Jeritan Petani Akibat Kebijakan Impor Garam membuat Ketua fraksi PKB ini Angkat Bicara. -->
Cari Berita

Jeritan Petani Akibat Kebijakan Impor Garam membuat Ketua fraksi PKB ini Angkat Bicara.

Monday, January 29, 2018

Jatimaktual.Com,  Bicara soal kebijakan Pemerintah terkait Impor garam yang sangat fantastis,  rupanya membuat para petani garam menjerit,  hal itu dirasakan hampir semua petani garam di jawa timur,  karena dengan kebijakan yang dinilai tidak pro rakyat itu telah mengubah harga garam secara signifikan.  

Dengan turunnya harga garam sangat jelas merugikan para petani, sebagaimana yang diungkapkan sejumlah petani garam di kecamatan pademawu Pamekasan Madura Jawa Timur. 

Disamping itu,  Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, DPRD pamekasan,  Samsuri yang juga mantan petani Garam, mendesak pemerintah untuk lebih pro aktif dalam persoalan impor Garam.  Karena stok garam nasional hingga saat ini masih menumpuk. Sehingga ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain. 

"1). Pemerintah harus benar-benar jeli dan tidak tergesa-gesa membuka kran impor. 

2). Regulasi tata niaga garam harus betul-betul diperbaiki. 

3). Pemerintah belum menetapkan hpp.  

4). Kepada Menteri BUMN, tangan panjangnya adalah PT. garam Persero untuk tidak terlalu memihak. Harus ada balance. dari sisi mana impor akan dibuka. Apakah dari dari konsumsi atau produksi. Selama ini PT. Garam hanya berpihak kepada tujuh samurai Dan petani garam yang menjadi korban.

Pemerintah akan mengimpor garam sebayak 3,7 juta ton, ini sangat fantastis dan gila. Lalu bagaimana dengan stok garam petani di Madura, yang sampai saat ini masih menumpuk.?." tegas Samsuri yang juga mantan Petani Garam.

Ditambah lagi impor itu dilakukan harus sesuai kebutuhan, dan dengan impor 3.7 juta ton walaupun untuk kebutuhan industri itu jelas sangat mengganggu produksi garam rakyat 2018 dan sisa stok tahun 2017 yang sisanya 30 %...karena yang di impor itu adalah bahan baku sehingga bisa menyebabkan rembesan di pasar, penyerapan terganggu dan stabilisasi harga juga akan terganggu, sehingga berakibat kerugian pada petambak garam. (ma)