saja, Karman yang sejak lama naksir dengan Rifah anak dari Haji Bakir, ternyata lamarannya ditolak oleh sang majikannya itu, akhirnya karman bertemu dengan Marni, gadis manis dengan lekukan bibir yang menarik, Karman begitu terpesona dengan keanggunan si Marni hingga akhirnya mereka menikah. Setelah menikah Karman merasa penghasilannya tidak cukup, hingga suatu ketika ia merasa resah karena bosan dengan kerjaannya tersebut, akhirnya pamannya mengenalkannya kepada orang yang menjanjikannya bekerja yang lebih baik dengan masa depan yang lebih cerah.
Ternyata nasib buruk menimpa Karman, ia malah terjun kedunia gelap, Karman ditipu oleh para teman pamannya yang menjanjikan pekerjaan, malah sebaliknya. Ia berubah total dan kehidupannya menjadi menyimpang, hingga akhirnya karman ditangkap dan diasingkan di pulau B, bertahun-tahun karman habiskan masa tahanannya tersebut, hingga tiba hari dimana karman bebas dari hukumannya, ia tetap resah dan gelisah berkepanjangan, karena tidak mudah bagi seorang lelaki untuk mendapatkan kembali tempatnya dimasyarakat setelah duabelas tahun tinggal dalam pengasingan dipulau B. apalagi hati masyarakat memang pernah dilukainya. Karman, lelaki itu, juga telah kehilangan orang-orang yang dulu selalu hadir dalam jiwanya. Istrinya telah menikah dengan lelaki lain, anaknya ada yang meninggal, dan yang tersisa tak lagi begitu mengenalnya.
Karman memikul dosa sejarah yang amat berat dan dia hampir tak sanggup menanggungnya. Namun ditengah kehidupan yang hampir tertutup baginya, Karman masih bisa menemukan seberkah sinar kasih sayang titik. Dia dipercayai oleh pak Haji Bakir, orang terkemuka didesanya yang pernah dikhianatinya karena dia sendiri berpaling dari Tuhan, untuk membangun kubah masjid didesa itu. Karman merasakan menemukan dirinya kembali, menemukan mertabat hidupnya.

Isi novel ini menceritakan tentang keresahan seseorang yang terjerumus peliknya kehidupan di wilayah pembuangan, ia teramat tersiksa ketika bertahun-tahun harus medekap di pulau yang asing membuat hari-harinya terasa begitu lama dan gelap, terlebih lagi ketika ia mendengar kabar tentang istrinya menikah lagi, padahal bertahun-tahun ia mengharapkan istri dan anak-anaknya baik-baik saja hingga suatu hari ia bisa kembali dan berkumpul dengan mereka. Tetapi semua harapannya sirna karena istrinya harus menikah lagi dengan lelaki yang tak pernah dipikirkannya sebelumnya.


Kelebihan novel ini ialah, mampu membawa saya serasa seperti sedang mengalami kejadian yang ada dalam cerita tersebut, membuat para pembaca seolah beimajinasi lebih dalam lagi tentang kehidupan di masa lampau, bahwa, seperti inikah masa lalu di negeri kita ini? Sebobrok inikah peran pemerintah jaman dahulu hingga kelompok atau organisasi tertentu seperti partai Komunis dengan mudah dan gampang berkembang. inilah yang menjadi pelajaran penting bagi kita semua, agar kejadian seperti ini jangan sampai terulang kembali di masa sekarang atau di masa yang akan datang.

Kekurangan novel ini ialah, bagi saya yang utama terletak pada diksinya, permainan diksi pada tulisan ini kurang menarik sebab minimnya kata-kata khiasan yang digunakan dalam tulisan ini, sehingga pembaca merasa agak jenuh dan bacaan menjadi monoton dengan kata-kata yang standarnya biasa-biasa saja dalam dunia tulis menulis Sastra.
Terlebih lagi sosok Karman yang tergambar dalam cerita ini ialah seorang pekerja keras, ia tekun beribadah tetapi yang jadi pertanyaan, kenapa segampang itu keimanan Karman goyah hanya karena dikasih buku-buku bacaan berbau menyimpang dengan ajaran agama yang lebih dulu ia pelajari dan ia pahami.seharusnya seseorang yang kuat imannya tidak gampang goyah hanya dengan bacaan seperti ini.

Informasi yang diperoleh dari novel ini ialah, saya jadi lebih tau dan menjadi pelajaran penting bagi saya, bahwa sesungguhnya ajaran Komunis itu sangat berbahaya dan menyimpang dengan ajaran agama dan keyakinan kita, saya kira kita sebagai generasi penerus bangsa yang berpendidikan sebaiknya jangan sampai terjerumus kedalam ajaran atau hal-halnya yang menyimpang seperti itu. Karena Komunisme juga sangat bertentangan dengan hukum dan kedaulatan Negara kita.


Novel ini diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama, Jl, Palmerah Selatan 24-26 Jakarta pada tahun 1995, dan cetakan kedua novel ini pada bulan September 2001.

Biografi ;
Nama : Rizky priandana
 Studi : Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang
Alamat : Pasuruan

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment