Diatas Penderitaan Mahasiswa, STAIN Pamekasan: Kami Tak Akan Rubah MoU Jika Tak Menguntungkan

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Mahasiswa/i STAIN Pamekasan keluhkan perubahan kerjasama yang dilakukan pihak Kampus. Pasalnya, saat pembayaran registrasi kampus, biasanya mashasiswa/i STAIN Pamekasan tidak dibingungkan dengan cara pembayarannya, lantaran yang diajak kerjasama ini sangat mudah dijangkau oleh mahasiswa/i yang berada di Kabupaten Pamekasan, khususnya dari Kota/Kabupaten lain (kerjasama dengan Bank BRI), Senin (15/01/2018).

Kini, dengan beralihnya kerjasama dengan BRI Syari'ah mahasiswa/i STAIN Pamekasan seakan dipersulit dan dibungingkan oleh pihak kampus STAIN Pamekasan, lantaran pihak BRI Syari'ah yang diajak kerjasama ini sangat sulit dijangkan dan ada juga ada yang tidak tersedia di beberapa Kabupaten lain, sehingga mahasiswa/i STAIN Pamekasan harus menunggu lama antrian dikampus, yang biasanya yang berada jauh bukan di pulau Madura bisa membayarnya, kini harus rela jauh datang kekampus untuk membayar registrasi.

Mohammad Kosim, pimpinan STAIN Pamekasan saat dimintai keterangan menyampaikan, bahwa dirinya memang merasa bersalah kerena sebelumnya masih belom ada sosialisasi kepada mahasiswa/i, sehingga mereka kesulitan dan kewalahan akan tata cara registrasi.

"Kami memang lupa untuk memberikan sosialisasi secara langsung, hanya saja menggunakan dengan banner yang dipampang," tuturnya kepada jatimaktual.com dikantornya tadi pagi, sekitar pukul 10.35 WIB.

"Sebenarnya dengan kerjasama yang baru ini mahasiswa/i malah tambah lebih mudah, bisa melalui sms banking, m-banking dan lain sebagainya," ucapnya.

Serta pihaknya menjelaskan, bahwa pihaknya tidak akan beralih kerjasama itu jika tifak menguntungkan baginya, karena kerjasama yang awal tidak menguntungkan sama sekali.

"Beralih ini karena menguntungkan, BRI Syari'ah ini siap memberikan bentuan bidik misi kepada mahasiswa/i STAIN Pamekasan sebanyak 100.000.000 (seratus juta rupiah) kepada 50 orang. Kalok kerjasama yang awal itu kami tidak mendapatkan apa-apa (Bank BRI)," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bank BRI Syari'ah, saat ditemui dikantornya, pihak satpam menjelaskan bahwa Kepala tidak bisa menemuinya lantaran Kepala kecapean banyak menemui tamu dari pagi tadi. 

"Tidak bisa ketemu Kepala mas, karena Kepala masih kecapeaan, dari tadi katanya banyak meneruma tamu," tuturnya.

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment