Tertangkap Tidur Bareng Dengan 3 Pria, 2 Wanita Asal Surabaya Diamankan Satpol PP Pamekasan

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Maraknya rumah kos tak berizin di Kabupaten Pamekasan ini, membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan melakukan razia ke tempat-tempat kos. Dalam pelaksnaan razia tersebut, Satpol PP Pamekasan mendapatkan 3 orang laki-laki yang sedang tidur berdua dengan seorang wanita asal Surabaya di Jl. Bonorogo Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan, Selasa (31/10/2017).

Informasi yang dihimpun jatimaktual.com, setelah mendapatkan ke 5 muda-mudi dari rumah kos milik inisial H, pihak Satpol PP Pamekasan langsung menggelandang ke Kantor Satpol PP, upaya melakukan penyidikan dan penyelidikan.

Pada saat itu, sasaran utama pihak Satpol PP yakni rumah kos milik H. Namun, pada saat itu ada salah satu pintu yang terbuka, setelah dilihat, ada sebuah muda-mudi yang bukan muhrim tidur sekamaran.

Kedua wanita itu diketahui berinisial R (22) dan A (18) yang merupakan warga asal kota Surabaya, tepatnya di Tambak Wedi Kelurahan Genjeran. Sedangkan ketiga laki-laki itu berinisial L warga Desa Polagan Kecamatan Galis, inisial R Desa Asempitu Kecamatan Pademawu dan berinisial L warga asal Trasak Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan.

Dari ketiga laki-laki itu ada juga yang merupakan berstatus siswa di salah satu Pendidikan yang berada di Kabupaten Pamekasan. Begitupun juga dengan siwanita.

Ainur selaku Kasi Penyidikan dan Penyelidikan mengatakan, "Saat dilakukan razia, 5 orang muda-mudi tersebut kedapatan sedang tidur dalam satu kamar, yang dua orang perempuan tidur di atas kasur. Sedangkan, yang ketiga pria tidur dibawah. Menurut pengakuan, yang perempuan menginap sejak tadi (30/10) sekitar jam 02.00 malam," ujar kepada awak media saat dimintai keterangan di ruang penyidik.

“Kami akan memanggil pihak keluarga, akan kami jelaskan dan untuk selanjutnya akan dilakukan pelimpahan kepada keluarga. Kami hanya sebatas melakukan pembinaan dan perjanjian secara tertulis,” tegasnya.

Adapun upaya yang dilakukan pihak Satpol PP terhadap ke 5 muda-mudi itu yakni, dimintai keterangan, diberi pembinaan, diminta surat pernyataan tidak mengulangi lagi dan memanggil orang tuanya untuk menjemput anaknya. Sedangkan untuk siwanita asal Surabaya itu, pihak Satpol PP meminta keluarga dekatnya yang berada di Pamekasan untuk menjemputnya (diwakili).

Selain itu, pihak Satpol PP hanya bisa memberikan himbauan terhadap pemilik rumah kos. Padahal, rumah kos milik H itu sudah sering ketahuan seperti hal yang serupa. "Kami nanti akan memberikan himbauan kepada pemilik rumah kos".

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment