Kemacetan Menjadi Teman Pengendara

Oleh. Dheva Virga Adeani
Universitas Muhammadiyah Malang 
JATIMAKTUAL.COM,- Ada hal kecil yang sering kita lupakan ketika kita bepergian jauh. Apakah akan macet? Kapankah kita terbebas dari kemacetan? Hal inilah yang akan terlintas dibenak kita saat kita berkendara di kota-kota besar. Hampir setiap orang yang ingin pergi jauh atau ke luar kota lebih memilih berangkat malam. Kemacetan menjadi hantu dan hal yang dibenci oleh pengendara.   Lantas, apa yang akan Anda lakukan ketika harus berhenti berjam – jam karena macet? dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang akan muncul seputar kemacetan. 

Setiap pengendara pasti akan mencoba untuk menghindari apa yang namanya kemacetan, akan tetapi dikota-kota besar kemacetan selalu menghampiri para pengendara walaupun sudah melewati jalan tikus. Jalan tikus yang tidak dikenali banyak orang, sekarang menjadi jalan tikus yang populer dan banyak diminati oleh pengendara.


Tingkat kepadatan penduduk sangat mempengaruhi kemacetan lalu lintas di kota – kota besar karena bertambahnya penduduk maka penggunaan kendaraan semakin banyak karena mereka memiliki keinginan untuk memperoleh kenyamanan, kurang representatifnya transportasi massal mungkin mendorong orang-orang yang mampu secara ekonomi untuk membeli dan menggunakan kendaraan pribadi, khususnya roda empat. Bayangkan jika ternyata rata - rata kendaraan roda empat di kota ini ternyata hanya mengangkut 1-2 orang pada setiap kali perjalanannya, tidak dapat dihindari lagi pertambahan volume kendaraan dan meningkatnya beban jalan sehingga macet menjadi teman pengendara.


Kemacetan menjadi teman perjalanan bagi pengendara dan seolah-olah sudah menjadi agenda untuk pengendara setiap aktifitas, baik saat berangkat maupun pulang. Hal itu dapat dibuktikan ketika pagi hari yang sejuk biasanya ramai dengan orang yang berolahraga, jalan kaki maupun lari-lari kecil mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia, namun sekarang menjadi ramainya kendaraan yang berlalu lalang yang membuat orang malas keluar rumah karena polusi udara yang sudah tidak segar lagi. Ketika menuju ke tempat-tempat yang sering dikunjungi orang, saat ini terlihat banyak di pinggir jalan raya dipergunakan untuk lahan parkir berbayar. Hal ini juga akan mengganggu jalannya lalu lintas. Kondisi ini kurang kondusif karena jalan yang sempit tidak cukup untuk bersimpangan dengan mobil. 


Ketika ada acara besar pada suatu daerah ataupun pada hari besar yaitu pergantian tahun atau biasa disebut tahun baru, jalan raya sering terjadi kemacetan, walaupun sudah dioperasikan dengan baik dari pihak polisi maupun relawan pengatur jalannya lalu lintas. Masalah kemacetan sudah menjadi langganan di Indonesia khusunya di kota-kota besar. Hal ini terbukti dengan meningkatnya kapasitas kendaraan mulai dari kendaraan roda 2 sampai kendaraan roda 4 yang masuk ke Indonesia. Sampai sekarang macet pun masih masalah yang belum terselesaikan. Kemacetan membuat pengendara merasa terganggu dan menyita waktu aktifitas yang akan dilakukan, pengendara yang terjebak kemacetan sering bahkan akan selalu membutuhkan waktu yang lama untuk keluar dari zona kemacetan tersebut dan setiap pengendara akan lebih cenderung berjalan pelan sehingga kendaraan yang ada berkesan seperti merayap bukan berjalan lagi. Sehingga waktu untuk sampai ke tempat untuk beraktifitas mulai tersita dan akibatnya pengendara datang terlambat. 


Pengendara yang terjebak dalam kemacetan akan mulai berfikir “Kenapa harus mancet sekarang?” hal ini didasarkan emosi yang tercipta dari fikiran pengendara, semakin lama kemacetan berlangsung maka para pengendara akan melakukan hal yang nekat contohnya berjalan diatas trotoar dan mencoba menerobos ke sela-sela pengendara motor yang lain. Hal ini dikarenakan para pengendara hanya berfikiran ingin keluar dari zona kemacetan dan melakukan hal-hal yang dirasa cepat untuk keluar dari zona macet. 


Ketika kita mengambil keputusan yang dilakukan pasti ada resikonya terutama saat berkendara, ketika pengendara mulai nekat melakukan sesuatu untuk menghindari kemacetan di jalan raya maka resikonya adalah jatuh,,bahkan lebih buruknya kecelakaan yang berujung maut. Kecelakaan bisa terjadi karena kesalahan dari pengendara sendiri yang tidak bisa fokus untuk berkendara dikarenakan merasa terbebani dengan adanya kemacetan dan mulai melakukan hal-hal nekat yang beresiko fatal. Kecelakaan juga bisa terjadi karena kurang aktif operasi lalu lintas terutama di kota – kota besar. 

Kecelakaan akan merugikan bagi kedua belah pihak ,terutama yang di tabrak hal ini akan berpengaruh pada kondisi si pengendara dan orang yang di tabrak,  ketika kecelakaan terjadi maka korban harus segera di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama. Dalam waktu yang singkat akan terbentuk masalah baru yaitu tentang materi dimana korban dan pelaku pasti mendapatkan perawatan di rumah sakit dan perawatan tersebut memerlukan dana yang tidak sedikit tapi bisa sangat banyak.  


Pemerataan jalan dilakukan pada beberapa titik daerah saja. Oleh karena itu masih terlihat banyak jalan yang berlubang dan sempit. Kondisi jalan yang kurang baik, juga menjadi faktor penyebab kemacetan yang semakin parah karena setiap orang pasti ingin berlomba-lomba mendapatkan jalan yang bagus. Namun yang berfikir seperti itu bukanlah hanya 1 orang saja tapi semuanya. Sehingga jalan raya pun menjadi macet kembali. Kejadian ini tidak hanya terjadi pagi atau siang hari namun juga sore terlihat banyak orang yang lalu lalang dengan wajah yang berkerut. 


Setiap ada masalah sebenarnya pasti ada jalan keluarnya. Ada beberapa tahap untuk mengatasi permasalahan kemacetan yang seakan - akan menjadi teman pengendara antara lain yaitu: Memperlebar jalan, menambah jalur lalu lintas sepanjang hal itu memungkinkan. Jalan yang luas juga harus disertai dengan kondisi jalan yang baik agar pengguna jalan merasa nyaman dan tidak stres saat berkendara. Akses jalan yang baik ditunggu - tunggu oleh setiap orang, sehingga perlunya penurunan kapasitas kendaraan pribadi. Gaya hidup yang sederhana dapat membuat kenyamanan. Kondisi kemacetan memang juga diakibatnya karena selalu meningkat kendaraan pribadi yang dipakai. Kemudian jalan tikus sebaiknya di renovasi dan di perlebar agar akses jalannya mudah di jangkau. Pemerintah adalah harapan  baru kami untuk menuntaskan masalah rakyat ini. Kami sebagai rakyat Indonesia berharap pada pemerintah yang baru agar menyusun kebijakan yang dapat menanggulangi masalah masyarakat, seperti kemacetan. Semoga harapan kami dapat terwujudkan. 


Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment