Kisah Perjalan Pulang YAKIN ALLAH SELALU BERSAMA KITA

Oleh : Mutmainnah Atmawi
Asslamu alaikum
Ada kisah yang menarik dalam perjalan pulang yang merupakan hadiah  kejutan dari Allah, seorang wanita pulang sendirin kerumahnya waktu malam itu bukan suatu yang lumrah. Sebenarnya ada rasa was-was dalam hati untuk pulang namun, karena perintah orang tua ya mau tidak mau harus dituruti, dan kebetulan hari kamis itu ada kapal ±07:00 pemberangkatan dari pelabuhan kalianget. Jadi cara untuk sampai jam segitu ya bernagkat malam diplabuhan.
Setelah shalat maghrib aku siap-siap berangkat keterminal bersama teman aku dipondok, dia aku pamitkan untuk menemaniku keterminal pada  ibu nyai saat aku berpamitan untuk pulang. Pesan ibunyai singkat “ iye tengate”. Kebetulan saat perjalanan sekitar ±10 m dari pondok saya tegur sapa pak carek yang merupakan tetangga pesantren dan dekat dengan keluarga pesantren, “ lho mau kemana in?” sapanya, “ mau pulang pak” nah disitu sedikit ada pembicaraan dan pada akhirnya “ wes ini kelurga yang mau nganterin kamu, terminal itu jauh dan kamu juga bawa ransel besar” . aku sempat nolak dan terus berjalan, dan ibu carekpun mengambil sepeda motornya dan mengantarkan aku keterminal.
Sesampainya diterminal kami langsung menemukan Bus yang langsung kekalianget, tapi tidak sampai kepelabuhan menurut sopirnya. namun kata ibu carek saya tetep disuruuh berangkat takut sampek malam dan kebetulan tak akan ada bus yang sampek plabuhan malam itu, dan bisa jadi bus terakhir. Meski pada siang harinya aku sempat nanya sama petugas terminal disana ada tapi sekitar jam 19:00 tapi itu tidak pasti. Ya dan akhirnya akupun naik ke bus tuk mengantarku kekalianget dengan rasa was-was.
Nah disitu aku duduk dengan seorang yang sepertinya dia pendakwah dan kebetulan juga alumni stain. Nah disitu terjadi komonikasi sehingga ngak terasa perjalannannya tersa cepat. “ jika berbicara keilmuan syetan itu lebih Alim dari kita, tapi karena ilmunya tidak mamfaat dan barakah dia terusir dari syurga. Berfikirlah agaimana ilmu itu mamfaat dan barakah bukan bagaimana ilmu bertambah, kalau hanya berfikir bagaimana ilmu itu bertambah itu bisa mendhalimi diri kita sendiri.” Tutur beliau. Dan beliau turun lebih dahulu di terminal. 
Kini diperjalanan tinggal aku dan kakek tua penumpangnya, dalam benakku ku masih bingung gimana agar sampai diplabuhan, karena menurut  kondektur bus ±1 kl, dan akudisarankan untuk ngojek saja atau minta jemput. Aku semakin  merasa was-was saja, lok ngojek aku takut soalnya malam. Tapi aku coba tenangkan dengan istighfar dan shalawat, dan berfikir positif, selama niat baik pasti dilindungi. Dan tak jarang pikiran neatif selalu menghantuiku. Aku mulai berbicara pada diri sendiri “ kamu pulang karena orang tuamu, karena rihallah ridha walidain. Kedua kamu pulang dari pondok dengan baik-baik. Yakinlah mut..... Allah melindungi orang-orang yang berlindung Pada-Nya.” Aku terus meyakinkan diri sendiri.
Setelah sekitar 10 menit dari perjalanan aku pindah kedepan tepat dibelakang kondektor bus, dan bertanya lagi, “pak masih jauh ya pak kalau keplabuhan?” . “tidak kok, ini kami akan antar kamu keplabuhan.” “ terimakasih pak”. Aku sangat senang sekali dan benar, aku dirunkan tepat digerbang plabuhan. Aku tak habis-habis bilang terimakasih.
Setelah aku turun dari bus aku langsung menuju penginapan yang ada disekitar plabuhan. Aku langsung memesan 1 kamar.  Lalu aku diantar kekamar sama karyawan disitu, kebetulan dilantai dua. Sempat ada tawar menawar disitu. “ mas aku kan Cuma semalam mas, masak 40 ribu. Ada diskon ngk?” ucapku. “ saya disini karyawan lho mbk, seandainya ini punya saya. Gratis buat mbk.” Dan terus banyak percakapan dan akhirnya mas itu minta persetujuan teman atau bosnya akhirnya dipotong 10 ribu.
10 ribu akhirnya buat perut yang lapar. Hehehe.
Selama yakin ada Allah jangan pernah merasa sendiri, karena Allh tak akan membiarkan kita sendiri selama kita yakin padanya. Saya sendiri membukikannya, dan banyak juga kejutan-kejutan indah yang saya lalui dalam kesendirian.
selama Ada Allah dihati kita, tak akan terjadi apa-apa. Tapi ingat dalam konteks kebaikan.

Mutmainnah Atmawi
Kalianget 04 januari 2018 

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment