Catatan Hati di Setiap Doaku

Nama : Ainur Qomariah
NIM : 201610070311087
Kelas : Biologi 3C

Resensi

Keterangan Buku
Judul : Catatan Hati di Setiap Doaku
Pengarang : Asma Nadia, dkk
Tahun Terbit : 2012
Penerbit : Asma Nadia Publishing House
Jumlah Halaman : 253
Kategori : Nonfiksi


Karena Doa, dapat Mengubah Sesuatu yang Tidak Mungkin

Catatan Hati Di Setiap Doaku adalah buku National Best Seller yang ditulis secara berasama oleh Asma Nadia beserta anggota milis pembacaasmanadia@yahoogroups.com dan alumni AsmaNadia Writing Workshop. Sebelumnya buku ini berjudul Catatan Hati di Setiap Sujudku, lalu karena ada beberapa revisi atau tambahan isi maka diganti judulnya. Melirik sekilas, gaya penulisan dalam buku ini  mudah larut dalam alur cerita demi cerita yang tersaji sehingga di setiap bagiannya dan bahasanya mudah dipahami. Apalagi, isi dalam buku ini juga masalah sehari-hari yang mungkin kita jumpai di sekitar kita. Yang jelas, tetap ada ibroh (hikmah) yang bisa kita petik dari setiap kisah yang ada di buku ini. Di sisi lain, pembaca jadi makin tahu mengenai waktu-waktu ijabah doa, amalan-amalan yang menyebabkan doa dikabulkan, kisah-kisah berhikmah dan menginspirasi, dan sebagainya.

Buku ini dibuka dengan tulisan dari Asma Nadia yang berjudul Catatan Doa Seorang Istri. Tulisan pertama ini berisi tentang seorang istri yang tetap sabar dan setia walau suaminya selingkuh dengan wanita lain sampai bertahun-tahun terjadinya dan berakhir bahagia kembali pada istri pertamanya karena akhirnya suaminya bertaubat. Sekilas cerita suaminya terjerat narkoba yang membuat dirinya bangkrut dari usahanya. Sang istri hidup berpindah dengan anaknya yang masih belia dari kota yang awalnya tinggal bersama mertuanya karena ia tidak mau hidup di kota yang membuat kehidupannya menjadi kelam bersama anaknya. Merantau menuju kota Jakarta berdua Bersama anaknya. Akhir dalam cerita Catatan Doa Seorang Istri ini sang istri kembali hidup bahagia dengan suaminya meskupun banak orang lain berkata jika mereka lebih pantas untuk bercerai. Tetapi sang istri tetap saya terus berusaha agar tetap bisa bertahan. Sang Istri yakin bahwa Allah SWT mungkin tak selalu memberi yang kita inginkan, tapi Dia selalu menyediakan yang kita butuhkan. Dengan doa, sesuatu hal di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin bisa terjadi atas kehendak Allah SWT.

Selain itu, ada kisah menarik lainnya mengenai bisa pergi ke tanah suci hanya dalam kurun waktu 13 bulan sejak menabung pertama.

“Janganlah memaksa kehendak, tetapi menunjukkan keinginan yang kuat itu penting. Menabunglah! Ida akan lihat hasilnya di luar perhitungan. Percaya itu. Jangan hitung rezeki Allah SWT dengan kalkulator manusia, Allah mempunyai kalkulator sendiri yang jauh lebih canggih”. Subhanallah!

Tulisan favorit saya di buku ini yang berjudul Doa Sang Pendaki yang ditulis oleh Aeron Tomino (adik Asma Nadia) yang isinya mengenai 4 ABG SMA yang mendaki Gunung Ciremai yang terkenal angker. Dalam perjalanan, mereka bertemu dengan 2 pasangan remaja yang sedang mendaki dengan menolong salah satu anak perempuan yang ingin meloncat menuju kawah. Empat remaja ini menolong, memberikan beberapa makanan dan beberapa obat-obatan. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanannya mengelilingi kawah.Nahas, ketika turun gunung, keempat senter yang mereka bawa tidak bisa menyala meskupun sampai di ganti beberapa baterai yang mereka sediakan sebelumnya padahal cuaca tak bersahabat, hujan deras, petir, dan kilat sahut-menyahut. Pada saat perjalanan turun, empat remaja tersebut bertemu kembali dengan dua pasangan tadi dan berpamitan agar turun terlebih dahulu. Tak lama kemudian hari mulai gelap dan dari belakang disusul dua pasangan tadi yang sedang membawa senter. Empat remaja tersebut meminta bantuan agar ikut turun bersama karena dari keempat senter tidak ada yang hidup. Akhirnya mereka jalan bersama, lambat laun dua pasangan tersebut semakin jauh dan meninggalkan keempat remaja ini. Berjalan di tengah kegelapan tanpa senter. Parah, keempat laki-laki tersebut akhirnya terjatuh ke jurang, dua hari mereka berdiam karena tubuh mereka tidak bisa digerakkan, luka di sekujur tubuh, membeku oleh dinginnya cuaca gunung ciremai, berasa hampir mendekati ajal. Keempat remaja tersebut terus berusaha, tidak menyerah untuk teruk naik dengan kondisi tubuh yang tidak memungkinkan dan berdoa kepada Allah SWT. Alhamdulillah, Allah SWT mendatangkan bantuan lewat regu penolong yang mendapatkan info dari dua pasangan terbuat bahwa masih ada orang yang belum kembali dari gunung tersebut sehingga akhirnya mereka tertolong.

“Ujian dan cobaan adalah proses menuju jenjang yang insyaAllah lebih baik jika kita mengetahui bagaimana harus menyikapinya”.

Melalui buku ini, pembaca bisa belajar mengenai amalan-amalan yang menyebabkan doa dikabulkan yakni dengan banyak ber-istighfar, sholat sunah rowatib, dhuha, taubat, hajat, tahajud, witir dan shoum. Ketika kita punya hajat, yang kita mohon jangan hajat kita sendiri, tapi juga mohon keyakinan dari sisi-NYA, mohon dapat keagunganNya, keluasan kekayaanNYA, sehingga kita tentram dan jauh dari ragu. Serta ingatlah Hadist Qudsi: Jika dia mendekat padaKu sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasata. Jika dia mendekat padaKu sehasta, maka aku akan mendekatinya selengan. Jika dia mendekatiKu dengan berjalan, maka Aku akan mendekatinya dengan berlari. Setelah berikhtiar dan berdoa, maka kita harus tahu bahwa Allah SWT mengabulkan doa dengan 3 cara: langsung dikabulkan, ditunda, diganti dengan limpahan rahmat yang lain. Dan jangan lupa untuk meminta dipilihkan yang terbaik oleh Allah untuk segala urusan kita.

Buku ini cocok untuk menemani waktu senggang kita. Buku ini juga baik dibaca oleh golongan dewasa dan remaja. Alasannya, buku ini menceritakan banyak kisah yang terjadi pada  beberapa orang disekitar kita, buku ini mampu memberikan motivasi dan menyadarkan kita akan banyak hal dalam suatu kehidupan. Doa adalah hubungan langsung kita dengan Allah SWT, dengan doa kita berbicara dengan-Nya, dengan doa kita ungkapkan segala isi hati kita dengan-Nya, dan percayalah Allah SWT tidak pernah sekalipun tak mendengar doa dari hamba-Nya.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasannya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berada apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah: 186)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment