Kompetisi Koni Cup Pamekasan Kembali Berpolemik, Mematikan Semangat Atlit.

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Usai ajang kompetisi Open Turnamen Futsal Koni Cup I Pamekasan Tahun 2017 ini berpolemik, salah seorang pengurus keanggotan memilih untuk mengundurkan diri. Dikarenakan, Ketua Asosiasi Futsal Pamekasan sekaligus Ketua Panitia melanggar aturan yang sudah disepakati oleh seluruh Tim Futsal yang terdaftar dan merasa dirinya dilangkahi, (5/12).

Kini Kompetisi Koni Cup I dalam bidang Atletik Se-Madura menuai banyak kritikan dan kecaman para pelatih dan peserta. Pasalnya, uang pembinaan yang diberikan kepanitian tak sesuai dengan ketentuan yang ada, yang seharusnya Juara I mendapatkan Rp. 500.000, ternyata mendapatkan sebesar Rp. 350.000. Begitupun Juara II & III yang dipotong.

Serta kebijakan yang diambil oleh pihak kepanitiaan tak sesuai dengan technical meating yang ada, Selasa (12/12/2017).

Rahman, selaku pelatih atlit dari SMPN 5 Pamekasan mengatakan, "yang awalnya mengambil 4 serie, setelah berjalan ada perubahan dari pihak panitia, seketika mengambil satu terbaik, dirubah mendadak. Jika memang mau dirubah, seharusnya dipanggil semua official," jelasnya.

"Padahal di jugnis sudah tertera semuanya, terus terang itu membunuh karakter atlit Pamekasan. Saya sangat kecewa, saya bukan sekali dua kali yang mengikuti kompetisi seperti ini, cuma disini saja yang amburadul," tegasnya kepada awak media di Lapangan SMAN 3 Pamekasan.

Selain itu, Bangbang, juga seorang pelatih keolah ragaan dari sekolah yang sama mengatakan, "Tindakan yang dilakukan ini entah memang dari pihak kepanitian atau dari pihak Koni tidak paham, padahal di banner yang ada sudah terpampang jelas bahwa Juara I memdapat Rp. 500.000 mengapa masih di potong menjadi Rp. 350.000," ucapnya.

"Kami akan menindak lanjuti kasus ini ke jalur hukum, karena ini merupakan tindakan kebohongan publik," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Koni Pamekasan, Kuswadi mengatakan, "Sebenarnya bukan tidak sesuai, tapi papan hadiah itu juga dipakek untuk kejuaraan yang lain, seperti di Kodi, Tekondo dan Panjat Tebi, jadi ini kekurangan kami," terangnya.

"Jika memang tidak ada kepuasan ya silah kan lewat jalur hukum gapapa. Dikatakan kepanitian tidak siap terserah apa saja," tutupnya.

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment