Merasa Dianak Tirikan, Masyarakat Pantura Layangkan Surat Terbuka ke Bupati Pamekasan

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Merasa desa tercintanya dianak tirikan oleh Pemerintah Daerah, Masyarakat Pantai Utara (Pantura) layangkan surat terbuka kepada Bupati Pamekasan, Jum'at (15/12/2017).

Surat itu merupakan sebuah delik aduan dari masyarakat setempat, yang mana akses jalan raya antar kedua Kecamatan (antara jalan raya Ponjanan Timur - Batu Bintang), rusak parah. Karena bertahun-tahun lamanya tak diperhatikan pemerintah kabupaten (pemkab) Pamekasan, masyarakat setempat terpaksa melayangkan surat terbuka kepada Bupati Pamekasan, meminta agar diperhatikan.

===================================
SURAT TERBUKA

Kepada Yth. Bupati Pamekasan
Bapak Drs. H. Kholil Asy'ari

Assalamualaikum Wr Wb

Bapak bupati.
Kami terpaksa menulis surat terbuka ini, karena kami mayoritas masyarakat di area Jalan Raya Ponjanan Timur - Batubintang merasa resah dengan lambannya pemerintah Pamekasan dan bahkan seolah olah menutup mata atas kondisi jalan raya yang bukan sekedar rusak tapi hampir menjadi jalan Makadam tapi sampai saat ini hampir satu periode sejak bapak naik tahta mulai menjabat sebagai Wakil hingga kini jadi orang nomor satu di Kabupaten Pamekasan jalan raya ini hampir tidak pernah mengalami perbaikan.

Jalan raya yang panjangnya sekitar kurang lebih 5 km ini merupakan akses utama bagi masayrakat Batumarmar Khuisusnya Di Area Ponjanan Timur - Batubintang dimana di area jalan raya ini bukan hanya terdapat pusat perekonomikan rakyat (Pasar) tapi juga terdapat akses-akses ke pendidikan (Sekolah) tentu hal ini sangat menghambat kebelangsungan kegiatan-kegiatan masyarakat baik dari segi ekonomi, pendidikan dan lain nya.

Sudah beberapa kali kami mencoba mengeluh agar kondisi jalan raya ini segera diperbaiki bahkan Sekitar Enam Bulan yang lalu ketika sebagain masyarakat menanam pohon pisang ditengah-tengah jalan sebagai protes atas lambannya perbaikan. Setelah berita menyebar diberbagai media pemerintah melalui Dinas PU mengkonfirmasi akan segera membahas dengan Pak Bupati untuk segera diperbaiki tapi faktanya sampai hari ini jalan raya ini masih tetap saja belum diperbaiki. Kini musim peng hujan sudah tiba, ketika hujan deras jalan ini bukan hanya menjadi area jalan untuk kendaraan bermotor tapi seolah-seolah menjadi selokan yang penuh dengan air,  dan jalan-jalan yang berlubang ini bukan hanya menjadi domisili baru bagi air hujan. Tapi juga sangat  membahayakan bagi pengguna jalan karena genangan nya menyilaukan mata para penggunanya.

Jika alasan lamban nya perbaikan karena minimnya anggaran (PAD) bagi saya ini sangat tidak elok untuk didengar karena rusak nya jalan raya ini bukan hanya satu atau dua tahun saja tapi hampir selama satu periode pemerintahan kepemimpinan bapak. Kini periode bapak hampir selesai untuk memimpin  kami, saya rasa bapak masih punya kesempatan untuk tidak meninggalkan cindera mata jalan raya ini menajadi makadam dengan segera memperbaikinya.

Bapak bupati…
Setelah sekian lama kami mengamati dan mencoba sabar dengan rusaknya kondisi jalan raya ini dalam sanubari kami yang terdalam kami bertyanya apa sebenarnya dosa kami? Kenapa kami seolah-olah di anak tirikan. Apakah karena kami bukan suara mayoritas untuk mengantarkan bapak naik tahta dalam pilkada?  atau karena memang betul-betul PAD kita yang tidak memungkinkan untuk memperbaiki jalan raya yang hampir 5 tahun rusak?, padahal kami murupakan sebagian masyarakat yang konsumtif yang mana kalau dikaji secara ekonomi daerah ini merupakan perekonomian yang hidup yang menunjang atas pertumbuhan PAD. Oleh karena itu taukah bapak bahwa rusaknya jalan bukan hanya menghambat laju perekonomian tapi juga menghambat laju Indek Pembangunan Manusia nya (IPM). Sehingga Sampai kapan masyarakat batumarmar ini dicap sebagai masyarakat yang primitive dan paling tertinggal dilingkungan kabupaten pamekasan kalau bapak sendiri sebagai pemimpin kami terkesan tidak peduli atas semua ini.

Terakhir.. melalui surat terbuka ini, tirulah gaya Presiden kita yang sering blusukan tak segan masuk desa hanya untuk menyapa dan tau keluh kesah warga, sekali waktu silahkan bapak Bupati Blusukan keaderah pantura bawalah mobil dinasnya dan lewatlah pas waktu hujan dijalan raya Ponjanan Timur - Batubintang  agar bapak tau dan merasakan betapa menderitanya melintasi jalan raya ini. kami sungguh-sungguh minta perhatian bapak untuk memberikan solusi dengan segera memperbaiki karena kami asli anak kandung yang dengan alasan apapun tidak layak untuk di anak tirikan seperti ini. Semoga hidayah Allah Swt senantiasa bersama bapak dan mampu melewati ujian sejarah dengan sebaik-baiknya.

Hormat kami,
Penulis

Eenk_Heryono, SE

Tembusan:
  1. Bupati Pamekasan
  2. Dinas PU
  3. Ketua DPRD Pamekasan
  4. Muspika Batumarmar
===================================

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment