RESENSI NOVEL BINTANG TERE LIYE

Identitas Buku
Judul : Bintang
Pengarang : Tere Liye
Tebal Halaman: 392 Halaman
Tahun Terbit : 2017
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tempat Terbit : Jakarta
ISBN : 9786020351179
Harga : Rp. 88.000,00.
Ukuran : 13,5 cm x 20 cm
Penyunting : Fitri Handayani

Dunia Paralel Sejuta Bintang
Fitri Handayani
201610070311144

Sinopsis Novel Bintang
Bintang merupakan novel keempat dari serial “Bumi” yang ditulis oleh Tere Liye. Novel ini menceritakan petualangan 3 remaja SMA yang memiliki keingintahuan sangat tinggi, mereka adalah Raib, Seli, dan Ali. Di novel lain serial bumi telah menceritakan kisah Raib, novel selanujtnya menceritakan kisah Seli, dan pada novel ini menceritakan sosok seorang yang sangat genius yang diibaratkan seorang professor, yaitu Ali. Novel bintang bukanlah novel terakhir dari serial bumi, masih tersisa 1 novel lagi yang akan terbit, yaitu komet.
Raib, Seli, dan Ali berteman baik, murid SMA kelas XI. Penampilan mereka seperti murid SMA lainnya, tetapi siapa sangka mereka menyimpan rahasia besar. Raib seorang remaja cantik yang tanpa disangka merupakan keturunan putri dari klan bulan, memiliki kekuatan menghilang dalam sekelip mata. Seli merupakan seorang remaja klan matahari, berada di bumi karena mamanya yang berasal dari matahari turun dan bermukim di bumi, memiliki kekuatan bisa mengeluarkan petir, dan yang terakhir adalah Ali, seorang remaja dari klan terendah yakni bumi, bisa merubah tubuhnya menjadi seekor beruang jika berada dalam keadaan terdesak. Di novel ini dia terlihat sangat pandai, genius, dan cerdik. Logika dan penjelasan-penjelasan yang ia paparkan sangat masuk akal. Terlebih lagi, dia telah membuat ILY versi 3.0 yang didesain lebih canggih dengan menambahkan teknologi baru yang dipelajari di Klan Bintang. Karena rasa ingin tahu yang amat tinggi, mereka bertemu tokoh-tokoh hebat dari setiap dunia paralel.

Bintang, nama sebuah Klan dunia paralel yang disebut juga Klan Titik Terjauh, klan paling hebat paling menakjubkan diantara ketiga klan lainnya. Sebelumnya mereka bertiga telah kembali dari Klan Bintang dengan membawa pesan penting, dimana Sekretaris Dewan Kota Klan Bintang akan menghancurkan klan permukaan dengan cara meruntuhkan pasak bumi. 

Sekembalinya Raib, Ali, dan Seli dari klan bintang, mereka segera menuju perpustakaan sentral klan bulan, di sana telah menunggu Av. Miss Selena, Panglima Tog bersama elite Pasukan Bayangan, turut bergabung saat mereka tiba. Mereka bertiga segera menyampaikan pesan Faar, rencana Dewan Kota Zaramaraz. Dan pertemuan itu seketika menjadi ingar-bingar. Selesai Raib dan teman-temannya, menyampaikan pesan Faar, Av segera menyuruh mereka kembali, pulang ke rumah masing-masing untuk beristirahat.

Mereka segera Klan Bulan dan Klan Matahari pun mencari cara untuk menggagalkan rencana tersebut. Mereka memutuskan untuk mencari pasak bumi yang dimaksud Sekretaris Dewan Kota untuk segera mensegelnya. Sebagai hasil pertemuan tersebut, mereka memutuskan mengirim rombongan kecil ke Klan Bintang untuk mencari pasak bumi mana yang akan diruntuhkan. Dua minggu setelah pertemuan itu, rombongan berangkat. Terdiri dari Raib, Ali, Seli, dan sepuluh anggota Pasukan Bayangan dan Pasukan Matahari.

Selanjutnya, dibentuklah tim gabungan antara Klan Bulan dengan Klan Matahari. Tentu saja, Raib, Seli, dan Ali ikut dalam misi penting tersebut, dengan didampingi oleh Miss Selena, guru Matematika mereka. Setelah mendengar rencana Dewan Kota Zaramaraz, Ra, Ali dan Seli langsung menghubungi Av dan pimpinan Klan Matahari, mengabarkan berita penting tentang ancaman hancurnya ketiga klan permukaan. Dua minggu berlalu, selama itu dilakukan rapat diantara elit Klan Bulan dan Klan Matahari, lalu diputuskan bahwa rencana paling aman saat ini adalah menemukan, dan mengamankan pasak bumi yang kan dihancurkan Dewan Kota Zaramaraz.

Berkat kemampuan Ali dengan segala analisisnya, dari ribuan pasak bumi yang ada, ia berhasil menemukan 6 titik pasak bumi yang paling berpotensial bisa menghancurkan klan permukaan. Ali berhasil mengecilkan kemungkinan aliran magma yang mereka cari, menyisakan hanya enam saja. Tapi itu tetap bukan perjalanan yang mudah. Kesempatan mereka untuk mengecek pasak-pasak itu adalah dengan menyusuri lorong-lorong kuno Klan Bintang. Dan itu artinya mereka juga harus memasuki ruangan-ruangan tak berpenghuni yang berbahaya, belum Pasukan Bintang yang terus memperbarui teknologi mereka untuk menangkap Raib, Seli, dan Ali. Namun pada petualangan kali ini, mereka tidak sendiri, tetapi ditemani Miss Selena, guru matematika beserta para petarung terbaik dari klan bulan dan klan matahari.

Mereka memulai perjalanan, dengan memasuki kapsul-kapsul yang telah disediakan oleh klan bulan dan klan matahari. Sedangkan Raib, Seli, dan Ali menaiki ILY, kapsul buatan Ali yang tentunya lebih canggih dan modern dibanding 2 kapsul lainnya.

Perjalanan mereka masih lancer, namun saat akan dimulai perjalanan sesungguhnya, salah 1 kapsul harus di relakan karena tidak kuat dengan sambaran angin putting beliung. Bahkan mereka harus kehilangan bebebrapa orang dalam waktu tak sampai sehari. 

Selanjutnya mereka mendapat rintangan yang lebih berat, namun saat berada di pasak kelima tak ada satupun yang menandakan bahwa mereka telah mencapai tempat yang dituju. Mereka melanjutkan perjalanan terakhir ke pasak 6, namun sia-sia, karena semuanya tidak meninggalkan jejak apapun.

Mereka kecewa, namun tak ada yang bisa mereka lakukan, untungnya mereka bertemu dengan keluarga klan bintang yang terus membantu mereka, walalupun mereka harus berhadapan dengan lengket dan baunya sampah, tetapi sasmpai saat ini mereka masih selamat. Mereka kecewa karena masih belum bisa menyelamatkan seluruh warga klan permukaan, namun mereka juga senang tidak ada lagi bahaya yang membawa korban. Ditengah paniknya pemikiran mereka oleh karena elelhan dan hamper putus asa, saat istirahat mmereka diam-diam kembali ke klan bintang dan melakukan petualangan. Karena petualangan itu lah Ali bisa mengetahui bahwa dia juga memiliki sarung tangan ajaib seperti kedua temannya, selain itu mereka menemukan pasak yang akan mematikan seluruh warga klan permukaan.

Tanpa pikir panjang, mereka langsung pulang dengan riang memberitahu kepada Miss Selena apa yan mereka temukan, Miss Selena hamper marah, namun ada yang lebih penting ari marah, nyawa penduduk. Mereka menemukan pasak bumi, lantas membiarkannya melepas sedikit demmi sedikit sehinggan aliran magma keluar sedikit demi sediki namun lancar. Namun siapa sangka, mereka rupanya justru membebaskan musuh mereka yang sebenarnya, Si Tanpa Mahkota telah bebas.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment