“KURANGNYA MENGHARGAI WAKTU DALAM PENDIDIKAN”

Penulis : Sofia Fitri Meiverawati
Pendidikan Biologi,
Universitas Muhammadiyah Malang

Kita sebagai pelajar harus bisa mengatur dan menghargai waktu dengan sebaik mungkin, yang paling penting adalah sikap disiplin kita sebagai pelajar, sebelum memulainya kita harus tahu apa yang dilakukan dengan kedisiplinan dalam menghargai waktu.

Yukk kita belajar bersama… (
Disiplin merupakan sikap mental seseorang yang mengandung kerelaan untuk mematuhi dan taat kepada peraturan, tata tertib, ataupun ketentuan yang berlaku dalam menunaikan tugas dan tanggung jawab. Kita sering menyebutkan disiplin itu sebagai mentaati aturan. Contoh dari sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari seperti bangun pagi, berangkat kuliah sebelum jam pelajaran dimulai, mengatur waktu untuk belajar, dan aktivitas lainnya. Disiplin dilakukan secara senang hati dan rela tanpa ada paksaan dari siapapun, karena disiplin bukanlah untuk orang lain melainkan untuk diri sendiri.

Sebagai remaja adalah wajar bila kita merasa kurang, apalagi bila lingkungan keluarga dan sekolah serta pergaulan sering kali membandingkan dengan orang lain yang memiliki kelebihan. Ada dua faktor yang berperan disini, yakni faktor daro dalam diri dan faktor dari luar diri.
Faktor dari dalam diri, misalnya banyak orang yang belum berhasil menemukan sendiri berbagai kemampuan dan kelebihan yang ia miliki. Sedangkan faktor daru luar, misalnya pengaruh pada pendidikan dalam keluarga, seperti orang tua atau keluarga yang kurang memberi kesempatan kepada kita untuk berkembang, segala sesuatu dibatasi sehingga kita cenderung menunggu perintah dalam mengerjakan sesuatu. Tekanan dari kelompok teman untuk menjadi sama dengan mereka, misalnya dalam cara berpakaian dan berpenampilan, cara berbicara, dan berbagai gaya hidup lainnya.

Kurangnya pengetahuan tentang kemampuan diri serta kemampuan untuk mewujudkan dapat menimbulkan kebingungan dan sikap iri melihat orang lain yang dianggap lebih berhasil, maka akan sulit bagi kita untuk membangun arah hidup dan kegiatan secara baik. Kita cenderung meniru orang lain, atau malah tidak bersemangat mengerjakan apapun untuk masa depan kita.

Budaya terlambat semakin hari semakin parah saja. Hal ini terjadi karena kurang sadarnya akan pentingnya menghargai waktu. Kebanyakan menyalah gunakan memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang tidak penting. Menghargai waktu merupakan wajib dan harus kita semua lakukan mengingat begitu pentingnya waktu bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Negara akan lebih maju jika warga negaranya lebih menghargai waktu, begitupun sebaliknya. Selain itu kita juga harus tahu bahwa banyak manfaat apabila kita disiplin dan menghargai waktu. Dengan mengerjakan sesuatu dengan tepat waktu, maka akan selesai dengan tepat waktu juga. Hal ini berarti tidak ada waktu yang terbuang sia-sia, jika mempunyai kebiasaan tepat waktu maka orang-orang di sekitar kita akan lebih percaya kepada kita, tidak terlambat sama dengan tidak menyusahkan orang lain, susunlah daftar kegiatan belajar. Pelajar dapat menentukan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan pada setiap hari. Kegiatan tersebut mencakup kegiatan kuliah pada hari itu terutama tugas-tugas yang harus diselesaikan di rumah dan kegiatan belajar lainnya. Jenis kegaiatan belajar di rumah mencakup kegiatan mengerjakan tugas kuliah dan kegiatan belajar di rumah, yaitu mempelajari buku paket, menghafal buku pelajaran, mengerjakan pekerjaan rumah, memindah catatan, membuat ringkasan bahan pelajaran, mempersiapkan diri menghadapi ulangan, dan lain-lain. Setelah selesai menentukan jenis kegiatan belajar, selanjutnya menentukan prioritas pelaksanaannya. Dari kegiatan terpenting berturut-turut sampai yang kurang penting. Kita dapat membuat daftar kegiatan belajar dalam buku catatan harian atau pada kertas. Menetapkan waktu belajar. Masing-masing individu mempunyai kebiasaan belajar yang berbeda. Ada individu yang bisa belajar dengan baik sore hari, ada yang pada malam hari, dan ada yang pada pagi hari. Dengan menetapkan waktu belajar tertentu sesuai dengan kondisi masing-masing individu, akan terbentuk kebiasaan belajar yang baik. Bertanyalah pada diri sendiri tentang pelajaran yang anda anggap sukar dan pelajaran yang anda anggap mudah. Masing-masing orang berbeda dalam menentukan pelajaran yang sukar dan yang mudah. Ada yang menganggap pelajaran Biologi lebih sukar dari pelajaran Matematika. Ada juga yang menganggap pelajaran Matematika lebih sukar dari pelajaran Biologi. Pelajari lebih dahulu yang anda anggap sukar. Mata pelajaran yang anda anggap sukar, hendaknya dipelajari lebih lama agar betul-betul anda kuasai. Berilah waktu yang cukup untuk setiap mata pelajaran. Buatlah satuan belajar selama satu jam. Tidak ada pedoman yang pasti untuk menetapkan lama waktu belajar. Umumnya, setiap babak waktu belajar antara 80 menit sampai dengan 90 menit. Setelah anda belajar selama kurang lebih satu jam, anda dapat melakukan selingan belajar antara 5 sampai 10 menit dengan melakukan selingan makan makanan kecil, mendengarkan musik atau melakukan gerakan kecil untuk meluruskan kaki sehingga selingan perlu dilakukan agar badan tetap segar dan tidak mudah lelah. Ulangilah pelajaran yang baru saja diberikan di kelas. Bacalah kembali pelajaran tersebut sebelum anda menghadapi pelajaran berikutnya.

Pelajarilah setiap mata pelajaran sesering mungkin. Jika anda belajar satu jam setiap hari selama enam hari berturut-turut maka anda dapat memperoleh hasil yang lebih besar daripada belajar enam jam sekaligus, tetapi hanya sehari. Jangan menyia-nyiakan waktu luang. Misalnya, ada guru yang berhalangan hadir, atau pelajaran selesai sebelum waktunya, gunakan waktu luang itu untuk belajar, diskusi atau membaca. Gantilah waktu belajar yang hilang. Anda harus mengganti waktu belajar yang hilang karena melakukan kegiatan lain saat anda harus belajar. Misalnya harus menghadiri acara seminar dikampus sehingga waktu belajar anda ada yang hilang. Waktu yang hilang tersebut dapat diganti dengan mengurangi waktu untuk berekreasi/bermain sehingga alokasi waktu belajar anda tetap pada porsinya.

Jika suatu pekerjaan selesai tepat waktu, otomatis waktu selanjutnya dapat digunakan untuk mengerjakan yang lain, dengan adanya pola seperti ini maka hidup kita menjadi lebih efektif dan efisien. Dengan mengerti keuntungan-keuntungan apabila menghargai waktu, diharapkan kita semua dapat membiasakan diri bersikap tepat waktu, dan menjadikan sebuah budaya baru yang dapat diturunkan kepada generasi-generasi penerus bangsa.
Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau tidak sekarang, kapan lagi?

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment