Pemkab Pamekasan Tumbang dari Korporasi, Hiburan Karaoke Terang Bulan Tetap Beroperasi

Foto saat disegel Satpol PP Pamekasan
JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Hingga kini tempat hiburan karaoke Terang Bulan bersoal. Pasalnya, setelah sempat disegel oleh Pemerintah Daerah, pihak pengusaha masih tetap melakukan upaya-upaya bagaimana tempat hiburan karaoke Terang Bulan bisa beroperasi kembali.

Hal itu dibuktikan dengan adanya indikasi suap menyuap antara pihak pengusaha dengan salah satu oknum LSM yang berada di Kabupaten Pamekasan.

Hasan selaku masyarakat Tlanakan menyampaikan, bahwa meski pihak pengusaha TB tetap berusaha akan membuka kembali, pihak Kepala Desa tetap tak akan memberikan izin sesuai komitmen dengan masyarakat Tlanakan.

"Sesuai komitmen awal, karena kemaren-kemarennya ada perkumpulan dengan Kepala Desa terkait itu, makanya kalau ada keluar izin saya pengentau izinnya seperti apa. Berarti kalai seperti itu, komitmen kita kan buyar," ujar Hasan kepada jatimaktual.com.

Bahkan pihaknya pun kebingunan dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan yang seolah tumbang tindih menghadapi persoalan itu.

"Bahkan ada pertanyaan besar, Pemkab ini kok bisa diam ada apa ini. Apakah pemerintah tumbang dari korporasi atau gimana. Apalagi korporasi ini antek China," tegasnya.

Selain itu, pihaknya pun akan tetap berusaha untuk mengkawal sampai persoalan itu selesai, berdasarkan utusan dari tokoh di Kab. Pamekasan.

"Bagaimana pun juga masyarakat Tlanakan akan selalu mengkawal persoalan ini hingga selesai. Kami bergerak berdasarkan tokoh, karena seakan-akan saat ini tokoh dipermainkan," tutupnya.

Ditempat lain, Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail, S.Hi dalam menanggapi persoalan itu menyamapaikan, bahwa pihaknya meminta kepada Satpol PP untuk menindak tegas.

"Karena dulu yang melakukan penyegelan itu Satpol PP, maka Satpol PP harus lebih tegas lagi bagaimana nantinya ada evaluasi. Kalau perlu bukan hanya disegel seperti itu. Kami minta kepada Satpol PP sebagai penegak Perda harus betul-betul bisa mengawasi tempat itu 24 jam," jelasnya saat dimintai keterangan diruang Komisi I DPRD Pamekasan.

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment