“Tikus Makan Dasi”

Gambar ilustrasi Tikus Berdasi

“Zaman Modern seperti ini kok masih ada saja penjabat berdasi yang korupsi uang rakyat jelata,imbun penjabat KPK yang namanya disamarkan demi keamanan hak privasi.Hanya bisa tersenyum dan tertawa menyaksikan penjabat memakai dasi seharga miliyaran rupiah mengkorupsi uang rakyat jelata yang hanya mampu mengunakan dasi tali rafia.Misalnya saja salah satu penjabat yang baru-baru ini di tangkap dikediamananya, yaitu di perumahan mewah Kebon Jeruk Jakarta Pusat,Indonesia oleh aparat kepolisian dengan bekerja sama KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

Saat menuju ke kantor pengadilan Mahkama Agung untuk di tindak lanjutin,penjabat tersebut diserbu oleh wartawan,baik wartawan lokal maupun non lokal. Salah satu wartawan memberikan pertanyaan yaitu apa alasanya dia mengkorupsi uang rakyat jelata,apakah dia tidak punya rasa malu sebab orang kaya-raya seperti dia dan mempunyai jabatan tinggi memakan uang rakyat miskin yang bahkan tidak mampu memakan nasi walaupun hanya sesuap sendok. Mendengar pertanyaan itu penjabat ya sebut saja namanya si Tikus,menjawab “Saat saya mengkorupsi uang mereka,saya merasa kepuasan dunia karena apa sih yang bisa mereka lakukan jika saya menghabiskan uang mereka,mungkin mereka hanya pasrah dan tidak bisa melakukan apapun,walaupun mereka lapor kepihak yang berkewajiban dengan mudah saya tutupi dengan uang dan mereka pihak yang berkewajiban tidak akan pernah menolak uang yang saya berikan,karna itu sifat alamiah manusia. Untuk masalah malu atau tidaknya saya bisa dengan mudah pergi keluar negeri untuk mencari hawa baru”.Imbun si Tikus.

Sontak saja membuat heboh netizen dan menjadi video paling viral dengan judul “Pengakuan Cinta si Penjabat Korupsi Terhadap Rakyat Jelata“ dengan 1.000.000.00x juta penonton.Pengakuan si Tikus  atas apa alasan dia mengkorupsi membuat gempar jagat raya bahkan Presiden Amerika Serikat yang namanya Jack Greenday Lex Neon (nama samaran) hanya bisa megelengkan kepala atas apa yang terjadi di Indonesia,dia bahkan membuat postingan di akun Instagram pribadi miliknya tentang “Betapa kurangnya moral dan rasa cinta tanah air para penjabat Indonesia,bukan kah penjabat pemerintahan mempunyai tangung jawab untuk mengayomi rakyat karena rakyat adalah raja  yang harus kita lindungi dan kita jaga demi keutuhan negara“. Kegemparan ini tidak hanya terjadi di Amerika Serikat saja bahkan stasiun tv lokal Inggris Dily Project Konspendall pun menyiarkan betapa rendahnya moral penjabat pemerintahan Indonesia.Yang lebih mengejutkan lagi negara Malaysia yang dikenal selalu panas dengan Indonesia kini mengulurkan tangan untuk membantu Indonesia dalam bentuk memberikan donasi dan masukan melalui seminar-seminar.Saat ini Indonesia sudah berada dalam lampu merah atas kurangnya moral penjabat pemerintahan.

Mendengar kegemparan ini pemerintah indonesia tidak tinggal diam melalui pihak berwenang terutama aparat kepolisian dan KPK bahkan para psikologi ternama pun turun tangan langsung dan mecoba untuk mencari solusi agar berita ini reda termasuk untuk mengatasi lampu merah yang terjadi.Di sisi lain Brigjen.Pol.Drs.Aldi Try Darma (nama samaran) mengadakan seminar terkait kasus rendahnya moral penjabat indonesia.

Dunia bertanya-tanya apa yang menyebabkan penjabat Indonesia tega menghabiskan uang rakyat jelata? Dalam seminar ini Brigjen pun menjelaskan garis besar apa yang menyebabkan para berdasi banyak korupsi.”Adapun faktor-faktor penyebab tikus berdasi melakukan korupsi bisa dari situasi lingkungan yang konduktif dimana kemungkinan bagi si tikus untuk melakukan korupsi,tidak menerapkan ajaran agama,kurang memiliki keteladanan pimpinan,manajemen cenderung menutupi korupsi di organisasi,aspek peraturan perundang-undangan yang kurang tegas dan efektif,aspek dari diri dalam pelaku,moral yang kurang kuat,kebutuhan hidup yang konsumtif,malas atau tidak mau berkerja dan hanya mau mendapatkan uang dalam jumlah besar,selain itu Psikologi sosial Lisa Drackin Taniya (nama samaran) menambahkan ada empat penyebab korupsi yang sebagai teori disebut “GONE”. G artian Greed merupakan nafsu serakah,O artian Opportunity merupakan buruknya manajemen pemerintahan indonesia dan perusahaan swasta,N artian Need merupakan sikap konsumerisme,dan E artian Exposes merupakan hukuman bagi orang koruptor yang rendah.

 Pihak berwenang pun mencoba memberantas kebrutalan para Tikus-tikus berdasi dengan menegakkan negara khalifah atau sesuai dengan syarit islam.Selain itu dalam langkah pemerintahan yang taktis adalah desentralisasi.Cara mengatasi korupsi dengan pembagian kekuasaan atau penyebaran kekuasaan.Bila kondisi yang benar dan ideal terjadi,korupsi akan semakin sempit terjadi dan pengawasan lebih mudah dan penanganan korupsi lebih mudah .Selain itu budaya kebebasan pers ataupun jurnalistik dan mengajukan penadapat yang bertangung jawab harus dilindungi.

Dalam hal ini peran masyarakat juga sangat di butuhkan yaitu dengan mengawasi apa saja yang akan di lakukan oleh para penjabat.Dengan adanya pengawasan masyarakat, korupsi akan menjadi sulit dilakukan . 

Para pemberantas korupsi juga harus menegakkan perudang-undangan (hukum) bagi orang yang telah melakukan tindakan korupsi itu.Selain itu para pemimpin dan penjabat memberikan teladan,memberantas dan minandak korupsi,adanya penegakan hukum yang secara tegas dengan menerapkan peraturan perundang undang yang mengatur tentang korupsi,kolusi,dan nepoitsme,pemberian sanksi sosial yang bisa memberikan efek jera sekaligus bisa memberikan peringatan bagi aparatur negara lainnya agar tidak melakukan korupsi.

Menigkatakan kesadaran seluruh elemen bangsa untuk turut berpartisipasi dalam melakukan kontrol sosial serta pengawasan kekuasaan publik serta memaksimalkan fungsi media massa sebagai agan untuk mengontrol kinerja pemerintahan. Menanamkan rasa nasionalisme sejak dini,serta memberikan pendidikan tentang dampak apa yang ditimbulkan akibat korupsi serta membangun generasi penerus bangsa yang berkarakter pancasila.

Merekstruturkurasi organsasi di berbagai sektor pemerintahan sehingga bisa memudahkan dalam pegawasan atau pengontrolan terhadap kinerja aparat pemerintahan.

Dengan adanya cara penangulangan korupsi ini  di harapkan bisa berjalan secara nyata dan efektif untuk mengurangi dampak merajarelanya Tikus-tikus berdasi dalam negara Indonesia.Selain itu untuk semakin memperkuatnya penangulangan mari semua yang ada di dunia ini baik yang dalam maupun luar negeri bersama-sama berkejasama untuk menangulangi para Tikus-tikus berkeliaran dan merajarela yang nantinya akan berdampak besar pada kesataun dan keutahuan negara.

Penulis      : Neni Dwi Anggraini
Tempat,tanggal lahir : Malang,24 Desember 1998
Pekerjaan  : Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Pendidikan Biologi
Alamat    :Jalan Margojoyo Gang.01 No.4 DAU Kabupaten Malang Jawa Timur

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment