Hakikat Kebenaran Islam

Judul : Islam Sontoloyo
Penulis : Ir. Suekarno
Penerbit : Sega Arsy
Cetakan : keempat, Januari 2015
Tebal : 208 halaman
ISBN : 978-6028635-20-5
Peresensi : Fadal

Agama Islam adalah agama yang dibawa oleh Rasulullah SAW. sekaligus sebagai penyempurna dari agama sebelumnya. Artinya, Agama Islam akan menuntun kita dari kehidupan yang sebelumnya gelap, menuju kehidupan yang lebih istimewa. 

Namun, yang menjadi sebuah problematik kali ini, Islam seperti apa sebenarnya yang benar? Mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya adalah wujud syar’i ajaran Rasulullah SAW. kita bisa belajar dari apa yang dikerjakan oleh beliau. baik dari perkataannya, perbuatannya, dan ketetapan-ketetapan yang beliau anjurkan kepada kita.  sebab, di era moderen ini banyak sekali orang mengaku  beragama Islam, namun, apa yang di lakukan kita, malah menyimpang dari ajaran Islam tersebut.

Kesadaran terhadap agama yang kita anut, benar-benar harus ditinggikan. Kali ini, telah banyak pemikiran-pemikiran yang dapat meracuni agama islam, terkadang dimulai dari budaya, politik, dan sejenisnya. Hal ini, akan merusak kualitas keimanan kita selaku umat muslim. Jika memandang Agama Islam yang ada di Indonesia, mempunyai banyak aliran ataupun organisasi yang memiliki paham sendiri. Seperti halnya Nahdhatul Ulama, Muhammadiyah, Ahmadiyah, dan lain sejenisnya. 

Adanya hal tersebut, bukan berarti mengubah keimana kita kepada Allah SWT. yang terpenting kita harus ingat bahwa, dalam membenarkan Agama Islam, apa yang telah Allah SWT. dan Rasulnya perintahkan, kita meyakininya.

Ir. Suekarno memberikan arahan kepada kita, tentang perubahan kegamaan yang terjadi di sekitar kita. Beliau mengatakan bahwa, segala hal mengalir, segala hal selalu berubah, segala hal mendapat perubahan, bukanlah hal yang datang dari Allah SWT. semata. Sebab, pokok tidak berubah, Agama tidak berubah, Islam-sejati tidak berubah, firman Allah SWT. dan Sunnah Nabi tidak berubah, tetapi pengertian manusia tentang hal-hal inilah yang berubah. Pengoreksian pengertian itu selalu ada, dan musti selalu ada. Pengoreksian itulah hakikatnya semua ijtihad, pengoreksian itulah hakikatnya semua penyelidikan yang membawa kita ke lapang kemajuan (halaman 81).

Terkadang, seseorang itu hanya mementingkan terhadap egonya sendiri. Mengerjakan sesuatupun beranggapan bahwa dirinya selalu mampu. Dan apa yang kita lakukan benar adanya. Padahal jika kita memahami lebih dalam lagi, semuanya adalah mutlak atas kehendak Allah SWT. kita hanya mampu berusaha dan berdoa terhadap apa yang kita cita-citakan. Bukan malah ikut membingkai kehidupan kita dengan kesarakahan, menjadi pembunuh terhadap kekuatan agama sendiri, dan lain sejenisnya. Hal ini malah akan menambah kita lebih jauh dari yang Allah SWT janjikan kepada kita.
Kita harus tetap merasa bahwa akan ada kehidupan setelah ini, ada penghakiman, ada pertanggung jawaban terhadap apa yang  kita lakukan selama di dunia. Walaupun, tanpa meninggalkan pekerjaan-pekerjaan yang diamanahkan kepada kita. Justru dengan adanya hal tersebut, dapat memudahkan kita untuk berijtihad, mengajak orang-orang untuk saling memperingati satu sama lain, bukan malah menyesatkan orang lain. 

Pada era modern ini, kita akan bertemu dengan banyaknya sebuah permasalahan, baik menyangkut hati, jiwa dan keadaan harfiah kita. Kita juga belum mengetahui apa selanjutnya yang akan terjadi. Namun, sekarang yang perlu kita lakukan adalah memperkuat keimanan kita terhadap sesuatu apapun yang akan terjadi. Agama Islam, benar-benar akan berkembang jika kita memegang penuh dalam memperhatikan kuncinya. Ada tiga kunci utama yang perlu kita tanam dalam hati: kemerdekaan ruh, kemerdekaan akal, kemerdekaan pengetahuan (halaman 88).

Kemerdekan yang akan kita dapatkan, akan menambah kekuatan terhadap Agama. Sekalipun, misalkan nantinya akan ada orang yang mencoba menjajah keyakinan kita, dengan reflek, kita akan mampu menumpas segala serangan tersebut. Karena hanya kemerdekaan ruh, akal, dan pengetahuanlah yang menjadi tameng penghadang dari segalanya. Namun, sebelum kita menerapkan adanya hal tersebut, sebaiknya, kita tidak perlu mengharap para intelektual-intelektual untuk bersatu dengan kita. Sebab kita belum tau, pemkiran, kejiwaan, idiologi, dan sejenisnya, sama dengan perspektif yang kita dalami, apalagi pemahaman antara manusia itu memiliki cara tersendiri. Barangkali, kita bisa mempertimbangkan apapun yang terekam dalam kehidupan sehari-hari
Buku pemikiran islam yang berjudul Islam Sontoloyo ini, memberikan kita banyak pemahaman tentang Islam. Ir. Suekarno selaku penulis, memberikan banyak amanah yang perlu kita terapkan serta merenungkannya. Karena, apa yang beliau tulis, sangat pas untuk di jadikan penyelamat pada era moderen ini. Ditulis dengan bahasa yang renyah dan sangat menyejukkan hati kita. Selamat membaca.


Biografi ;
Nama : fadal
Studi : Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang
Alamat : Nyabakan Timur, Batang-Batang, Sumenep-Madura

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment