Buntut Pilkades, Ratusan Warga Kacok Luruk Kantor Bupati Pamekasan.

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Usai Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kab. Pamekasan serentak 2017, Ratusan Masyarakat Desa Kacok Kecamatan Palengaan Kabupaten ini tak terima akan hasil Pilkadesnya, dengan cara melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Bupati Pamekasan, Senin (06/11/2017) sekitar pukul 09.30 WIB.

Informasi yang dihimpun jatimaktual.com, Ratusan warga itu meminta pertanggungjawaban Pemkab Pamekasan atas hasil dan putusan Pilkades yang dinilai tak adil dan tak sesuai dengan peraturan.

Mohammad Jailani, selaku Korlap aksi demonstrasi mengatakan, bahwa pihaknya meminta surat suara dihitung ulang, karena sudah menyalahi aturan.

"Kami datang kesini meminta kepada bapak Wabup Pamekasan, Ustad Khalil untuk menghitung ulang surat suara yang diamankan Polres Pamekasan, karena kami lihat dalam perhitungan itu banyak yang tidak sah," ucapnya saat berorasi di depan Kantor Bupati Pamekasan.

Pihaknya menyampaikan, bahwa pihak kepanitiaan Pilkades tak pernah menyampaikan atau mensosialisasikan sebelumnya kepada masyarakat, sehingga masyarakat tak paham akan tata caranya.

Selain itu, pihaknya meminta kepada Plt. Bupati Pamekasan untuk menunda pelantikan Kepala Desa terpilih.

"Kami datang kesini meminta Bupati untuk menunda pelantikannya," tegasnya dengan nada lantang.

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan, jika permintaan itu tak di indahkan, maka jangan salahkan masyarakat Desa Kacok jika terjadi apa-apa kebelakangnya.

"Jika permintaan tidak diindahkan oleh Pemkab maka jagan salahkan masyarakat yang terjadi hal-hal yang tidak diinginkan".

Menanggapi persoalan itu, Plt Bupati Pamekasan Khalil Asyari mengatakan, bahwa dirinya akan segera menindak lanjuti persoalan ini, dan akan segera koordinasikan dengan pihak terkait, dalam jangka dua hari kedepan.

"Kami akan menindak lanjuti masalah ini dalam dua hari kedepan. Saya ini bukan anak kecil, jadi jangan seperti itu, karena akan saya koordinasikan dulu," ucapnya didepan Ratusan Masyarakat Desa Kacok.

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment