RESENSI BUKU "Ayat-Ayat Cinta 2

Nama : Karunia Tristanti
Nim : 201610070311006
Kelas : Biologi 3-A

Sumber : Documen Pribadi
AYAT-AYAT CINTA 2 : Keagungan Cinta dalam membumikan Islam serta  Enterpreneurship dan kegemilangan prestasi.

Identitas Buku
Judul Buku : Ayat-Ayat Cinta 2
Pengarang : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit : Replubika
Tahun Terbit: 2015
Cetakan : Cetakan IV, November 2015
Tebal Buku : vi + 690 halaman
ISBN : 978-602-9822-15-0
Harga Buku : Rp. 93.000

Kepengarangan
H. Habiburrahman El Shirazy. Lahir di Semarang, Jawa Tengah, 30 September 1976; umur 41 tahun, adalah novelis Indonesia. Selain novelis, sarjana Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir ini juga dikenal sebagai sutradara, dai, penyair, sastrawan, pimpinan pesantren, dan penceramah. Karya-karyanya banyak diminati tak hanya di Indonesia, tetapi juga di mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Hongkong, Taiwan, Australia, dan Komunitas Muslim di Amerika Serikat. Karya-karya fiksinya dinilai dapat membangun jiwa dan menumbuhkan semangat berprestasi pembaca. Di antara karya-karyanya yang telah beredar di pasaran adalah Ayat-Ayat Cinta (telah dibuat versi filmnya, 2004), Di Atas Sajadah Cinta (telah disinetronkan Trans TV, 2004), Ketika Cinta Berbuah Surga (2005), Pudarnya Pesona Cleopatra (2005), Ketika Cinta Bertasbih (2007), Ketika Cinta Bertasbih 2 (Desember, 2007) Dalam Mihrab Cinta (2007), Bumi Cinta, (2010) dan The Romance (2010, cinta suci Zahrana (2012), Api tauhid (2014) serta Ayat-Ayat Cinta 2 yang ada dalam genggaman kita dimuat bersambung di Harian Republika.

Sinopsis
 Fahri Abdullah, lelaki sholeh asal Indonesia itu kini tinggal di Edinburgh, Skotlandia, dan menjadi staf pengajar (dosen) di University of Edinburgh dalam bidang ilmu Filologi. Ia menjadi salah satu doktor termuda yang dikagumi karena kecerdasannya. Ia tinggal di rumahnya di kawasan Stoneyhill Grove bersama Paman Hulusi yang selalu setia menemaninya sebagai sahabat, supir, dan membantu menyiapkan urusan dapur di rumah Fahri. Serta bisnis yang ia bangun bersama Aisha dan Ozan melesat, menghasilkan laba dan menelurkan cabang yang kian meningkat setiap tahunnya. Dengan segala kesuksesan yang telah ia raih, para kolega dan rekan yang sangat menghargai dan mencintainya, Fahri masih saja merasa hampa. Ruang kosong di hatinya itu hanya milik Aisha. Setiap hari, Fahri tidak pernah lupa untuk berdoa dan bersedekah atas nama Aisha, meminta agar Allah menjaga serta memberikan tempat terbaik bagi Aisha, apapun keadaannnya, hidup ataupun mati. Itulah bukti cinta yang sesungguhnya, menitipkan kembali kekasih hati yang paling ia sayangi kepada Penciptanya.

Rasa kehilangan Aisha tak dipungkiri nyaris membuat Fahri gila. Bagaimana tidak, kerinduan, kasih sayang dan rasa cintanya pada Aisha begitu menggebu setiap waktu. Membuat Fahri semakin menenggelamkan diri dalam penghambaannya kepada Tuhan. Segala macam cara telah ia lakukan demi menemukan Aisha, tapi takdir tak kunjung mempertemukan mereka. Meski begitu menyesakkan, Fahri tidak lantas larut dalam kesedihannya. Sebagai seorang pengajar di Edinburgh University yang juga sedang menempuh postdoc, Fahri tahu bagaimana caranya menyibukkan diri agar tidak selalu mengenang Aisha. Disamping karirnya yang cemerlang, Fahri pun kerap diundang di berbagai institusi sebagai pembicara baik dengan basic keilmuannya maupun untuk berceramah dan mengajarkan ilmu agama.

Waktu terus berjalan, perasaan cinta dan rindu Fahri terhadap Aisha tidak pernah berkurang sedikitpun. Sementara itu tawaran dan himbauan untuk menikah lagi sudah banyak berdatangan. Awalnya Fahri selalu mengelak dan menghindari pembicaraan yang menyangkut topik ini, hingga suatu hari Fahri didatangi Syaikh Utsman, guru talaqqi nya semasa di Mesir. Kedatangan beliau bukan sekedar untuk bersilaturahmi ataupun memenuhi undangan dari para ulama di Inggris, namun juga untuk menawarkan cucu beliau untuk dinikahi, Yasmin namanya. Seorang wanita cantik dengan jenjang pendidikan tinggi. Siapa yang mampu menolak pesona Yasmin, terlebih ia adalah cucu Syeikh Utsman. Allah lah yang membolak-balikan hati. 

Perkenalan mereka tidak berlanjut pada jenjang berikutnya, sesungguhnya Fahri merasa lega karena ia tidak mampu mengisi hatinya dengan selain Aisha.
Beberapa hari menjelang pelaksanaan Debat di Oxford dimana Fahri adalah salah seorang pembicaranya, Fahri pergi berjalan-jalan dengan keluarga besar Ozan yang tak lain adalah kakak Hulya, sepupu Aisha. Sebelum hari itu Fahri sempat bermimpi bertemu dengan mendiang ibu dan juga Aisha di Mekkah. Mimpi itulah yang meyakinkan Fahri bahwa sudah saatnya Fahri membuka diri, untuk mencoba mengisi kehampaannya meskipun ia tahu tak mungkin rasanya ia bisa mencintai wanita lain sebesar ia mencintai Aisha. Bada Shalat Ashar berjamaah, Fahri pergi untuk melamar Hulya, sepupu Aisha Hanem
Sebelum melamar Hulya, Fahri sesungguhnya telah melamar Sabina. Fahri sungguh jatuh cinta pada apa yang ada dalam hati Sabina. Namun, Sabina malah menolak lamaran Fahri tersebut. Menurutnya, ia sama sekali tidak sepadan dengan Fahri. Terlebih wajahnya yang rusak dan buruk rupa tidak pantas bersanding dengan wajah tampan Fahri. Ia takut akan membebani dan menyakiti hati Fahri dengan rupanya. Malah Sabina mengusulkan agar Fahri menikahi Hulya, Mata Sabina berkaca-kaca. Ada perasaan yang tidak dapat dijelaskan menggerogoti hatinya. Dan Hulya pun menerima lamaran tersebut. Pesta pernikahan berlangsung meriah di Central Oxford Mosque. Mereka berbulan madu di The Savoy Hotel di pinggir sungai Thames, London. Hanya saja Fahri merasa bersalah, ia merasa telah mengkhianati Aisha. Hingga selama 3 bulan setelah menikah, bahkan Fahri tidak bisa memberikan apa yang sebelumnya ia berikan hanya kepada Aisha. Hulya kecewa dan Sabina banyak menasehati Hulya, bahkan ia menyuruh Hulya untuk berlaku romantis. Sabina memberikan sebuah puisi sebagai pengantar kemesaraan untuk Hulya dan Fahri. Selama tiga tahun menikah mereka di karuniai seorang anak laki laki, namanya Umar al faruq,  Tak terkira kebahagiaan yang menyelimuti rumah itu. 

Begitupun Sabina. Sabinalah yang menjadi ibu angkatnya. Ia yang banyak menemani dan mengasuh Umar. Begitupun Umar, ia merasa memiliki ikatan batin dengan Sabina. Tahun-tahun berlalu, kini Hulya mengandung anak kedua. Sungguh sempurnalah kehidupan keluarga kecil Fahri.

Hingga suatu saat, Keira akan mengadakan sebuah konser biola, namun karena sesuatu hal rekan duetnya berhalangan hadir. Keira meminta Hulya yang memang sudah ikut kompetisi biola bersama Keira dan berhasil memenanginya untuk menjadi rekan duetnya. Hanya saja Hulya tidak melanjutkan ke kompetisi internasional atas permintaan Fahri. Awalnya Hulya menolak, namun ia merasa tidak enak kepada Keira. Fahri pun mengizinkan Hulya untuk menjadi teman duet Keira dan meminta maaf karena ia memiliki kesibukan sehingga tidak bisa menemani Hulya. Konser berlangsung lancar, merekapun pulang dengan perasaan gembira. Keira dan Hulya sempat mampir ke sebuah minimarket dan toilet, disana ternyata Keira hendak mengalami pelecehan oleh 2 orang pemuda, Hulya berusaha menyelamatkan Keira. Mereka berhasil lolos dan masuk kedalam mobil, mereka sepakat Hulya lah yang menyetir. Disaat Hulya keluar dari mobil untuk bertukar posisi, tiba-tiba 2 orang pemuda tersebut menyerang Hulya. Hulya di tusuk oleh orang tang tak di kenal yang membuat Haluya tewas bersama bayinya. Sebelum menghembuskan napas terakhir, hulya sempat berpesan  agar di lakukan pencangkokan muka Hulya untuk Sabina. Fahri bergegas meminta persetujuan Sabina, dan Sabina pun mengiyakan. Prosedur operasi segera dilakukan. Sabina dikarantina selama ia belum pulih. Tak terbendung kerinduannya pada Umar.  Dan juga ia bertanya-tanya akan seperti apa reaksi Fahri saat melihat wajah Hulya di wajahnya.

Sedangkan di kediamannya,  Fahri menatap meja belajar Hulya yang sengaja tidak dirapikan sejak kepergiannya. Fahri menemukan buku berisi puisi yang telah Hulya tandai. Puisi itulah yang selalu menjadi pengantar bagi dirinya dan Aisha sebelum 'beribadah', ia menemukan catatan tangan Hulya. Fahri merasa tersentak. Ia segera menggeledah kamar Sabina, berharap menemukan suatu petunjuk. Ia hanya menemukan sebuah tas tangan mahal yang merupakan hadiah dari Hulya untuk Sabina. Didalamnya ia menemukan sebuah cincin dan selembar foto yang tak asing lagi baginya. Fahri sungguh didera rasa penasaran. Ia menyusul ke rumah sakit dan meminta dokter untuk mengoperasi pita suara Sabina. Saat Sabina telah dibius total, Fahri melakukan sesuatu kepada Sabina untuk menuntaskan rasa penasaran dan untuk menumbuhkan keyakinannya.

Setelah itu Aishah menceritakan apa yang dia alami selama ini.  “Aisha, akulah yang harus minta maaf kepadamu. Seharusnya aku menemanimu ke palestina, bukan mementingkan sidag doctoral.” Aishah terisak-isak “Kamu sama sekali tidak salah, Suamiku. Akulah yang salah. Akulah yang terlalu memaksa”.
Alangkah manis bidadariku ini
Bukan main elok pesonanya
Matanya berbinar-binar
Alangkah indahnya
Bibirnya,
Mawar merekah di tanam surge

Kelebihan dan Kekurangan Buku
Kelebihan Buku :
Untuk tema yang diangkat pada novel ayat-ayat cinta 2 ini sangat relevan dengan kondisi umat Islam sekarang. Yaitu Islam sebagai agama yang damai sekaligus rahmatan lil alamin.
Penulis selalu menampilkan penggambaran latar yang sempurna dalam novel-novelnya.
banyaknya unsur sejarah yang dibahas penulis.
Banyak sekali nasihat dari ulama yang dipaparkan dalam novel ini
Memberi contoh tauladan akan akhlakul karimah yang dimiliki setiap umat Islam serta kegemilangan prestasi tokoh.
Memotivasi umat Islam untuk menjadi jiwa Enterpreneurship serta berusaha memiliki hidup berkecukupan agar rezeki yang diperoleh dapat digunakan secara optimal untuk menegakkan syiar Islam.
Memotivasi umat islam akan kesabaran dan keikhlasan.
Dapat membuat pembaca terhanyut dalam kisah yang diceritakan dalam novel ini.

Kekurangan Buku :
Menggunakan bahasa yang tinggi dan  sulit untuk di mengerti.
Ending cerita mudah ditebak, karena clue-clue yang diberikan cukup kelihatan. Tapi, memang ada twist-twist yang tidak terduga. Hal ini yang membuat pembaca ketagihan untuk terus melanjutkan sampai ending.
Novel ini teramat sangat tebal. Hehehe. Kadang merasa tidak nyaman saat membacanya.
Ceritanya  sangat panjang dan berbelit belit
Hanya masalah typo (pengetikan), banyak kata Fahri yang berubah menjadi Fahmi namun sama sekali tidak mengurangi kekhidmatan membaca.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment