Tuntut Oknum ASN Cabul, 3 Organisasi Luruk Kantor Sekda.

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- 3 organisasi yang tergabung dalam FORMAASI, KAPAK dan BMM lakukan aksi demonstrasi ke Kantor Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menindak tegas oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga melakukan hal yang tak senonoh (cabuli) bawahannya, Selasa (14/11/2017).

Informasi yang dihimpun jatimaktual.com, Puluhan massa aksi yang tergabung dari 3 organisasi itu berangkat dari pusat kota, Monumen Arek Lancor Pamekasan menuju Kantor Sekda Pamekasan.

Maimun, selaku Koordinator massa aksi menuntut, bahwa pihaknya meminta Pemkab Pamekasan untuk menegakkan PP No. 53 tahun 2010 dan UU No.5 tahun 2014 secara prosedural dan profeaional. Meminta sanksi yang diberikan sesuai dengan hasil LHP. Memutasi melalui prosedur dan melalui BAPERJAKAT. Dan menindak tegas ASN pelanggar Amoral itu.

"Kurangnya bukti ini bukan berarti tidak ada bukti, jadi ini hanya kurang," ucap Maimun.

"Berbicara peraturan pemerintah dalam pasal 4 sampai 7 itu menyangkut dengan wewenang dan prilaku. Kalok kita sepakat yang dilakukan oleh oknum ini adalah benar menurut Sekda, mari kita kaji bersama terkait peraturan ini," tegasnya.

Selain Maimun, disini juga ada Iklal yang juga merupakan salah satu Orator mengatakan, "Mengingat kejadian yang telah menimpa salah satu oknum ASN yang diduga kuat melakukan tindakan amoral, jelas-jelas hal itu sudah tidak berkesesuaian dan telah menyalahi UU RI No. 5 Ta 2014".

"Ketika mendapati seorang yang seharusnya memberi contoh yang baik. Malah, berkelakuan menyimpang dari tujuan atau harapan masyarakat. Pantaskan Gerbang Salam dijadikan jargon bagi kabupaten tercinta ini," tegasnya.

Plt. Sekda Pamekasan Mohammad Alwi menyampaikan, "Keluarlah surat dari pihak kepolisian bahwa ini tidak terbukti. Jadi oleh sebab itu, ini kami anggap sudah selesai. Kalok pihak kepolisian sudah tidak bisa membuktikan, apalagi kami".

"Oleh sebab itu, yang bersangkutan di Kecamatan Kadur dan yang pelapor ini ada di Kelurahan Parteker. Karena untuk menghukum ini kami perlu bukti-bukti.
Kalok cuma berdasarkan pengakuan dan pelaporan ini kan gak cukup," ujarnya didepan massa aksi.

Karena masih belom mendapatkan jawaban yang pasti dan real dari Plt. Sekda Pamekasan, massa aksi yang tergabung dari 3 organisasi itu akan melakukan aksi kembali dengan membawa bukti-bukti.

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment