Kendaraan Kaki Tereleminasi Kendaraan Asap

JATIMAKTUAL, ARTIKEL,- Penjualan kendaraan bermotor menurut AISI (Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia), pada Agustus tahun 2017 penjualan sepeda motor telah mencapai  554.923 unit, Dibandingkan dengan penjualan periode yang sama tahun lalu,  penjualan Agustus tahun ini  meningkat  5,19%.  Agustus tahun lalu penjualan mencapai  527.536 unit. Dibandingkan pada Juli bulan sebelumnya, penjualan Agustus juga  naik  3,11 %.  Juli lalu total penjualan motor mencapai  538.176 unit. Dengan melihat data penjualan diatas, dpat diketahui bahwa pembelian kendraaan bermotor setiap tahun akan mengalami kenaikan, secara signifikan  maupun tidak, setiap tahun pembelian kendaraan bermotor mengalami kenaikan sebesar 5,19% atau mengalami kenaikan 27.000 kendaraan bermotor pertahun,

Belum lagi untuk Penjualan mobil pada Juli 2017 mencapai 84.905 unit atau melesat 27,92 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu 66.370 unit. Secara tahunan, penjualan mobil pada periode Januari-Juli tembus 618.808 unit atau meningkat 4,17 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu, yakni 594.018 unit.
Hal ini bisa dibayangkan jika kenaikan seperti ini akan terjadi selama 10 tahun kedepan, bisa-bisa 10 tahun akan datang, kendaraan bermotor akan menguasai dan memenuhi jalanan serta membuat kemacetan diamana-mana. Belum lagi di jalanan Indonesia yang masih sempit tanpa ada perbesaran jalan.

Tedapat beberaa factor pedorong terjadinya peningkatan pambelian kendaraan bemotor yang dulunya mereka seorang pejalan kaki beralaih ke kendaraan asap. factor-faktor tersebut adalah :
Jarak yang jauh tidak memungkinkan untuk berjalan kaki, ataupun bersepeda
Jadi dalam hal ini jarak yang jauh tidak memungkinkan seseorang untuk berjalan kaki atau bersepedah, mengingat jarak yang bisa mencapai ratusan (km).
Tidak memakan waktu yang lama saat berpergian.

Mereka beranggapan bahwa jika mereka berpergian dengan jalan kaki maka akan menguras banyak waktu orang tersebut, misalnya seseorang yang bekerja disuatu perusahaan A yang memiliki jarak 5 km dari rumahnya, jika seseorang tersebut melakukan pergi ke kantor dengan jalan kaki maka orang tersebut bisa menghabiskan waktu selama 15-20 menit, tetapi jika mereka menggunakan kendaraan bermotor, waktu yang dibutuhkan hanya 5 menit saja.

Menghemat tenaga
Seseorang tidak perlu capek berjalan kaki untuk pergi ke suatu tempat, dengan kendaraan bermotor mereka hanya tinggal duduk dan menentukan arah tujuannya
Jalur pejalan kaki sudah tidak aman lagi
Banyak juga seseorang pejalan kaki mereka beralih ke kendaraan bermotor dengan alasan bahwa jalur yang harusnya menjadi hak pejalan kaki malah beralih fungsi terkadang trotoar untuk pejalan kaki digunakan sebagai jaur kendaraan bermotor yang tentu saja sangat membahyakan keselamatan bagi pejalan kaki, yang lebih parah lagi trotoar tersebut digunakan sebagai tepat berjualan. Yang memaksa pejalan kaki untuk berjalan di jalan raya.

Kurang nyamannya public transportasi yang ada di Indonesia
Untuk seseorang yang ingin melakukan perjalan yang jauh maka pejalan kaki ini akan menggunakan kendaraan umum untuk berpergian, bnyak pengguna transportasi umum yang merasa kurang nyaman dengan kendraan umum karena masih bnayak pengamen, kurangnya kendaraan umum maka banyak penumpang yang harus berdesakan didalamnya, halte yang bolong-bolong dan banyak coretan bekas vandalisme,


Biaya yang mahal.
Masalah biaya transportasi di Indonesia memang cukup menguras kantong, misalnya kita ingin ke tempat A lalu tidak ada kendaraan umum yang lansung menuju ke tempat tersebut maka kita harus mengeluarkan biaya 2x lipat untuk naik ojek agar sampai di tempat tersebut, beda dengan halnya jika kita menggunakan kendaraan pribadi yang bisa langsung k tempat tujuan kita yang tentunya biaya yang kita keluarkan cukup sedikit
Gengsi

Gengsi dalam hal ini adalah seseorang yang tidak mempunyai kendaraan pribadi dianggap kurang mampu, dan jika mereka memiliki kendraan sendiri diri mereka merasa tinggi dari orang lain.

Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh kendraan bermotor terdapat pula bahaya yang mengancam, dengan membludaknya kendraan bermotor kita bisa memperkirakan berapa asap yang kita hirup dijalanan, kandungan yang terdapat pada kendaraan bermotor dapat menyebabkan penurunan tingkat kecerdasan, resiko penyakit jantung coroner, timbal yang terdapat pada asap kendaraan bisa mengganggu pertumbuhan dan fungsi otak janin sehingga kecerdasan janin berkurang. Dampak lainnya adalah banyaknya produksi kendaraan maka saat mobil tersebut tak digunakan lagi maka mobil tersebut akan menjadi sampah yang semakin hari semakin menumpuk dan dapat mencemari lingkungan
Sebenarnya banyak solusi yang sudah dilakukan dilakukan oleh pemerintah untuk mengurai macet, tapi solusi tersebut tapi nyatanya bukan mengurai macet malah menambah macet, contohnya saja, mengguankan jalan satu arah pada jam-jam tertentu, hal ini hanya dapet mengurai macet di tempat-tempat tertentu saja, dan menambah macet di tempat yang lain , karena banyak pengendara yang bingung mencari jalan alternatif, contoh lainnya adalah pemerintah yang akan melebarkan jalanan yang rawan macet, hal ini juga bukan solusi untuk mengurai macet malah membuat senang masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi



Terdapat solusi lain dalam permasalahan ini, seperti  :
Pemerintah harus membatasi penjualan kendraan bermotor atau mempersulit dalam pengurusan data pembelian kendraan bermotor, sehingga banyak orang yang enggan membeli kendaraan bermotor karena sulitnya akses pengurusan kendaraan bermotor
Perbaikan kendaraan umum atau fasilitas transportasi umum , dan penambahan transpotasi umum yang memadai, jika transportasi yang ada sudah memadai pasti seseorang akan mempertimbangkan untuk menggunakan transpotasi umum
Menikkan pajak pembelian kendaraan bermotor, dengan ini banyak pihak akan merasa keberatan dan akan membatasi pembelian kendaraan yang ia miliki.
Membiasakan masyarakat Indonesia unuk cinta lingkungan, jika masyarakat sadar akan pentingnya lingkungan maka masyarakat Indonesia tidak akan menggunakan kendaraan pribadi karena mereka sadar bahwa mereka akan menembah polusi asap yang berbahaya bagi lingkungan.

Nama : Nia Ni’matus Sa’adah
Alamat : Jl. Tirto Utomo No. 5A-Malang (65144)
Jenis Kelamin : Perempuan
Usia : 19 tahun
Status :Mahasiswi Pendidikan Biologi-Universitas Muhammadiyah Malang

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment