Hiburan Karaoke Terang Bulan Diduga Menyuap Oknum LSM Demi Tetap Beroperasi

Gambar Hasan saat diwawancarai awak media
JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Dibukanya kembali tempat hiburan karaoke Terang Bulan yang berada di Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan ini, yang sempat disegel oleh Pemerintah Daerah terkait larangan operasional karaoke, beberapa bulan yang lalu. Rupanya, diduga ada oknum Lembaga Swadayan Masyarakat (LSM) yang menerima suap dari pihak pengelola Terang Bulan, berdalih akan mengamankan tempat hiburan karaoke Terang Bulan, yang beberapa hari yang lalu sempat menjadi trending topik bagi masyarakat Pamekasan, khususnya warga Tlanakan, yang terkesan mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Dengan adanya indikasi suap menyuap itu, salah satu pemuda Desa Tlanakan Kabupaten Pamekasan angkat bicara.

"Awalnya salah satu oknum LSM itu sempat bergabung dalam gerakan kami pada saat melakukan gerakan di Terang Bulan, namun tiba-tiba salah satu oknum itu menusuk kami dari belakang dengan melakukan suap menyuap dengan pihak pengelola Terang Bulan. Mungkin oknum itu tidak tau kalok gerakan kami itu memang murni dari masyarakat, bukan dari kalangan aktivis maupun LSM," ujar Hasan kepada awak media saat dimintai keterangan, Selasa malam (31/10).

"Intinya yang mencoreng nama baik masyarakat Tlanakan ini bukanlah masyarakat Tlanakan tersendiri melainkan oknum LSM itu tersendiri, yang entah tak tau kami dari LSM apa," ucapnya.

Pihaknya juga menyampaikan, bahwa salah satu oknum itu datang tak di undang dan perginya pun pihaknya tak tau. Sedangkan nominal uang suapan itu, pihaknya tak tau pasti, namun yang jelas uang itu puluhan juta rupiah, yang diterima oknum LSM.

"Kalok masalah nominal kami kurang tau, namun yang pasti puluhan juta rupiah. Kami tau info ini dapet dari pengusaha Terang Bulan langsung, pihaknya menanyakan kepada kami, "loh gerakan ini kok belom selesai?", ya kami kebingungan dengan pertanyaan itu. Tiba-tiba sipemilik usaha menyampaikan info itu kepada kami dengan adanya oknum LSM yang memanfaatkan kami,' jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan, bahwa untuk bukti-bukti suap menyuap antara pihak pengusaha dan oknum LSM itu ada, berbentuk foto.

"Ini buktinya ada, lihat sendiri di foto ini. Namun untuk isi suratnya itu kami tidak tau apa, karena kami memang tidak tau. Kami ngomong ini sesuai dengan bukti, bukan asal ngomong," tegasnya.

"Yang pasti kami dan masyarakat Tlanakan berkomitmen akan menutup tempat hiburan karaoke Terang Bulan itu," tutupnya.

Ismail, S.Hi selaku Ketua Komisi I DPRD Pamekasan menanggapi hal tersebut mengatakan, bahwa pihaknya meminta kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menindak tegas dan selalu memonitor pergerakan tempat itu.

"Karena dulu yang melakukan itu Satpol PP, maka harus lebih tegas lagi bagaimana nantinya ada evaluasi, kalau perlu jangan disegel seperti itu," ujarnya saat dimintai keterangan di kantornya, sekira pukul 10.10 WIB.

Selain itu, pihaknya mendesak penegak Perda melakukan penjagaan dilokasi tersebut.

"Kita minta kepada Satpol PP, sebagai penegak perda harus betul-betul bisa mengawasi 24 jam," tutupnya.

Sementara itu, Ainur selaku Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP menyempaikan, bahwa pihaknya membenarkan adanya laporan masyarakat yang bersangkutan.

"Memang ada laporan buka, pada saat ada laporan itu kami bersama anggota kesana. Tapi saat dipatroli ternyata tutup," ujarnya di ruangannya, sekira pukul 11.10 WIB.

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment