Merasa Tak Dihargai, Ketua Bidang Pertandingan Turnamen Futsal Koni Ajukan Pengunduran Diri

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Dalam ajang kompetisi Open Turnamen Futsal Koni Cup I Pamekasan Tahun 2017 ini, salah seorang pengurus keanggotan memilih untuk mengundurkan diri. Pasalnya, Ketua Asosiasi Futsal Pamekasan sekaligus Ketua Panitia melanggar aturan yang sudah disepakati oleh seluruh Tim Futsal yang terdaftar, Selasa (5/12/2017) sekira pukul 21.30 WIB.

Informasi yang dihimpun jatimaktual.com, keributan ini bermula Klub Sportifo FC Vs Lorenk FC, pada saat permainan dimulai, dari Klub Kenzo FC, kemaren malem melawan tim dari Klub Sportifo FC, mengajukan banding kepada pihak kepanitiaan bahwa sanya dari Klub Sportifo FC ada salah seorang Pemain Sepak Bola. Yangmana sesuai kesepakatan awal dari pihak kepanitiaan dan seluruh klub terdaftar, tak diperbolehkan setiap klub menggunakan pemain dari Sepak Bola, dikarenakan antara persepak bolaan dan futsal sudah dipisah.

Selain itu, pihak kepanitiaan yang dipercaya dan ditunjuk sebagai Ketua Bidang Pertandingan, yang merasa dirinya audah dilangkahi oleh pihak Ketua Panitia pada saat memberikan arahan dan keputusan, seketika pihak Ketua Panitia mengambil alih kebijakan tersebut.

Kusairi, selaku Ketua Bidang Pertandingan menyampaikan, bahwa dirinya sangat kecewa atas tindakan yang dilakukan oleh pihak Ketua Panitia yang mengambil alih dan bertindak sewenang-wenang, tanpa ada koordinasi dengan dirinya (Ketua Bidang Pertandingan).

"Buat asosiasi itu, kita tak butuh piala kalok hanya nintanya dikemas dengan kepentingan-kepentingan oleh orang yang tidak bertanggung jawab," ungkap Kuasiri kepada jatimaktual.com di depan Gor Nyalaran Pamekasan.

"Membuat aturan sendiri kemudian melanggarnya begitu saja. Padahal saya tadi sudah mau menunda permainan, namun tidak boleh. Seharusnya pertandingan itu ditunda, ternyata sampai perntandingan itu selesai (antara Sportifo FC Vs Lorenk FC)," jelas Ketua Bidang Pertandingan.

"Besok saya akan memundurkan diri dari asosiasi Askab, karena asosisasi ini kurang sehat. Yang seharusnya kita menjung-jung tinggi sportifitas Futsal di Pamekasan, bukan malah seperti ini," tutupnya.

Sementara itu, dari pihak klub Lorenk FC yang awalnya tak tau benau akan persoalan yang terjadi sebenarnya menyampaikan, bahwa karena pihaknya merasa di khiyanati oleh pihak kepanitian, yang awalnya sudah tau persoalan pemain dari klub Sportifo FC adalah pemain Sepak Bola, dirinya meminta kepada kepanitian untuk mendiskualifikasi klub dari Sportifo FC.

"Kami tetap akan meminta untuk di diakualifikasi kepada Katua Panitia," ucap pengurus Lorenk FC yang tak mau disebut namanya.

Selain dari itu, beberapa klub mengajukan penundaan permainan, upaya untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi pada klub Sportifo FC. Adapun klub yang mengajukan penundaan seperti; Ayounk FC dan Panjura FC, ditakutkan nantik bermasalah kedepannya.

Perlu diketahui, Kusairi, Ketua Bidang Pertandingan Turnamen Futsal Koni Cup I Pamekasan Tahun 2017 akan mengundurkan diri dari kepanitian besok pagi sekitar pukul 09:00 WIB, di Kantor Koni Pamekasan, sebagai rasa kekecewaannya kepada Ketua Panitia.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepanitiaan belom sempat dikonfirmasi.

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

1 comments:

Fais uye said...

Mantap la
Masa tak mantap pula
Pala lu aj yg tak mantap kampret 😂
Junjung tinggi sportifitas 💪

Post a Comment