BELAJAR MENJADI BAIK UNTUK CINTA YANG TERBAIK


Jatimaktual.com, Resensi Buku,- Jodoh yang baik bukan melulu soal rupa, harta atau takhta, melainkan yang harus jadi perhatian para pencari jodoh adalah “cara yang baik”. Begitulah kiranya salah satu kalimat yang menjadi pengantar dari buku berjudul Kau Yang Terbaik Dari Yang Mahabaik karangan @TausiyahCinta_ dan @LukyRouf. Buku ini kental sekali hubungannya dengan anak muda jaman sekarang yang masih sendiri menantikan jodoh atau mungkin sudah punya pasangan tapi masih maju mundur dalam melangkahkan kaki ke jenjang yang lebih serius, yaitu pernikahan.

Hal pertama yang akan dibahas pada buku ini adalah soal “Pacaran”. Mengenali pribadi pasangan tentunya merupakan suatu hal yang baik, malahan hal tersebut harus dilakukan ketika kita hendak melaksanakan pernikahan. Tapi apakah dengan pacaran semuanya akan baik-baik saja. Penulis mengajak pembaca untuk berfikir sesuai kenyataan bahwa alasan mengenal lebih dekat dan ajang penjajakan yang digunakan di dalam pacaran merupakan alasan yang banyak mengundang hal negatif, dari menyakiti hati pasangannya, tekor masalah fulus, sampai persoalan pergaulan bebas. Bukankah tidak ada jaminan seseorang yang melakukan pacaran bisa melanjutkan ke jenjang pernikahan atau menjamin pernikahan tersebut awet.

Islam memiliki cara sendiri untuk mengenal calon pasangan kita melalui mekanisme ta’aruf (perkenalan secara islami) dan khitbah (lamaran). Penulis di sini juga menjelaskan mengenai hal-hal yang perlu di perhatikan ketika melaksanakan khitbah sehingga pembaca yakin dalam melaksanakan ta’aruf atau khitbah dapat digunakan sebagai alternatif sebelum melangsungkan pernikahan bukan dengan cara berpacaran. 

Di bagian kedua penulis membahas mengenai beberapa hal yang membuat anak muda tetap keukeuh mempertahankan pacaran, diantaranya adalah argumen mereka mengenai belum merasa siap untuk menikah. Memang benar jika mempersiapkan segala hal untuk menjalin suatu hubungan dalam pernikahan bukanlah perkara yang mudah, namun tidak sulit jika kita tahu dimana letak ketidak siapan kita. Belum siap materi, belum siap mental, atau belum siap ilmunya, penulis akan membahas argumen tersebut dengan beberapa saran mengatasinya.

Cara menjalin komunikasi dengan pasangan sudah, mengatasi ketidak siapan melanjutkan pernikahan juga sudah, namun masih saja terjebak dengan kata “tapi...” yang selanjutnya akan di bahas di bagian ke tiga buku ini. Menghadapi alasan-alasan yang lahirnya dari pemikiran kita sendiri yang pada akhirnya membuat kita ragu untuk maju. Intinya adalah pada komitmen yang mampu membuat kita percaya diri meski dihadapkan dengan berbgai keadaan. Memiliki kriteria pasangan memang penting namun sudahkah kita memantaskan diri terlebih dahulu karena jodoh adalah cerminan diri. Selanjutnya penulis menambahkan bahwa pasangan yang ditakdirkan oleh Allah adalah yang terbaik untuk kita. Maka tidak pantas jika kita tidak bersyukur mendapatkannya, karena hal itu lebih baik jika dibandingkan dengan orang lain yang mungkin sampai saat ini belum menemukan pasangannya atau bahkan ada yang lebih dahulu dijemput mautnya sebelum dipertemukan dengan jodohnya.
Bagian ke empat pada buku ini menyajikan tips memantap menentukan pilihan. 

Penulis mencoba menyajikan empat tips yang patut diperhatikan dalam memilih pasangan. Dari empat tips tersebut penulis mengaitkan pula dengan ayat al qur’an maupun hadist yang mendukung agar kita benar-benar mantap atau yakin dengan pasangan yang akan kita pilih.

Selain itu penulis juga menuliskan manfaat dari pernikahan pada bagian yang ke lima. Dimana pada bagian ini penulis mencoba untuk menguak apa saja manfaat menikah yang membuat pernikahan itu sudah sepatutnya disegerakan. Dari beberapa manfaat yang dipaparkan adalah pada dasarnya untuk menjauhkan kita dari hal-hal negatif yang pasti akan terjadi ketika kita menjalin hubungan antar lawan jenis di luar lingkup pernikahan.

Buku ini cukup menarik, untuk menambah pemahaman pembaca dengan pemaparan-pemaparan penulis dari bagian satu sampai lima maka penulis menganggkat kisah-kisah menjemput jodoh karya penulis lain pada bagian terakhir. Pada kisah-kisah inilah akan kita temukan alasan kenapa sih jika kita memantaskan dengan cara yang baik bukan tidak mungkin, Allah akan kasih kita jodoh yang terbaik.

Meskipun pada dasarnya buku ini ditulis menggunakan dasar aturan agama islam tapi tidak membatasi pembaca dari agama lain untuk mengambil pelajaran dari buku ini. Karena pada hakikatnya semua aturan agama islam tidak ada yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku di masyarakat.

Judul Buku : Kau Yang Terbaik Dari Yang Mahabaik
Penulis : @TausiyahCinta_ dan @LukyRouf
Jenis Buku : Buku Islami
Penerbit : Wahyu Qolbu
Cetakan ke-1, Januari 2017
Tebal Halaman : viii + 208
Harga : Rp. 55.000,00
Peresensi : Khoirrun Nissa (Pendidikan Biologi UMM)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment