Prinsip 3M Untuk Mengatur Waktu

JATIMAKTUAL, ARTIKEL,- Bagaimana cara mengatur waktu agar tetap seimbang dan menyenangkan? Butuh Bantuan dalam mengatur Waktu? Bagaimana merencanakan waktu? Yukk, mari kita terapkan prinsip 3M yaitu : Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal yang paling kecil dan Mulai dari sekarang. Mengatur waktu yang baik adalah tentang prioritas yang tepat, sehingga waktu dapat digunakan sebaik mungkin dan lebih produktif. Dalam mengatur waktu juga dibutuhkan keterampilan dan kedisiplinan.

Kedisiplinan merupakan ketaatan dan kepatuhan dalam melakukannya dibutuhkan untuk meraih kesuksesan. Waktu produktif tergantung manajemen waktu yang digunakan yaitu dengan cara tidak menunggu atau menunda dan lakukan sekarang dan untuk selanjutnya, berkonsentrasi dalam melakukan sesuatu, jangan terburu-buru atau tergesa-gesa, serta diperlukan ketekunan. 

Manajemen waktu merupakan suatu kemampuan untuk mengalokasikan waktu dan sumber-sumber untuk mencapai tujuan (Dejanasz, 2002). Keterampilan dalam mengelola waktu adalah bagaimana kita meluangkan waktu untuk memprioritaskan dan mencapai beberapa tujuan kehidupan serta menghasilkan kesejahteraan. Manajemen waktu merupakan keterampilan personal da manajerial. Hal ini merupakan proses untuk menyusun dan mencapai tujuan, memperkirakan waktu dan sumber-sumber waktu yang dibutuhkan untuk mencapai masing-masing tujuan dan mendisiplinkan diri sendiri memfokuskan pada tujuan. 

Seorang manajer yang efektif dapat mengelola waktu sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Selain itu, manjemen waktu dapat mengurangi tingkat stress menurut (Dejanasz, 2002).

Didalam diri kebanyakan orang, sering sekali melakukan suatu penundaan dalam suatu kegiatan/pekerjaan, “karena penundaan sebenarnya adalah pencuri waktu” (Edward Young Mght Thoughts). Hal ini yang sangat tidak efektif dalam manajemen waktu. Menurut Dr. Jan 
Yager, ada beberapa cara mengatasinya yaitu dengan cara : Selalu aktif, tentukan sasaran/tujuan, tentukan prioritas dalam bertindak, pertahankan fokus, buat tanggal waktu yang realistis, dan terakhir adalah melakukan sekarang juga (DO IT NOW): yaitu dengan :

D : Divide (Bagi-bagi tugas)
O : Organize (Atur cara pelaksanaan)
I : Ignore (Abaikan Gangguan)
T : Take (Ambil Kesempatan)
N : Now (Sekarang harus dijalankan)
O : Opportunity (Ambil Kesempatan)
W : Watch Out (Waspada Dengan Waktu )

Langkah awal dalam menyukseskan manajemen waktu adalah memberi prioritas terhadap setiap tugas, memutuskan tugas mana yang paling penting. Memprioritaskan adalah memutuskan tugas mana yang akan diselesaikan lebih dulu. Untuk membuat prioritas dengan baik, perlu membuat suatu rencana manajemen waktu jangka panjang dan mingguan.

Orang yang tidak tahu bagaimana melakukan prioritas bakal menjadi orang yang suka menunda-menunda pekerjaan. Jika kita punya rencana kedepan, maka kita akan menghemat waktu, kekhawatiran, dan energi. Mengapa? Karena  bisa mengatakan “TIDAK” untuk saat ini yang tidak penting supaya mendapatkan “YA” pada masa yang akan datang yang lebih penting.

Beberapa cara mempermudah mengatur waktu yaitu membagi pekerjaan menjadi beberapa bagian yang memungkinkan dapat melihatnya sebagai suatu rangkaian yang dapat diatur, kemudian mencoba menulis seluruh tugas dalam satu waktu, menulislah sebagian dari tugas tersebut, selanjutnya menyelesaikan tugas-tugas kecil dengan segera daripada menundanya. Hal ini dapat mendorong kita untuk menyelesaikan tigas-tugas yang lebih besar dan lebih butuh perhatian. 

Mengatur waktu juga dapat dipermudah dengan membuat perencaan mingguan dalam jangka waktu pendek, menengah, panjang. Misalnya waktu jangka pendek (< 1 jam) dalam perencanaan mingguan 1 jam atau kurang seringkali berguna untuk membaca ulang catatan kuliah, menyelesaikan bacaan singkat, melakukan latihan soal, atau pun menulis ide-ide dasar pembuatan essai. Waktu jangka menengah (1 – 3 Jam) dalam perencanaan mingguan 1 hingga 3 jam seringkali berguna untuk belajar lebih banyak. Bagilah dalam seksi 1 jam dan lakukan istirihat pada setiap jamnya untuk menghindari lelah. Cobalah untuk tidak belajar lebih lama dari 1 jam dalam 1 waktu, karena kita sulit untuk berkonsentrasi dalam waktu yang lama dan akan lebih baik jika mengistirahatkan pikiran daripada terus belajar pada saat sudah lelah. Jangka waktu menengah juga bisa juga bisa digunakan untuk mencatat lebih detail atau membaca atau menuangkan konsep atau mengedit suatu tugas. Waktu jangka panjang (> 3 Jam) dalam perencanaan mingguan lebih dari 3 jam – waktu inilah yang dapat digunakan untuk membuat suatu tugas tertulis atau menyelesaikan bacaan dalam jumlah besar.

Peranan manajemen waktu sangat diperlukan dalam kegiatan belajar, karena manajemen waktu merupakan salah satu faktor intern yang mempengaruhi hasil belajar. Wikel (2006) mengatakan “perbedaan prestasi belajar disebabkan oleh adanya faktor eksternal dan faktor internal. Faktor internal salah satunya adalah cara atau kebiasaan belajar yang diterapkan oleh individu agar prestasi belajarnya dapat berhasil dengan baik, tentu diperlukan suatu strategi yang baik yaitu dengan cara manajemen waktu dengan sebaikbaiknya, semakin individu dalam melakukan manajemen waktunya dengan baik maka akan semakin baik pula prestasi yang akan diperoleh”. Maka dengan individu melakukan usaha cara belajar yang efektif akan mencapai tujuan belajar yaitu tercapainya prestasi belajar sesuai yang diharapkan.

Semua manusia memiliki kapasitas waktu yang sama yakni 24 jam setiap harinya. Perbedaan antara orang sukses dan orang yang belum sukses dapat dilihat dari caranya mengatur waktu. Bahkan beberapa orang menganggap waktu adalah uang. 1 hari terdiri dari 24 jam. Atau setara dengan 1440 menit. Atau jika dikonversi dalam bentuk detik menjadi 86.400 detik. Dalam mengatur waktu juga diperlukan aksi tindakan nyata, tidak hanya merencakan saja. Namun ada sebagian orang yang mengaku tidak mempunyai cukup waktu untuk melakukan sesuatu, sebagian lagi justru dapat menyelesaikan banyak hal dibandingkan dengan orang lain. 

Kebiasaan-kebiasaan yang seringkali dilakukan bahkan menjadi sumber masalah dalam pemborosan waktu. 

Kebiasaan seperti melakukan hal-hal yang sebetulnya tidak perlu dikerjakan sama sekali tanpa disadari adalah sesuatu yang sering dilakukan.

Penulis. Dhinok Yuliu Andarika
Tempat, Tanggal Lahir: Blitar, 24 Juli 1997
Pekerjaan : Mahasiswa
Universitas Muhammadiyah Malang
Pendidikan Biologi
Alamat : Jl. Tirto Utomo No. 6C Landungsari Kabupaten Malang Jawa Timur

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment